No menu items!
0.5 C
Munich
Kamis, 3 Desember 20

Lirik Lagu Ongkona Arumpone

Must read

Sejarah Situs Gua Mampu

As.Al.Wr.Wb. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan tentang sejarah Gua Mampu yang berada di Dusun Aluppang Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe Kab.Bone Sulawesi Selatan. Saya akan...

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

O … mate colli
mate collini warue
ritoto baja-baja alla
ritoto baja-baja alla
nariala kembongeng

O … macilaka
macilakani kembongeng
nappai ribala-bala alla
nappai ribala-bala alla
namate puangna

O … taroni mate
taroni mate puanna
iyapa upetturennu alla
iyapa upetturennu alla
usapu mesana

Lagu Ongkona Arumpone dibedah oleh Mursalim dari Lembaga Seni Budaya Teluk Bone. Apabila kita membedah lagu itu memiliki hubungan dengan sejarah Rumpa’Na Bone tahun 1905, yaitu pada saat terjadinya perang antara Kerajaan Bone melawan pasukan Belanda. Ribuan laskar kerajaan Bone yang gugur dalam pertempuran tersebut. disepanjang teluk Bone diserang habis-habisan oleh pasukan Belanda, sehingga Kerajaan Bone jatuh dan dikenal dengan istilah Rumpa’na Bone.

Lagu Ongkona Arumpone yang lahir dalam tahun 1905 ini tidak diketahui penciptanya. Lagu ini mengisahkan seorang istri melepas sang suami berangkat ke medan perang untuk mempertahankan Tanah Bone dari serangan armada laut Belanda. Sang suami melangkah dengan tekad melakukan perlawanan sampai tetes darah terakhir.

Setelah tujuh hari tujuh malam pertempuran, terdengar kabar bahwa sang suami telah gugur. Namun sang istri masih setia menanti kedatangan suaminya, tak peduli siang dan malam tetap mencari keberadaan sang suami. Di kala sang istri beristirahat, maka dia bersenandung untuk menghibur diri.

Lagu Ongkona Arumpone erat kaitannya dengan gugurnya putra La Pawawoi Karaeng Sigeri raja Bone ke-31. Putranya yang bernama Abdul Hamid Baso Pagilingi sebagai putra mahkota yang digadang-gadang sebagai penggantinya tewas diterjang peluru Belanda.

Rupanya harapan besar itu tidak tercapai yang diungkapkan dalam kata “mate colli” yang artinya mati pucuk. Tuhan berkehendak lain Sang Putra yang dijuluki Petta Ponggawae yang sekaligus panglima perang Bone itu gugur sewaktu rumpa’na Bone dalam tahun 1905.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sejarah Situs Gua Mampu

As.Al.Wr.Wb. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan tentang sejarah Gua Mampu yang berada di Dusun Aluppang Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe Kab.Bone Sulawesi Selatan. Saya akan...

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...