No menu items!
Minggu, 12 Juli 20

Bedah Lagu Ininnawa Sabbara’e

Selain lagu “Paseng Riati/pesan dari lubuk hati yang dalam” ada juga satu lagu yang acapkali menjadi senandung kalangan Bugis pada waktu menidurkan anak-anaknya, yakni Ininnawa. Lagu penyejuk hati ini dikategorikan lagu-lagu Yabelale atau lagu nina bobok. Bahkan lagu Ininnawa lebih populer dibanding “Paseng Riati”.

Sebagian orang memberinya judul ” Ininnawa Sabbarae “, namun lagu ini judul aslinya adalah “Ininnawa” artinya Hati Yang Tulus Ikhlas. Terdiri atas tujuh bait saja. Makna syair tiap bait terhubung antara satu dengan yang lainnya.

Syair lagu “Ininnawa Sabbarae” ini sudah ada sejak tahun 1912 Masehi. Sampai saat ini belum diketahu siapa penciptanya. Syair lagu Ininnawa Sabbarae ditemukan oleh seseorang yang tersimpan di dalam sebuah Ceropong (Batang Bambu Sejenis Teropong) dengan naskah lontara Bugis.
Seperti kebiasaan orang Bugis masa lalu kalau ada surat yang dianggap penting mereka simpan dalam Ceropong Bambu. Lagu inipun sarat dengan petuah.

Lagu Ininnawa Sabbarae terdiri dari 7 bait bercerita tentang orang yang selalu bersabar akan memperoleh kebahagiaan, dan kebahagian itu akan datang jika disertai usaha dan ikhtiar.

Lagu ini menawarkan petuah berupa pesan moral yang mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan bersyukur dan apabila kita mendapat kebahagiaan, janganlah lupa kepada Maha Pencipta.

Seperti diketahui ayunan pada tubuh akan merangsang otak kecil anak yang secara otomatis akan meningkatkan daya kognitif anak. “Jangan hanya diayun, tapi dinyanyikan. Ini akan jadi satu latihan kinestetik awal yang baik bagi anak.

Kinestetik merupakan keistimewaan pada orang-orang tertentu yang lebih cepat memahami ilmu atau pelajaran dengan aktivitas dibanding membaca dan menghafal.

Misalnya saja mempelajari proses turunnya hujan. Bagi anak kinestetik, jangan disuruh menghafal kalimat demi kalimat. Tapi, dengan memberi contoh melalui gerakan-gerakan tangan maka cepat dicerna oleh anak.

Berikut syair lagu Ininnawa Sabbarae

I. ININNAWA SABBARA’E 2X
(Ketulusan dan Kesabaran)
LOLONGENG GARE’ DECENG
(Konon Mendapatkan Kebaikan)
ALA TOSABBARAEDE
(jua Orang Penyabar)

II. PITU TAUNNA SABBARA’ 2X
(Tujuh Tahun Bersabar)
TENGGINANG KULOLONGENG
(Belumlah Kudapatkan)
ALA RIYASENGNGE DECENG
(Jua namanya Kebaikan)

III. DECENG ENRE’KI RI BOLA 2X
(Kebaikan Naiklah di Rumah)
TEJJALI TETAPPERE
(Tanpa Tikar Permadani)
ALA BANNA MASE-MASE
(Jua dalam Kesederhanaan)

IV. MASE-MASE IDI’NAGA 2X
(Kesederhanaan inilah)
RISURO MATTARANA
(Ditasbihkan Mengasuh Anak)
ALA MUTEA MABELA
(Jua Engkau Tak Menjauh)

V. MABELAMPI KUTIROKI 2X
(Dari Jauh Kumelihatmu)
MUJOPPA ALE-ALE
(Engka Berjalan Sendiri)
ALA MUTELLU SITINRO
(Jua Engkau bertiga )

VI. TELLU MEMENGNGA SITINRO 2X
(Tiga memang saya jalan bersama)
NYAWAKU NA TUBUKU
(Nyawaku, dan Tubuhku)
ALA PASSENGERENGNGEDE
(Jua amal perbuatan)

VII. SENGERENGMU PADA BULU 2X
(Kebaikan Setinggi Gunung)
ADATTA SILAPPAE
(walau Satu Kata Saja)
ALLA RUTTUNGENG MANENGNGI
(Semua Akan Runtuh)

Makna Syair bait I :

I. ININNAWA SABBARA’E 2X
(Ketulusan dan Kesabaran)
LOLONGENG GARE’ DECENG
(Konon Mendapatkan Kebaikan)
ALA TOSABBARAEDE
(jua Orang Penyabar)

Bahwa ketulusan, kesabaran, dan ketabahan kita akan memperoleh kebaikan. Setiap pekerjaan apabila diawali dengan niat, dilakukan dengan tulus ikhlas niscaya akan memperoleh hasil. Ketabahan seseorang diukur dari kemampuannya dalam bersabar.

Makna syair bait II :

II. PITU TAUNNA SABBARA’ 2X
(Tujuh Tahun Bersabar)
TENGGINANG KULOLONGENG
(Belumlah Kudapatkan)
ALA RIYASENGNGE DECENG
(Jua namanya Kebaikan)

Dalam mengarungi hidup, meskipun kita berusaha dan berikhtiar selama tujuh tahun lamanya, belum tentu kita bisa memperoleh apa yang diimpikan, apalagi kalau kita tidak berusaha maka harapan itu semakin jauh.

Makna syair bait III :

III. DECENG ENRE’KI RI BOLA 2X
(Kebaikan Naiklah di Rumah)
TEJJALI TETAPPERE
(Tanpa Tikar Permadani)
ALA BANNA MASE-MASE
(Jua dalam Kesederhanaan)

Untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka kebaikan itu harus dijemput. Kebaikan itu tidak akan datang dengan sendirinya bila kita tidak berusaha mencarinya. Oleh karenanya kita tidak boleh jenuh dan berputus asa meskipun disongsong dengan kesederhanaan hidup.

Makna syair bait IV :

IV. MASE-MASE IDI’NAGA 2X
(Kesederhanaan inilah)
RISURO MATTARANA
(Ditasbihkan Mengasuh Anak)
ALA MUTEA MABELA
(Jua Engkau Tak Menjauh)

Meskipun kita hidup dalam kesederhanaan niscayalah bisa mendatangkan kebaikan yang diibaratkan seorang ibu mengasuh anaknya yang senantiasa berharap atas kebahagiaan hidup anaknya dikemudian hari.

Makna syair bait V :

V. MABELAMPI KUTIROKI 2X
(Dari Jauh Kumelihatmu)
MUJOPPA ALE-ALE
(Engkau Berjalan Sendiri)
ALA MUTELLU SITINRO
(Jua Engkau bertiga)

Kebaikan itu ibarat orang yang sedang berjalan, meskipun ia kelihatannya hanya sendiri, pada hakikatnya orang itu ditemani oleh tiga hal. Demikian juga kebaikan diliputi oleh tiga hal yakni niat,usaha, dan doa.

Makna syair bait VI :

VI. TELLU MEMENGNGA SITINRO 2X
(Tiga memang saya jalan bersama)
NYAWAKU NA TUBUKU
(Nyawaku, dan Tubuhku)
ALA PASSENGERENGNGEDE
(Jua amal perbuatan)

Manusia adalah mahluk yang paling mulia diciptakan oleh Allah yang dikarunai cipta, rasa, dan karsa. Dalam tubuh manusia mengandung tiga hal tak terpisahkan, adalah nyawa, jasad, dan amal. Untuk mencapai kebaikan dan kebahagiaan, ketiganya harus bersanding dan terpelihara selama kita hidup di dunia.

Makna syair bait VII :

VII. SENGERENGMU PADA BULU 2X
(Kebaikan Setinggi Gunung)
ADATTA SILAPPAE
(walau Satu Kata Saja)
ALLA RUTTUNGENG MANENGNGI
(Semua Akan Runtuh)

Walaupun kebaikan dan amal perbuatan seseorang setinggi gunung, maka segalanya ia akan runtuh hanya dengan satu ucapan. Hal ini dimaksudkan agar dalam melakukan interaksi sosial prilaku dan tutur kata harus dijaga guna menghindari ketersinggungan orang lain. Oleh karena yang dikatakan manusia dilihat dari tutur kata, tingkah laku, dan perbuatannya.

Penutup :

Lagu Ininnawa Sabbarae bertemakan kesabaran dan Ketabahan yang mengandung makna kesabaran dan ketabahan, serta doa akan memperoleh kebahagiaan dikemudian hari.

Adapun pesan moral pada Lagu Ininnawa Sabbarae adalah mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga moral, bersabar, tabah, berprilaku dengan tutur kata yang baik. Hidup sederhana, mensyukuri nikmat Allah.

Dibedah dan diterjemahkan oleh : Mursalim

Must read

Kawasan Peruntukan Pariwisata Kabupaten Bone

Peruntukan pariwisata di Kabupaten Bone terdiri pariwisata budaya, pariwisata alam, dan pariwisata buatan. Hal ini berdasarkan Rancangan Perda Kabupaten Bone Nomor 2 Tahun 2013 Tentang...

Sejumlah Seniman Jadi Juri Lomba Festival Aksara Lontara’ 2020

Sejumlah seniman senior akan mengambil peran sebagai juri dalam kegiatan lomba serangkaian Festival Aksara Lontara' 2020. Lomba ini digelar selain memeriahkan Festival Aksara Lontara', sekaligus...

Cara La Patau Membangun Benteng Cenrana

Situs Cenrana Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone merupakan peninggalan La Patau Matanna Tikka raja Bone ke-16. La Patau Matanna Tikka lahir pada Tanggal 3 November 1672...

Sejarah Situs Cenrana Kabupaten Bone

Sejak berabad-abad yang lalu wilayah Cenrana memainkan peranan penting dalam pembentukan sejarah budaya di Sulawesi Selatan. Cenrana sebagai kelanjutan sungai Walennae memiliki lembah-lembah sungai yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles

Latest article

Syair Terakhir Menjelang Kematian

Syair jiwa manusia menembus dimensi ruang dan waktu yang tak berbatas. Ia memiliki kekuatan batin, energi alam semesta dan getar kehidupan. Tutur dari lidah...

Makna Dibalik Lagu Rumah Matahari Terbit

The House of the Rising Sun (Rumah Matahari Terbit) adalah sebuah lagu rakyat. Lagu ini bercerita tentang kehidupan keluarga yang menjadi kacau di sebuah...