No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Pergunakan yang LIMA sebelum Tiba yang LIMA

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Leluhur Bugis telah mewariskan berbagai petuah kepada anak cucu generasinya. Petuah itu bertujuan sebagai landasan berpikir dalam menjalani roda kehidupan dunia dan akhirat kelak.

Petuah berarti pesan yang berisi nasihat, peringatan dan pelajaran dari orang tua, orang bijak, dan orang alim.

Di kalangan Bugis, petuah ini terdiri dari Paseng dan Pangaja. Paseng berisi pesan-pesan yang melingkupi masa yang lalu, masa kekinian dan masa akan datang. Sedang Pangaja muncul setelah seseorang melanggar petuah atau melakukan perbuatan yang melanggar norma yang berlaku.

Pakkegunai limae riolo teppolena limae, iyana ritu:

* Mammulanna, seuwani lolomu riolo matoamu,

* Maduanna salewangemmu riolo malasamu,

* Matellunna asugiremmu riolo kasiasimmu,

* Maeppa’na asagennammu riolo macipi’mu,

* Malimana tuomu riolo matemu.

Terjemahan:

Pergunakan yang LIMA sebelum Tiba yang LIMA, yaitu:

1. Masa mudamu sebelum datang waktu tuamu;
2. Masa sehatmu sebelum datang waktu sakitmu;
3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu;
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
5. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu.

Yang dimaksud yang LIMA adalah:
1. Waktu Muda
2. Waktu Sehat
3. Waktu Kaya
4. Waktu Kesempatan
5. Waktu Hidup

Yang dimaksud yang lima sebelumnya adalah:
1. Ketika tiba masa tua
2. Ketika sakit
3. Ketika melarat
4. Ketika kacau
5. Ketika sebelum dikafani

Penjelasan:

1. Masa mudamu sebelum datang waktu tuamu

Masa mudamu sebelum datang waktu tuamu, maksudnya: Lakukanlah ketaatan ketika dalam kondisi kuat untuk beramal, yaitu di waktu muda sebelum datang masa tua renta.

2. Masa sehatmu sebelum datang waktu sakitmu

Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, maksudnya: Beramallah diwaktu sehat, sebelum datang waktu yang menghalangi untuk beramal seperti di waktu sakit.

3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu

Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, maksudnya: Bersedekahlah dengan kelebihan hartamu sebelum datang bencana yang dapat merusak harta tersebut, sehingga akhirnya Engkau menjadi fakir di dunia maupun akhirat.

4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu

Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, maksudnya: Manfaatkanlah kesempatan atau waktu luangmu di dunia ini sebelum datang waktu sibukmu di akhirat nanti. Dan awal kehidupan akhirat adalah di alam kubur.

5. Masa hidupmu sebelum datang kematianmu

Hidupmu sebelum datang kematianmu, maksudnya: Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.

Demikian petuah Bugis yang dapat kami kabarkan kepada Anda khususnya bagi anak cucu dan generasi Bugis. Semoga bermanfaat.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...