No menu items!
20.1 C
Munich
Sabtu, 15 Agustus 20

Raja Bone ke-12 La Tenripale, 1616-1631

Must read

Pongka Sebuah Perkampungan Kono

Pongka adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tellu Siattingnge Kabupaten Bone. Dari beberapa penelitian Pongka sebenarnya merupakan kawasan situs. Adapun faktor-faktor yang mendukung...

Yabelale Lagu Bugis Menidurkan Anak

Yabelale adalah lagu Bugis yang diciptakan oleh Mursalim. Lagu ini cocok dinyanyikan untuk menidurkan buah hati. Yabelale antinro no mai anakku Yabelale upakkuru sumangemu Buana buana atikku Engkalingani elokku Elong...

Matematika Rumit tapi Ajaib

Artikel seperti ini sudah banyak bertebaran di internet namun seperti biasanya ketika saya dapati hal yang bermanfaat tidak ada salahnya disebarkan. Nah, mari kita simak...

Perjanjian Bone dengan Buton

Didasari persamaan nasib dan cita-­cita telah mendorong kedua kerajaan yakni Bone dan Buton menjalin hubungan kerja sama. Hal ini diawali ketika Arung Palakka bersama pengikutnya...

LA TENRIPALE, TO AKKEPPEANG, ARUNG TIMURUNG, 1616-1631, Ketika La Tenriruwa Matinroe ri Bantaeng diusir oleh orang Bone, maka yang menggantikannya adalah sepupu satu kalinya yang bernama La Tenripale To Akkeppeang Arung Timurung.

La Tenripale adalah anak dari La Inca Matinroe ri Addenenna.

La Tenripale inilah raja Bone Bone yang membangkitkan kembali semangat orang Bone untuk menolak masuknya agama Islam di Bone.

Oleh karena itu Karaenge kembali memerangi Bone, sehingga orang Bone kalah dan menyerah.

Atas kekalahan itu, diundanglah seluruh Palili (daerah bawahan) untuk disuruh mengucapkan syahadat sebagai tanda bahwa seluruh orang Bone telah menerima agama Islam. Setelah itu Karaenge ri Gowa kembali ke kampungnya.

La Tenripale To Akkeppeang dua bersaudara yaitu We Tenri Jello Makkalarue, kawin dengan Arung Sumaling yang bernama La Pancai To Patakka.

Dia juga digelar Lampe Pabbekkeng, anak dari La Mallalengeng To Alaungeng Arung Sumaling, dari isterinya yang bernama We Tenri Parola. Lahirlah La Maddaremmeng, diangkatlah Makkalarue menjadi Arung Pattiro.

Satu lagi adik La Maddaremmeng bernama We Tenri Ampareng, dia menjadi Arung Cellu. Sedangkan La Tenri Aji Tosenrima menjadi Arung di Awampone dan digelar Matinroe ri Siang.

We Tenri Sui kawin dengan La Pottobune Tobae Arung Tanatengnga, lahirlah La Tenri Tatta Tounru, tidak ada keturunannya. Anaknya yang kedua yaitu I Daunru.

Inilah yang kawin dengan Datu Citta yang bernama Todani yang menjadi Arung Eppae Ajattappareng yaitu:

Addatuang Sidenreng, Datu Suppa, Addattuang Sawitto dan Arung Alitta. Bahkan dia juga Karaeng di Galingkang.

Katika Todani memperisterikan saudara La Tenritatta, dia mempersatukan Citta dengan Bone.

Nanti setelah La Temmassonge To Appaweling Matinroe ri Malimongeng menjadi raja di Bone, barulah Citta dikembalikan ke Soppeng.

Namun akhirnya Todani disuruh bunuh oleh La Tenritatta karena dianggap menyalahi kasiwiang (persembahan) di Bone.

Sedangkan Saudara La Tenri Tatta yang bernama We Tenri Abang Daeba, dialah yang dinamakan We Tenri Wale Matinroe ri Bola Sadana. Digelar juga Mappolo Bombange dialah Maddanreng di Palakka.

Satu tahun setelah orang Bone menerima Islam, pergilah La Tenripale ke Mangkasar menemui Dato’ ri Bandang. Diberilah nama Arab yaitu La Tenripale Sultan Abdullah.

Ketika menjadi Mangkau/raja di Bone, La Tenripale dikenal sangat ramah dan merakyat. Dia sangat memperhatikan masalah pertanian.

La Tenripale inilah yang kawin dengan anak Matinroe ri Sidenreng dari suaminya yang bernama To Addussila bernama We Palettei Kanuwange Massao Bessie ri Mampu Riawa.

Dari perkawinan ini lahirlah anak perempuan yang bernama We Daba.

Selama menjadi Arumpone, La Tenri Pale selalu bolak balik ke Gowa untuk menemui KaraengE ri Gowa.

Ia meninggal di Tallo sehingga digelar La Tenripale To Akkeppeang Matinroe ri Tallo.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Pongka Sebuah Perkampungan Kono

Pongka adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tellu Siattingnge Kabupaten Bone. Dari beberapa penelitian Pongka sebenarnya merupakan kawasan situs. Adapun faktor-faktor yang mendukung...

Yabelale Lagu Bugis Menidurkan Anak

Yabelale adalah lagu Bugis yang diciptakan oleh Mursalim. Lagu ini cocok dinyanyikan untuk menidurkan buah hati. Yabelale antinro no mai anakku Yabelale upakkuru sumangemu Buana buana atikku Engkalingani elokku Elong...

Matematika Rumit tapi Ajaib

Artikel seperti ini sudah banyak bertebaran di internet namun seperti biasanya ketika saya dapati hal yang bermanfaat tidak ada salahnya disebarkan. Nah, mari kita simak...

Perjanjian Bone dengan Buton

Didasari persamaan nasib dan cita-­cita telah mendorong kedua kerajaan yakni Bone dan Buton menjalin hubungan kerja sama. Hal ini diawali ketika Arung Palakka bersama pengikutnya...

Makna Filosofi Bugis Ada Na Gau

Deretan filosofi Bugis yang dikenal selama ini sangat banyak yang mengandung pesan-pesan dengan makna sangat dalam. Pesan-pesan itu dilambangkan dalam bentuk ucapan dan kata-kata. Pesan...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...