No menu items!
11.8 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Pengertian Osong

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Osong adalah ungkapan Ikrar kesetiaan Laskar Kerajaan Bone terhadap Raja Bone untuk melawan Tentara Belanda. Osong dalam bahasa Makassar disebut Angngaru’. Sedang di Bone sendiri disebut osong.

Setiap perayaan hari jadi Bone, biasanya ada lomba “Osong’” sebagai bagian tak terpisahkan dari upacara penyambutan tamu, entah itu gubernur, bupati atau Siapa saja yang dipertuan, yang mengendalikan atau memerintah orang banyak.

Osong yang dimaksud di sini adalah upacara pengucapan ikrar atau sumpah di mana seseorang melompat dengan keris atau badiknya dan mengucapkan sumpah setia kepada pemimpinnya.

Di masa kerajaan, Osong atau Mangosong biasa dipersembahkan kepada raja, atau dari pemimpin pasukan kepada panglimanya, dari bangsawan kepada rajanya. Mangosong biasa juga dipersembahkan dihadapan pemimpin tamu atau raja / yang datang sebagai raja atau pemimpin sahabat atau pemimpin / raja yang lebih tinggi kedudukannya.

Orang yang melakukan Osong disebut “mangosong” yakni bersumpah, berikrar, menyatakan kesetiaan. Mereka diharuskan berpakaian adat, mengucapkannya harus lantang, tegas dan sambil menghunus keris atau badik kemudian menghujamkan ke atas dan ke bawah, dan tidak dibenarkan menghunus senjata sambil menghujamkan ke ke arah raja.

Osong sebenarnya digolongkan sebagai salah satu jenis sastra tutur yang sudah dikenal etnis Bugis dan Makassar sejak jaman kerajaan, bahkan berdirinya suatu kerajaan umumnya diawali dengan pernyataan ikrar / sumpah antara rakyat yang diwakili para pemimpin kaum (Anang) dengan calon pemimpin atau rajanya, dalam hal ini Tomanurung, sebagai penguasa awal dinasti.

Osong dilakukan untuk berbagai kepentingan : selain pernyataan perang kepada Belanda juga untuk pengangkatan raja atau pemimpin, pergantian raja, pernyataan setia sebelum berangkat perang atau ikrar harapan akan sesuatu.

Contoh osong di antaranya Osonna La Parakkasi Arung Tanete, Osonna Arung Sailong, Osonnna Imakunradde, dan lain-lain.

Berita sebelumyaOsong Arung Sailong
Berita berikutnyaMappassili
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...