No menu items!
4.9 C
Munich
Selasa, 24 November 20

Permainan Tardisional Bugis Majjeka

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Majjeka yang biasa disebut Egrang atau Jangkungan salah satu permainan tradisional Bugis yang biasa dilombakan dalam acara 17-an. Majjeka dari kata “Jeka”, yaitu berjalan agak kangkang.

Permainan Majjeka ini menggunakan dua buah batang bambu atau awo kira-kira 1,5 – 2 meter. Pada bagian bawahnya masing-masing dipasangi pedal atau injakan kaki.

Permainannya adalah berlomba secepat mungkin berjalan menggunakan batang bambu tadi. Orang yang paling cepatlah pemenangnya.

Selain menggunakan dua batang bambu, permainan Majjeka atau atau Egrang ini ada yang menggunakan Batok atau Batok Kelapa. Di kalangan Bugis permaianan egrang yang menggunakan batok ini disebut Majjeka Capeng. Capeng biasa juga disebut Kaddaro adalah batok kelapa yang banyak tumbuh di daerah Bugis.

Permainan Majjeka Capeng atau Egrang Batok dari Sulawesi Selatan ini, sejak dahulu dimainkan secara turun tumurun.
Sampai saat ini, Anak-anak perdesaan sangat lihai bermain egrang sederhana tersebut. Akan tetapi saat ini, sangat jarang ditemui anak-anak yang memainkan Egrang Batok, bahkan mungkin banyak anak yang tidak mengetahui bagaimana bentuk Egrang Batok.

Banyak manfaat yang bisa diambil dari Majjeka Capeng Egrang Batok ini. Diantaranya memberikan kegembiraan pada anak, mengasah kreativitas anak serta melatih motorik halus dan motorik kasar anak. Selain itu, Egrang Batok juga melatih semangat anak dan mengajarkan anak untuk dapat memanfaatkan bahan di sekitar.

Untuk membuat Egrang Batok cukup mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan juga sangat mudah didapatkan di pasaran. Hanya dengan bahan tempurung kelapa atau yang familiar disebut batok, tali dan alat untuk melubangi batok, kita sudah dapat membuat Egrang Batok.

Cara membuatnya, yaitu :

1. Siapkan 2 batok kelapa yang sudah dibersihkan. Pilih batok kelapa yang tua agar kokoh dan tidak mudah pecah. Kemudian bentuk batok kelapa tersebut menjadi setengah lingkaran.
2. Amplas batok kelapa tersebut sampai halus dan bersih dari serabut kelapa.

3. Lubangi batok kelapa tersebut dengan paku atau pisau pas di tengah-tengah.
4. Siapkan juga tali sebagai pengait antara 2 batok tersebut. Pilih tali yang kuat dan tidak membuat sakit pemain Egrang Batok.
5. Kaitkan batok yang sudah dilubangi tersebut dengan tali. Ikatkan ujung tali pada batok dan ikatkan ujung tali yang satunya pada batok yang kedua. Sesuaikan panjang tali dengan penggunanya agar nyaman digunakan, biasanya panjang tali 1,5 – 2 meter.
6. Selanjutnya, Egrang Batok jadi dan siap untuk digunakan.

Cara bermain jeka Capeng ini sangat mudah, berlomba secepat mungkin dan berjalan menggunakan batok kelapa tadi dari satu sisi lapangan ke sisi lapangan lainnya. Orang yang paling cepat dialah yang menjadi pemenangnya. Ingin Coba?

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...