No menu items!
17.9 C
Munich
Sabtu, 15 Agustus 20

Perjanjian Bone dengan Luwu

Must read

Pongka Sebuah Perkampungan Kono

Pongka adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tellu Siattingnge Kabupaten Bone. Dari beberapa penelitian Pongka sebenarnya merupakan kawasan situs. Adapun faktor-faktor yang mendukung...

Yabelale Lagu Bugis Menidurkan Anak

Yabelale adalah lagu Bugis yang diciptakan oleh Mursalim. Lagu ini cocok dinyanyikan untuk menidurkan buah hati. Yabelale antinro no mai anakku Yabelale upakkuru sumangemu Buana buana atikku Engkalingani elokku Elong...

Matematika Rumit tapi Ajaib

Artikel seperti ini sudah banyak bertebaran di internet namun seperti biasanya ketika saya dapati hal yang bermanfaat tidak ada salahnya disebarkan. Nah, mari kita simak...

Perjanjian Bone dengan Buton

Didasari persamaan nasib dan cita-­cita telah mendorong kedua kerajaan yakni Bone dan Buton menjalin hubungan kerja sama. Hal ini diawali ketika Arung Palakka bersama pengikutnya...

Sering kita mendengar terjadi konflik antar dua kelompok yang mengatasnamakan dirinya orang Bone dan orang Luwu. Tidak dipungkiri sering menjatuhkan korban dikedua belah pihak. Tentu halnya sangat disayangkan, sebagai akibat mereka-mereka tidak pernah ingin membaca untuk mengetahui sejarah.

Dengan harapan tulisan ini bisa menjadi bahan introspeksi bagi kita semua, untuk tidak melahirkan konflik yang mana sangat merugikan kedua belah pihak yang berseteru. Persaingan secara sehat yang tercipta bertujuan untuk melahirkan sebuah perubahan mengarah ke hal-hal yang sifatnya baik dan dapat berguna bagi diri kita, bangsa dan Negara.

Dalam catatan sejarah perjuangan Kerajaan Bone mengatakan bahwa, Polo Malelae Unnyi adalah sebuah perjanjian perdamaian antara dua Negara / Kerajaan yaitu Bone dan Luwu dalam mengakhiri Perang Cellu. Adapun isi perjanjiannya sebagai berikut :

1.Makkedai Arumpone (Berkata Raja Bone) : Mali siparappeki, mareba sipatokkokki, dua ata seddi puang. Gauku Luwu gau’na Bone, manguru ja manguru deceng.

Terjemahannya : Kita naikkan yang hanyut, kita tegakkan yang rebah. Dua rakyat satu raja, tindakan Luwu tindakan Bone, sama-sama menanggung buruk baiknya.

Maksudnya, kita bantu bagi yang membutuhkan bantuan, rakyat dan raja Bone bersatu dengan rakyat dan raja Luwu dalam menghadapi segala tantangan.
2. Tessipamate-matei, sisappareng akkenunggi, tessibaweng pawengngi, tessitajeng alilungngi.

Terjemahnnya : Tidak saling mematikan, saling menunjukkan hak milik, tidak saling menghina, dan tidak saling mencari kesalahan.

Maksudnya, Bone dan Luwu jangan saling mencelakakan, tetapi mestinya saling menghormati dan menghargai hak milik masing-masing.

3. Namau na siwenni mua lettu’na to Bone ri Luwu, Luwu ni. Namau na siwennimua lettu’na Luwue ri Bone, to Bone ni mennang.

Terjemahannya : walaupun baru satu malam orang Bone berada di Luwu, maka mereka sudah menjadi orang Luwu, walaupun baru satu malam orang Luwu berada di Bone, maka mereka sudah menjadi orang Bone.

Maksudnya, orang Luwu ataupun orang Bone diperlakukan, dihargai, dan dihormati sama seperti kalau mereka berada di negeri sendiri di Bone ataupun di Luwu.

4. Tessiagelliang tessipikki, bicaranna Bone bicaranna Luwu, ade’na Bone Ade’na Luwu, Ade’na Luwu ade’na Bone.

Terjemahannya : Tidak salaing memarahi dalam kesulitan, masalahnya Bone masalahnya Luwu, adatnya Bone adatnya Luwu, adatnya Luwu adatnya Bone.

Maksudnya, Bone dan Luwu bersama-sama bertekad menyelesaikan masalah mereka berdasarkan ketentuan hukum dan norma adat masing-masing.

5. Tessiacinangngi ulaweng matasa, pattola malampe.
Terjemahannya : Tidak saling mengingingkan emas murni dan calon generasi penerus.

Maksudnya, Bone dan Luwu tidak saling mengambil hak dan mencampuri masalah urusan dalam negeri masing-masing sampai generasi selanjutnya.

6. Nigi-nigi temmaringngerang riulu adae, iyya risering parowo ri Dewatae lettu ritorimunrinna. Iyya makkuwa ramun-ramunna, apu-apunna ittello riaddampessangnge ri batue.

Terjemahannya : Barang siapa yang mengingkari perjanjian perdamaian ini, maka dialah akan disapu seperti sampah oleh Allah sampai kepada anak cucunya, dan negerinya akan hancur seperti telur yang dihempaskan kebatu.

Maksudnya, Bila Luwu dan Bone mengingkari perjanjian Perdamaian ini, maka akan mendapat kutukan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah kita menyimak isi perjanjian atau ulu ada di atas, dapat disimpulkan bahwa peperangan bukan sebuah solusi untuk menuju kesejahteraan. Tetapi persahabatan adalah sebuah solusi untuk kita hidup berdampingan dan bersama-sama meraih kesejahteraan.

Dengan harapan semoga tulisan kecil ini bisa terbaca dan dimaknai oleh masing-masing kalangan khususnya Bone-Luwu sehingga dapat menjadi pemebelajaran bagi generasi. Ulu Ada Polo Malelae ri Unnyi bukti persaudaran Bone-Luwu hingga waktu tak terbatas.

Ulu Ada dalam bahas Indonesia disebut Perjanjian. Polo berarti patah Malelae berarti besi yang sangat kuat sulit dipatahkan. Dalam bahas Bugis biasa disebut bessi mancing, yaitu diibaratkan besi beton yang sangat kukuh. Unnyi adalah sebuah dusun yang terletak di Kelurahan Unnyi, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Pongka Sebuah Perkampungan Kono

Pongka adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tellu Siattingnge Kabupaten Bone. Dari beberapa penelitian Pongka sebenarnya merupakan kawasan situs. Adapun faktor-faktor yang mendukung...

Yabelale Lagu Bugis Menidurkan Anak

Yabelale adalah lagu Bugis yang diciptakan oleh Mursalim. Lagu ini cocok dinyanyikan untuk menidurkan buah hati. Yabelale antinro no mai anakku Yabelale upakkuru sumangemu Buana buana atikku Engkalingani elokku Elong...

Matematika Rumit tapi Ajaib

Artikel seperti ini sudah banyak bertebaran di internet namun seperti biasanya ketika saya dapati hal yang bermanfaat tidak ada salahnya disebarkan. Nah, mari kita simak...

Perjanjian Bone dengan Buton

Didasari persamaan nasib dan cita-­cita telah mendorong kedua kerajaan yakni Bone dan Buton menjalin hubungan kerja sama. Hal ini diawali ketika Arung Palakka bersama pengikutnya...

Makna Filosofi Bugis Ada Na Gau

Deretan filosofi Bugis yang dikenal selama ini sangat banyak yang mengandung pesan-pesan dengan makna sangat dalam. Pesan-pesan itu dilambangkan dalam bentuk ucapan dan kata-kata. Pesan...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...