No menu items!
0.6 C
Munich
Kamis, 26 November 20

Yabelale, Paseng Riati Orang Bugis Masa Lalu

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Budaya berhubungan erat dan memengaruhi pola asuh sebagian masyarakat. Di kalangan Bugis contohnya, tradisi menidurkan bisa menjadi tak lazim bagi sebagian orang, ketika melihat seorang anak tidur dalam posisi duduk di dalam ayunan ditambah leher terikat dengan kain. Dan, uniknya, si kecil tetap tidur lelap tanpa merasa terganggu dengan kondisi tersebut.

Pada dasarnya fungsi mengayun adalah untuk membuat anak lebih nyaman dalam buaian. Dalam kondisi tidur dengan ayunan anak bisa menjadi nyenyak atau bahkan lebih pulas. Ditambah lagi dengan menggunakan kain membuat anak lebih nyaman dan dingin.

Di kalangan Bugis Bone, jika mengayunkan anak biasanya pada posisi horizontal. Namun bisa saja jika anak tidur dalam posisi vertikal duduk, sehingga pada kondisi tersebut alat bantu diperlukan untuk membuat anak tetap aman di dalam ayunan. Mengingat badan bayi atau anak pada kondisi agar tidak terjatuh ketika terlelap, serta tentu tidak terlalu erat dan mencekik anak.

Namun, menurut tetua Bugis Nene’ Biba ketika menggunakan metode seperti ini, yang pertama adalah ibu harus memerhatikan usia buah hati. Minimal anak berusia empat bulan atau ketika sudah bisa menopang kepalanya dengan baik. Lebih baik lagi ketika anak berusia delapan bulan. Dan, yang pas adalah ketika anak sudah bisa duduk.

Pertimbangan tersebut didasarkan pada ketahanan si buyung ketika menahan tubuhnya saat tidur. Juga, demi menghindari cedera sekaligus mempertimbangkan kekuatan menyangga leher. Selain itu perhatikan juga ritme ayunan, diselaraskan dengan tarikan napas bayi atau anak. Tidak terlalu kencang ataupun terlalu lambat.

Menurut Nene’ Biba, Mengayunkan anak juga tidak boleh ketika sehabis makan atau minum. Ini untuk menghindari anak muntah (callengnge) bahkan tersedak. Karena itu harus diperhatikan kondisi buah hati sebelum diayun. Pengawasan dilakukan tidak saja ketika bayi terjaga akan tetapi harus melakukannya juga ketika bayi tertidur. Pada suatu kondisi tertentu bayi  mungkin akan mengalami tidur gelisah yang ditandai dengan tidak nyaman dengan posisi tidurnya, bayi cenderung berguling guling, napas tidak teratur dan tubuh cenderung tegang.

Menurut Nene’ Biba, Dulu semasa kecilku beliau sering menidurkan aku disertai lantunan lagu ninabobok (Yabelale). Dalam bahasa Bugis Bone lagu untuk menidurkan anak dinamakan Yabelale. Contoh lagu Yabelale antara lain Ininnawa Sabbarae, dan Paseng Riati. Sang ibu terkadang menyanyi sambil terkantuk-kantuk demi sang anak atau bayinya.

Dengarkan lagu Yabelale di sini

(Mursalim)
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...