No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Bedah Lagu Lojeng Pulaweng

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

PUNGANI APE’KU RI ALAUNA BONE
MARIO MARENNU RI LALELNG ATI

MEDDU’NI KASI SEDDI BUWANA
WADDAKKA RAKKA LAO MITTEI

KUWITTEI NAKU PARILOJENGNGI
RI LOJENG MPULAWENG MALEBBIKU

MONI PALE BOMBANG SILAJU-LAJU
BALI SUNGE TENRI BALI SUMANGE

LELE ADA TENRITA PANGADERENG
NARIYALA PAKKAWARU RI LINO

Syair dan Lirik Ciptaan : Mursalim, 04/04/2002

BEDAH LAGU : ” LOJENG PULAWENG ”

A. PENGANTAR

Lojeng Pulaweng dari bahasa Bugis yang terdiri dari dua kata yaitu Lojeng dan Pulaweng. Lojeng dalam bahasa Indonesia disebut Nampan atau Baki. Sedang Pulaweng berasal dari kata Ulaweng artinya emas (logam mulia). Sehingga Lojeng Pulaweng diartikan sebagai Nampan atau Baki yang bahannya terbuat dari emas. kemudian Penulis menyimbolkan nampan emas sebagai pangkuan.

Syair dan Lagu Lojeng Pulaweng yang diciptakan oleh Mursalim tahun 2002 awalnya merupakan sebuah puisi Bugis namun seiring dengan waktu penulis pada akhirnya membuatnya sebuah lagu hingga saat ini menjadi lagu wajib Lembaga Seni Budaya Teluk Bone (Teluk Bone). Di mana pada saat itu tahun 2006 lembaga ini belum mempunyai lagu wajib, sehingga penulis membuat syair Lojeng Pulaweng menjadi lirik Lagu yang dikenal hingga saat ini ” Lojeng Pulaweng “.

Lojeng Pulaweng memiliki makna mengisahkan perjuangan para laskar Bone yang gugur melawan tentara Belanda pada tahun 1905. Ribuan laskar Bone yang gugur di laut Teluk Bone pada saat itu. Penulis ibaratkan laskar yang gugur itu sebagi kapas yang putih bersih melambangkan kesucian.

Buih putih Teluk Bone diibaratkan Kapas putih bermakna laskar Bone yang tengah bertempur meregang nyawa yang rela mengorbankan jiwaraga demi membela tanah airnya Tanah Bone dari gempuran tentara kompeni Belanda.

Pada bait ke-3 Lojeng Pulaweng bermakna petuah leluhur, yaitu tempatkan lawan bicaramu di atas sebuah nampan emas, niscaya engakau berada di atasnya. Jika kita menghargai orang lain maka orang lainpun akan lebih menghargai kita.

B. MAKNA DAN BEDAH SYAIR LOJENG PULAWENG

Bait I :
PUNGANI APE’KU RI ALAUNA BONE
MARIO MARENNU RI LALELNG ATI
MEDDU’NI KASI SEDDI BUANA
WADDAKKA RAKKA LAO MITTEI
Bait II
KUWITTEI NAKU PARILOJENGNGI
RI LOJENG PULAWENG MALEBBIKU
Bait III
MONI PALE BOMBANG SILAJU-LAJU
BALI SUNGE TENRI BALI SUMANGE
LELE ADA TENRITA PANGADERENG
NARIALA PAKKAWARU RI LINO

Bait I :

Pungani Apekku ri alauna Bone (Telah berbunga Kapasku di Timurnya Bone)
Penjelasan : Di sebelah Timur Bone hanya terdapat laut yang dikenal laut Teluk Bone. Dari jauh terlihat busa (buih putih) saling berkejaran, maka penulis meyimbolkan buih putih tersebut ibarat kapas.

Mario Marennu ri laleng ati ( Alangkah senang gembira di dalam hati)
Penjelasan : Siapapun jika melihat susuatu yang indah niscaya ia merasa senang tiada gundah gulana.

Meddu’ni kasi seddi buana ( jatuh satu buahnya )
Penjelasan : Buah yang jatuh diibaratkan laskar Bone yang gugur
Waddakkarakka lao mittei ( kujatuh bangun untuk mengambilnya )
Penjelasan : Berusaha sekuat tenaga untuk mengambil jasad laskar Bone yang gugur tersebut.

Bait II :

Kuwettei nakuparilojengngi (kurengkuh dan kudekap lalu kutaruh diatas nampan)
Penjelasan : Laskar yang gugur kurengkuh dan kudekap lalu kududuk bersimpuh memberikan penghormatan terakhir lalu kutempatkan di atas nampan emas atau pangkuan.

Rilojeng pulaweng malebbiku ( nampan emas yang kumuliakan )
Penjelasan : Lojeng Pulaweng diibaratkan pangkuan, laskar Bone yang gugur itu kudekap dan berharap arwahnya mendapat tempat layak di sisi Tuhan.

Bait III :

Monipale bombang silaju-laju (Biarkan gelombang saling berkejaran )
Penjelasan : Gelombang laut Teluk Bone berkejaran seolah ingin menjadi saksi.

Balisunge tenribali sumange ( Raga tak terbalas semangat dan jerih payah)
Penjelasan : Pengorbanan jiwa dan raga kesumah tanah Bone, tidak mendapat hak layak pada generasi. Hal ini merupakan pesan bagi generasi Bone selanjutnya untuk selalu menghargai jasa pendahulunya.

Lele ada tenrita pangadereng ( lain dikata lain perbuatan, awal runtuhnya peradaban )
penjelasan : ucapan yang dikeluarkan tidak sama dengan apa yg dilakukan. Tidak disangsikan lagi bahwa adanya perbedaan antara kata dan realita adalah salah satu hal yang sangat berbahaya bisa meruntuhkan peradaban. Niat, kata, dan perbuatan yang baik melambangkan manusia sesungguhnya.

Nariala pakkawaru rilino ( Dijadikan sebagai pagar dalam kehidupan di dunia)
Penjelasan : Satu kata dan perbuatan mestinya dijadikan sebagai pagar kehidupan. Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

C. PESAN DAN NILAI SYAIR LOJENG PULAWENG

Pesan diartikan sebagai suatu tatanan yang dijadikan panduan oleh seseorang untuk menimbang dan memilih alternatif keputusan dalam situasi sosial tertentu. Kepribadian manusia terbentuk dan berakar pada tatanan nilai-nilai kesejarahan.

Seperti halnya dalam syair Lojeng Pulaweng menyampaikan pesan dan Nilai-nilai sejarah dan budaya hanya akan berkembang dan bertahan apabila didukung dan dihayati oleh individu serta terpelihara oleh generasi selanjutnya.

Perjuangan para pendahulu kita yang telah mengorbankan segalanya adalah rentang nilai tak terukur dan sesuatu yang harus diyakini kebenarannya serta mendorong generasi sekarang dan selanjutnya untuk mewujudkan apa yang telah diimpikan para pendahulunya.

D. PENUTUP

Hingga saat ini Lagu LOJENG PULAWENG selain sebagai lagu wajib Lembaga Seni Budaya Teluk Bone juga sering masuk kategori lagu diperlombakan pada event-event tertentu baik kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Bone.
Dibedah Oleh Mursalim
Tanggal : 6 April 2002

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...