No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Contoh Percakapan Bugis

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin yang perlu diperhatikan yaitu:

Vokal yang memiliki tanda diakritik berupa topi seperti /â/, /î/, /û/, /ê/, dan /ô/ merupakan vokal panjang.

Vokal /e/ dibaca seperti huruf e dalam kata setara sedangkan vokal /é/ dibaca seperti huruf e dalam kata sore. Jika vokal /é/ digaris-bawahi sehingga menjadi /é/ maka dibaca panjang seperti huruf e dalam kata setan.

Tanda apostrof [‘] setelah huruf vokal menandakan bahwa suku kata sebelumnya diakhir dengan glottal stop. Cara membacanya yaitu seperti membaca huruf Hamzah sukun dalam huruf Hijaiyyah.

Berikut percakapan antara Mistere dan Lahiyya:

Mistere : Âga karéba?

Apa Kabar?

Lahiyya : Karéba madécéng mua. Idi’?

Kabar baik. Kalau anda?

Mistere : Karéba madécéng mato.

Kabar baik juga.

Mistere : Îga asetta’?

Siapa nama nama Anda?

Lahiyya : Lahiyya asekku’. Idi’?

Nama saya Lahiyya Kalau Anda?

Mistere : Mistere Petoro asekku’. Biasa Mistere naollîrangnga’ tauwé.

Nama saya Mistere Petoro. Orang-orang biasa memanggilku Mistere

Mistere : To âgaki’?

Anda orang (suku atau kebangsaan) apa?

Lahiyya : To Ûgîka’. Idi’?

Saya orang Bugis. Kalau Anda?

Mistere : To Balanda ambo’ku’, to Sunda indo’ku’.

Ayah saya orang Belanda, ibu saya orang Sunda

Lahiyya : Mânengka pâlé’ maccaki’ mabbasa Ûgî?

Terus kenapa Anda bisa pintar berbahasa Bugis (padahal Belanda bukan Bugis)?

Mistere : Engka sibawakku’ to Ûgî. Aléna paggûruka’ mabbasa Ûgî.

Ada temanku orang Bugis. Dia yang mengajariku berbahasa Bugis.

Mistere : Tégaki’ pôlé?

Anda dari mana?

Lahiyya : Pôléka’ ri bolâna sibawakku’.

Saya dari rumah temanku.

Mistere: Tégaki’ monro?

Anda tinggal di mana?

Lahiyya : Engkaka’ ri Jalan Pisang monro.

Saya tinggal di Jalan Pisang.

Mistere : Mittani’ marâpe’ koé kotaé?

Anda sudah lama menetap di kota ini?

Lahiyya : Iyyé’, mittana’, mappulo taunni ittâna.

Iya, sudah lama, sudah puluhan tahun lamanya.

Mistere: Iyatosi iyya’, nappaka’ siuleng monrôku’ koé kotaé.

Kalau saya, baru satu bulan saya tinggal di kota ini.

Lahiyya : Ri olôna iyaro, tégaki’ marâpe’?

Sebelum itu, Anda menetap di mana?

Mistere : Mittaka’ marâpe’ ri Bandung. Engka kâpang pituttaung ittâna.

Saya lama menetap di Bandung. Kira-kira 7 tahun lamanya.

Riani : Âga pâlé’ diattungka lao koé?

Kalau begitu apa tujuan Anda ke sini?

Mistere : Engka usahâku’ maélo’ upajokka.

Saya memiliki usaha yang hendak kujalankan.

Lahiyya : Usaha âgana, rékko wedding mua diakkutanang?

Usaha apa, kalau boleh tanya?

Mistere : Maddangkang îcôka’.

Saya berdagang tembakau.

Lahiyya : Îcô?

Tembakau?

Mistere : Iyyé’, îcô. Iyasirota’ lâku makkokkoé.

Iya, tembakau. Itu lagi yang laku sekarang.

Lahiyya : Côco’ni, engka sappusekku’ paddare’ îcô. Tassiaga biasa diangelliang?

Kebetulan, saya memiliki sepupu petani tembakau. Berapa harga yang biasa Anda bayarkan (ketika membeli tembakau)?

Mistere : Maddupa-rupang ellinna. Engkato masûlî, engkato masémpo. Onrong tanengenna napoléi. Rékko mattompo’ bûlûi biasa mattompo’to ellinna.

Harganya bermacam-macam. Ada yang mahal, ada juga yang murah. Tergantung lokasi penanamannya. Jika berada di puncak gunung, harganya juga biasa menggunung.

Lahiyya : Iyatôsi sappusekku’, engkatôsi ri galungngé natâneng icôna. Masémpo ellinna rékko engkai ri galungngé ritâneng?

Kalau sepupuku, menanam tembakaunya di sawah. Harganya murah kalau ditanam di sawah?

Mistere : Assaleng matinulû moi commôki tai sâpi, déto tu namasémpo ellinna. Nasaba’ iyatu tai sapié napakessingi cokkona sibâwa rasâna icôé.

Asalkan dia rajin memupuknya dengan kotoran sapi, maka harganya tidak akan murah. Sebab kotoran sapi itu sangat baik bagi pertumbuhan dan rasa tembakau.

Lahiyya : Iyako tai sâpi mani maélo’ diaccommokang, détotu namasussa. Nasaba’ sikawéng galunna sibâwa wakké sapinna. Nappani maéga-égato sapinna.

Jika hanya kotoran sapi yang mau dijadikan pupuk, sepertinya hal itu bukanlah masalah baginya. Sebab sawah dan kandang sapinya berdekatan. Bukan hanya itu, sapinya juga banyak.

Mistere : Makessing tongeng tu pâlé icôna sappusetta’. Rékko engka wettutta’ tapasiruntu’ lâloka’.

Kalau begitu tembakau sepupu anda sangat berkualitas. Kalau anda punya waktu luang, tolong pertemukan dengan saya.

Lahiyya : Iyyaé céddé’-céddé’é maréssa’ tu kâpang upasiruntu’ki’ nasaba’ sîbu’ka’.

Kalau dekat-dekat ini mungkin susah bagi saya untuk mempertemukan anda karena saya sibuk.

Mistere : Rékko nomoro’ hapéna, wedding mo wâla?

Kalau nomor hapenya, boleh saya minta?

Lahiyya : Iyyé’, wedding mo. Naé’kiya majâ jaringangngé tujunna koro?

Iya, boleh. Tapi jaringan (seluler) di tempat itu buruk (sehingga susah dihubungi).

Mistere : Jaji mappékkôgani pâlé bara’ weddingnga’ siruntu’?

Jadi bagaimana caranya supaya saya bisa bertemu?

Lahiyya : Rékko maélo’ moki’ mattâjeng ri lalenna siminggué. Alang bawanna nomoro’ hapéta’. Rékko pûrani jamakku’ minggu paimeng, silonni’ lokka siruntu’ sappusekku’.

Jika Anda bisa menunggu dalam seminggu. Berikan saja namor hape Anda kepada saya. Jika pekerjaan saya telah selesai minggu depan, kita bisa pergi bersama-sama untuk bertemu sepupuku.

Mistere : Iyyé’, dé namagâga mattâjekka’. Ayyé nomoro’ hapéku’. Talipongi bâwanna rékko maélo’ni mangûju.

Iya, saya tidak apa-apa menunggu. Ini nomor hapeku. Telepon saja saya jika Anda sudah mau berangkat.

Lahiyya : Iyyé’.

Ya.

Demikian contoh percakapan dalam bahasa Bugis. Demi kearifan lokal Anda juga bisa mulai dari sekarang. (Gantolle Cella’e).

Berita sebelumyaKonsep Pancanorma
Berita berikutnyaMengenal Pananrang Bugis
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...