No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Pengertian “Polo Pa Polo Panni”

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

POLO PA POLO PANNI, biasa kita dengar dalam percakapan keseharian orang Bugis. Meski begitu, bukan mustahil barangkali masih ada di antara orang Bugis itu sendiri yang belum mengetahui apa maksud dan asal usul kalimat tersebut.

POLO PA POLO PANNI berasal dari kata Polo yang artinya Patah kemudian PA berasal dari kata POPPANG artinya PAHA selanjutnya PANNI berarti SAYAP. Sehingga apabila digabung menjadi POLO POPPANG POLO PANNI. Kemudian popouler menjadi Pola Pa Polo Panni

Dengan demikian, POLO POPPA POLO PANNI di kalangan Bugis disingkat menjadi Polo Pa Polo Panni, yaitu patah paha patah sayap.

Seekor burung apabila kedua pahanya sebagai penopang tubuhnya dalam keadaan patah niscaya burung tersebut tidak bisa terbang. Walaupun sayapnya masih utuh atau tidak dalam keadaan patah maka ia tidak bisa terbang.

Begitu pula meskipun kedua sayapnya masih kuat dalam artian masih utuh maka burung tersebut tidak akan pula bisa terbang.

Dan seperti kita ketahui seekor burung baru bisa terbang dengan sempurna apabila paha dan sayapnya dalam keadaan utuh, karena untuk bisa terbang diperlukan kerja sama yang kuat, yaitu paha dan sayap.

Falsafah Bugis umumnya lahir dalam bentuk simbolis atau perlambangan sifat, keadaan, dan karakter suatu benda yang ada dalam lingkungannya. Seperti halnya POLO PA POLO PANNI melambangkan seekor burung.

Rekko idi’na Puang maelori Pola Pa Polo Panni. Artinya Kalau Tuan yang menghendaki apapun yang terjadi kami harus ikuti.

Contoh lain: Rekko Idi’na makkeda, adatta’ sikua tenrisumpala. Artinya Kalau Tuan berkehendak, kami tidak berkemampuan untuk membatah.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...