No menu items!
2.6 C
Munich
Rabu, 25 November 20

Raja Bone ke-26 La Mappaseling, 1835-1845

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

LA MAPPASELING, SULTAN ADAM NAJAMUDDIN, MATINROE RI SALASSANA, 1835-1845.

La Mappaseling Arung Panyili menggantikan saudaranya I Manneng Arung Data Matinroe ri Kessi menjadi Mangkau’ di Bone.

Dalam khutbah Jumat, La Mappaseling namanya disebut sebagai Sultan Adam Najamuddin.

Adapun yang menjadi penengah untuk mendamaikan kembali Bone dengan Gubernur Belanda, adalah La Mappangara Arung Sinri, anak dari We Masi Arung Weteng dengan suaminya yang bernama To Tenri Tomarilaleng Pawelaiye ri Kaluku Bodoe.

La Mappangara menggantikan ayahnya menjadi Tomarilaleng ri Bone dan setelah meninggal dunia, dinamakanlah Pawelaiye ri Sessoe.

Ketika La Mappangara menjadi Tomarilaleng di Bone, terjalinlah kembali persahabatan antara Bone dengan Kompeni Belanda yang pernah terputus.

Pada tanggal 13 Agustus 1835 diperbaruilah perjanjian yang pernah disepakati oleh Petta To Risompae dengan Pembesar Kompeni Belanda di Ujung Pandang.

Tahun 1838 La Mappaseling bersama Tomarilalenge Arung Sinri berangkat ke Ujung Pandang untuk menemui Pembesar Kompeni Belanda yang bernama Tuan De Peres guna mempererat hubungan Bone dengan Kompeni Belanda.

La Mappangara Arung Sinri Tomarilaleng Bone yang kawin dengan saudara perempuannya bernama We Kalaru Arung Pallengoreng.

Dari perkawinannya itu, tidak melahirkan anak. Begitu pula Arumpone La Mappaseling Arung Panyili, juga tidak memiliki Arung Makkunrai (permaisuri) yang melahirkan anak.

Tahun 1845 La Mappaseling Arung Panyili meninggal dunia dan dinamakanlah Matinroe ri Salassana. Dengan demikian, para Adat Tujuh Bone bermusyawarah untuk menentukan pengganti La Mappaseling.

Setelah terjadi musyawarah dan berbagai pertimbangan, maka disepakatilah La Parenrengi Arung Ugi menggantikan pamannya sebagai Mangkau’ di Bone.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...