No menu items!
Minggu, 12 Juli 20

Ratu Bone ke-25 We Imaniratu, 1823-1835

WE IMANIRATU, I MANNENG ARUNG DATA, SULTANAH SALIMAH RAJIYATUDDIN, MATINROE RI KESSI, 1823-1835,. We Imaniratu, I Manneng Arung Data menggantikan saudaranya Matinroe ri Laleng Bata menjadi Mangkau’ di Bone. Dalam khutbah Jumat nama We Imaniratu I Manneng Arung Data dikenal dengan sebutan Sultanah Salimah Rajiyatuddin. Tahun 1824 pada masa pemerintahannya di Bone, Belanda kembali memerintah.

Pembesar Kompeni Belanda mengajak kepada We Imaniratu untuk meperbarui Perjanjian Bungaya, yaitu perjanjian antara La Tenritatta Arung Palakka Malampee Gemme’na dengan Kompeni Belanda untuk bekerja sama dalam pemerintahan We Imaniratu. Beliau dikenal sangat patuh dalam melaksanakan agama Islam, sehingga dia memperdalam ilmu Tasawuf.

Untuk itu ia diberikan wilayah oleh gurunya yang bernama Seikh Ahmad yang menundukkan Tambora yang digelar Alif Putih. Oleh karena itu We Imaniratu yang juga menggadis terus itu bertegas untuk tidak akan mengulangi Perjanjian Bungaya.

Dengan demikian, Gubernur Belanda menyerang Bone pada tahun 1825. Kemudian tanggal 7 Agustus 1825, baru terjadi kesepakatan antara Bone dengan Gowa untuk menjadi Bond No Shap (semacam Keterikatan) dengan Belanda sebagai realisasi Pembaruan Perjanjian Bungaya.

We Imaniratu dikenal tidak memiliki anak karena tidak pernah menikah. Ia meninggal tahun 1835 dan dinamakan Matinroe ri Kessi. Selanjutnya digantikan oleh saudaranya yang bernama La Mappaseling Arung Panyili.

Must read

Kawasan Peruntukan Pariwisata Kabupaten Bone

Peruntukan pariwisata di Kabupaten Bone terdiri pariwisata budaya, pariwisata alam, dan pariwisata buatan. Hal ini berdasarkan Rancangan Perda Kabupaten Bone Nomor 2 Tahun 2013 Tentang...

Sejumlah Seniman Jadi Juri Lomba Festival Aksara Lontara’ 2020

Sejumlah seniman senior akan mengambil peran sebagai juri dalam kegiatan lomba serangkaian Festival Aksara Lontara' 2020. Lomba ini digelar selain memeriahkan Festival Aksara Lontara', sekaligus...

Cara La Patau Membangun Benteng Cenrana

Situs Cenrana Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone merupakan peninggalan La Patau Matanna Tikka raja Bone ke-16. La Patau Matanna Tikka lahir pada Tanggal 3 November 1672...

Sejarah Situs Cenrana Kabupaten Bone

Sejak berabad-abad yang lalu wilayah Cenrana memainkan peranan penting dalam pembentukan sejarah budaya di Sulawesi Selatan. Cenrana sebagai kelanjutan sungai Walennae memiliki lembah-lembah sungai yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles

Latest article

Kesadaran Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam Masih Relatif Rendah

Kesadaran para penulis, penerbit dan institusi, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam menyerahkan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR) masih relatif rendah. Hal ini disampaikan...

Siswa SMAN 21 Makassar, Nonton Bareng Sambil Belajar Sejarah

Dalam mata pelajaran sejarah, lebih sering diajarkan tentang sejarah perjalanan agama-agama resmi yang diakui negara seperti Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Jarang ada...

Pengertian dan Cara Membuat Makalah

Apa itu Makalah? Menurut W.J.S Poerwadarminta (1994), makalah adalah uraian tertulis yang dikemukakan untuk mendapatkan pembahasan yang lebih lanjut. Makalah juga bisa disebut sebagai sebuah karya...