No menu items!
0.6 C
Munich
Kamis, 26 November 20

Ratu Bone ke-17 We Bataritoja, 1714-1715

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

We Bataritoja Datu Talaga Arung Timurung Sultanah Zainab Zakiyahtuddin yang memerintah di Bone dalam tahun 1714-1715.

We Bataritoja menggantikan ayahnya La Patau Matanna Tikka menjadi raja Bone, karena dialah yang dipesankan oleh ayahnya sebelum meninggal dunia. Di samping sebagai raja/ratu, Bataritoja juga sebagai Datu Luwu dan Datu Soppeng.

Sebelumnya, We Bataritoja diangkat sebagai Arung Timurung, setelah diangkat menjadi ratu Bone, barulah Timurung diserahkan kepada adiknya yang bernama We Patimana Ware.

We Patimana Ware inilah di samping sebagai Arung Timurung, juga sebagai Datu Citta.

We Bataritoja diangkat menjadi ratu Bone pada tanggal 17 Oktober 1704 dan diberi gelar Sultanah Zaenab Zakiyahtuddin.

We Bataritoja menikah dengan Sultan Sumbawa yang bernama Mas Madinah. Tetapi perkawinan itu tidak berlangsung lama akhirnya bercerai sebelum melahirkan anak.

Pernikahan ini memang hanya memenuhi pesan La Tenritatta Arung Palakka semasa hidupnya yang menghendaki We Bataritoja dikawinkan dengan Sultan Sumbawa Mas Madinah. Namun We Bataritoja resmi diceraikan oleh Mas Madinah pada tanggal 27 Mei 1708.

Sementara itu Sultan Sumbawa kemudian kawin di Sidenreng dengan perempuan yang bernama I Rakiyah Karaeng Agangjenne.

Pernikahannya itu membuat We Bataritoja marah, I Rakiyah dikeluarkan sebagai Karaeng Agangjenne, sehingga pindah ke Sumbawa bersama suaminya.

Perkawinan I Rakiyah dengan Sultan Sumbawa Mas Madinah melahirkan seorang anak perempuan yang bernama I Sugiratu. Karaeng Agangjenne adalah anak mattola (pewaris) dari La Malewai Arung Berru.

Sementara I Rakiyah Karaeng Agangjenne adalah anak dari La Malewai Arung Berru Addatuang Sidenreng dengan isterinya yang bernama I Sabaro anak Karaeng Karunrung Tu Mammenanga ri Ujung Tana.

Bataritoja Daeng Talaga lahir pada tahun 1668, kemudian diangkat menjadi ratu Bone pada tanggal 19 September 1714 dalam usia 46 tahun.

Karena pada saat itu banyak upaya-upaya dari orang lain untuk menghalanginya, maka Bataritoja menyerahkan kepada saudaranya yang berada di Gowa.

Bataritoja minta perlindungan kepada saudaranya yaitu La Pareppa Tosappewali Sombae ri Gowa.

Sementara akkarungenge ri Bone diserahkan kepada saudaranya yang bernama La Padassajati, Toappeware, Petta Rijalloe.

La Padassajati disetujui oleh Adat bersama Arung Pitue untuk menjadi raja menggantikan saudaranya Bataritoja Datu Talaga.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...