No menu items!
Senin, 13 Juli 20

Museum yang terdapat di Kabupaten Bone

Museum adalah tempat untuk menyimpan koleksi milik individu, keluarga atau institusi. Benda-benda yang disimpan biasanya merupakan karya seni dan benda-benda yang langka,atau benda-benda yang memiliki nilai sejarah.

Museum berfungsi untuk untuk menyimpan, merawat, mengamankan dan memanfaatkan koleksi museum berupa benda cagar budaya. Sejak tahun 1977, setiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai Hari Museum Internasional.

Kabupaten Bone sebagai bekas kerajaan besar yang pernah ada, tentu banyak memiliki koleksi peninggalan benda-benda kerajaan.
Kabupaten Bone sampai saat ini terdapat 2 buah museum, di antaranya :

1.MUSEUM LA PAWAWOI

Museum La Pawawoi terletak di pusat kota Watampone. Tempat ini sering dikunjungi terlebih bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kejayaan Bone masa lampau.

Di museum ini terdapat berbagai koleksi benda peninggalan Kerajaan Bone yang masih terawat dengan baik. Benda-benda tersebut merupakan bukti kebesaran Kerajaan Bone masa lalu.

Adapun benda-benda yang dipamerkan di museum La Pawawoi antara lain :
1.Peralatan Upacara Penjemputan
2.Peralatan Makan untuk Raja
3.Peralatan Bissu dan Upacara Spiritual
4.Peralatan Perkawinan
5.Peralatan Tenun
6.Peralatan Perang
7.Duplikat Payung Emas (aslinya disimpan di Museum Arajangnge yang terletak berdampingan dengan Rumah Jabatan Bupati Bone)
8.Duplikat Selempang Emas (aslinya disimpan di Museum Arajangnge)
9.Stempel Kerajaan
10.Pakaian Adat
11.Peralatan Nelayan
12.Peralatan Musik Tradisional
13.Duplikat Mahkota Arung Palakka
14.Piagam VOC
15.Koleksi Mata Uang Kuno
16.Koleksi Keramik
17.Koleksi Buku Lontara
18.Koleksi Foto-foto Kerajaan

2. MUSEUM ARAJANGNGE (MUSEUM ARUNG PALAKKA)

Museum Arajangnge atau Museum Arung Palakka letaknya berdampingan rumah Jabatan Bupati Bone. Dan hanya dibuka setahun sekali pada waktu acara HARI JADI BONE yang diperingati setiap tanggal 6 April tiap tahunnya.

Adapun benda-benda yang dipamerkan di museum Arajangnge antara lain :

1.Potongan Rambut Arung Palakka (setiap tahun rambut tersebut bertambah panjang dan ini bukan cerita )
2.Selempang Emas Arung Palakka
3.Perisai Pasukan Kerajaan
4.Sepasang Keris Pusaka
5.Tombak
6.Gendang

Keenam benda kerajaan tersebut di atas disucikan dengan proses ritual di Hari Jadi Bone.

Must read

Kawasan Peruntukan Pariwisata Kabupaten Bone

Peruntukan pariwisata di Kabupaten Bone terdiri pariwisata budaya, pariwisata alam, dan pariwisata buatan. Hal ini berdasarkan Rancangan Perda Kabupaten Bone Nomor 2 Tahun 2013 Tentang...

Sejumlah Seniman Jadi Juri Lomba Festival Aksara Lontara’ 2020

Sejumlah seniman senior akan mengambil peran sebagai juri dalam kegiatan lomba serangkaian Festival Aksara Lontara' 2020. Lomba ini digelar selain memeriahkan Festival Aksara Lontara', sekaligus...

Cara La Patau Membangun Benteng Cenrana

Situs Cenrana Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone merupakan peninggalan La Patau Matanna Tikka raja Bone ke-16. La Patau Matanna Tikka lahir pada Tanggal 3 November 1672...

Sejarah Situs Cenrana Kabupaten Bone

Sejak berabad-abad yang lalu wilayah Cenrana memainkan peranan penting dalam pembentukan sejarah budaya di Sulawesi Selatan. Cenrana sebagai kelanjutan sungai Walennae memiliki lembah-lembah sungai yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles

Latest article

Tiga Pembicara Internasional Ikut Launching Virtual Festival Aksara Lontaraq 2020

Makassar-- Kegiatan tahunan Festival Aksara Lontarq 2020 bertema "Mengembalikan Kejayaan Aksara dan Budaya Lontaraq" yang akan dilaunching 25 Juni 2020, bakal diikuti sejumlah peneliti...

Mengenal Kalender Bugis

Kalender yang biasa juga disebut tarikh, almanak atau penanggalan adalah merupakan sebuah sistem untuk memberi nama pada sebuah periode waktu. Nama-nama ini dikenal sebagai...