No menu items!
2 C
Munich
Kamis, 3 Desember 20

Bangga Sebagai Orang Bugis

Must read

Sejarah Situs Gua Mampu

As.Al.Wr.Wb. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan tentang sejarah Gua Mampu yang berada di Dusun Aluppang Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe Kab.Bone Sulawesi Selatan. Saya akan...

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

MENGAPA AKU BANGGA SEBAGAI ORANG BUGIS ?

Karena :
1. Bugis punya aksara
2. Bugis punya bahasa
3. Bugis punya norma
4. Bugis punya budaya
5. bugis punya sejarah
6. Bugis punya seni
7. Bugis punya agama
8. Bugis punya nama
9. Bugis punya motto
10.Bugis punya tuah

Berikut ini diuraikan secara singkat tentang Filosofi Bugis itu sendiri.

B U G I S :

B = Besar
U = Unggul
G = Gigih
I = Istimewa
S = Sakral

BESAR bermakna sesuatu yang lebih dari ukuran sedang, luas, hebat, mulia, berkuasa, banyak, tinggi, penting, dan sejenisnya.

UNGGUL bermakna sesuatu yang lebih tinggi, pandai, baik, cakap, kuat, awet, serta utama daripada yang lain-lain.

GIGIH bermakna sesuatu tetap teguh pada pendirian atau pikiran, keras hati, pejuang ulet dalam berusaha.

ISTIMEWA bermakna sesuatu yang khas, khusus, luar biasa, lain dari yang lain.

SAKRAL bermakna sesuatu yang suci dan keramat.

U G I :

U = ulu / kepala, pemimpin

G = gau’ / perbuatan

I = ise’ / isi, tutur kata bertuah

ULU

Ulu atau kepala bermakna orang yang mengemban tugas dan tanggungjawab untuk memimpin dan bisa mempengaruhi orang yang dipimpinnya. Ia bertindak sebagai mengepalai suatu kelompok dan orang-orang sekitarnya.

Dengan menjadi seorang pemimpin berarti harus siap untuk pengayom yang dipimpinnya. Artinya bukan hanya memimpin tetapi juga ikut ambil bagian dalam menyejahterakan yang dipimpinnya.

Buktinya banyak orang Bugis yang menjadi pemimpin disegala bidang kehidupan “Taroni baeccu rekko ulu moi” artinya biarkan kecil yang penting kepala. Meskipun kecil yang penting bukanlah bagian ekor. Kendati di negeri rantau Orang Bugis selalu menempatkan diri sebagai orang yang mengatur terhadap orang sekitarnya.

Filosofi ini menjadi pemicu bagi Orang Bugis untuk selalu bekerja keras dalam mengarungi dan menghadapi tantangan dalam kehidupannya.

GAU

Gau atau perbuatan diartikan sebagai tindakan yaitu sesuatu yang dilakukan. Dalam kehidupan Orang Bugis dikenal falsafah ” Taro Ada Taro Gau” yaitu seiring kata dan perbuatan. Apa yang diucapkan harus sesuai dalam tindakan. Dalam beradaptasi dituntut kejujuran dan perilaku yang baik.

Dengan falsafah tersebut menjadi landasan berpikir bagi orang Bugis dalam berinteraksi sosial. Ia senantiasa memegah teguh pada prinsip sipakatau, sipakalebbi, sipakainge.

ISE

Ise atau isi bermakna yang ada di dalam, yakni sesuatu yang terkandung dalam suatu benda atau ruang. Dalam pandangan Orang Bugis kita kenal istilah Malise’ misalnya ketika ia berbicara memiliki tutur kata yang berisi dan bertuah di mana di dalamnya mengandung unsur makna tersirat.

Hal ini dapat dilihat pada unsur-unsur kesempurnaan manusia Bugis, yaitu :
ininnawa pinru sadda’
sadda pinru ada
ada pinru gau
gau pinru tau
tau pinru deceng

Artinya :
Niat/kalbu memujudkan pikiran
pikiran mewujudkan kata
kata mewujudkan perbuatan/perilaku
perbuatan mewujudkan manusia
manusia mewujudkan kebaikan/kebajikan

Unsur kesempurnaan hidup bagi Orang Bugis ternyata berpangkal dari niat yang berakhir dengan kebaikan. Kerap orangtua Bugis mengatakan ” riasengnge tau iyaritu ampe kedo” artinya yang dinamakan manusia adalah perbuatan dan perilakunya.

Semoga tulisan ini bermanfaat, ambillah yang baik dan buang yang tidak berkenan. Terima kasih (Teluk Bone).

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sejarah Situs Gua Mampu

As.Al.Wr.Wb. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan tentang sejarah Gua Mampu yang berada di Dusun Aluppang Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe Kab.Bone Sulawesi Selatan. Saya akan...

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...