No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Perang Bone Pertama Tahun 1824

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Setelah jatuhnya Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone menjadi yang terkuat di seantero Sulawesi. Sejak awal telah merdeka dan menyebarkan pengaruh ke seluruh negeri di Sulawesi. Kerajaan Luwu dan sejumlah negara kecil lain bersekutu dengan Bone, begitupun Kerajaan Soppeng.

Pada tahun 1824, tentara KNIL Belanda sudah mengatur strategi untuk melancarkan serangan ke Kerajaan Bone. KNIL adalah singkatan dari bahasa Belanda, yaitu het Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger, atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Meskipun KNIL melayani pemerintahan Hindia Belanda, banyak di antara anggota-anggotanya yang adalah penduduk bumiputra di Hindia Belanda dan orang-orang Indo-Belanda, bukan orang-orang Belanda.

Saat Belanda mengalami pengalihan kekuasaan VOC, pemerintahan diambil alih oleh Herman W. Daendels. Daendels adalah jenderal yang sangat disiplin, tegas dan kejam. Tindakan deandels ini di mata Belanda sangat dibenci, akhirnya Deandles diundang untuk pulang ke Negara asal pada tahun 1811 dan penggantinya adalah Jenderal Jassens.

Namun, ternyata Jassens lemah dan kurang cakap, dia selalu terbayang oleh ancaman Inggris. pada Bulan agustus 1811 Inggris menyerang namun tidak berhasil. Akhirnya mereka membuat perjanjian. Isi pokok perjanjian adalah wilayah nusantara diserahkan kepada Inggris. Indonesia pun jatuh ke tangan Inggris.

Pada tanggal 17 Maret 1824, di London, Antara Kerajaan Britania Raya dan Kerajaan Belanda menandatangani Perjanjian Britania-Belanda yang juga dikenal dengan Perjanjian London atau Traktat London (Treaty of London). Perjanjian ini ditujukan untuk mengatasi konflik yang bermunculan akibat pemberlakuan Perjanjian Britania-Belanda.

Seiring dengan dinamika dan waktu. Setelah peralihan kekuasaan dari Inggris ke Belanda, suasana masih tetap damai, tetapi setelah Raja Bone ke-24 La Mappasessu (1812-1823) meninggal pada tahun 1823, dan digantikan oleh saudarinya We Imaniratu, bergelar I Manneng Arung Data, Sultanah Salimah Rajiyatuddin (1823-1835), mencoba merevisi Perjanjian Bongaya, beserta semua anggota persekutuan itu, yang jatuh atas pemerintahan itu, hukum yang sama harus diberlakukan.

Antara tanggal 8 Maret sampai 21 September 1824, GubJend. G.A.G.Ph. van der Capellen mengadakan lawatan ke Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Semua penguasa datang memberikan penghormatan (juga perwakilan Ratu Bone), kecuali penguasa Suppa dan Tanete.

Van der Capellen berharap bahwa perundingan dengan negara-negara tersebut tidak akan membawa keuntungan apapun. Sekembalinya ke Batavia, sebuah ekspedisi dipersiapkan dan sekitar 500 prajurit diberangkatkan dengan membawa 4 meriam, 2 howitzer, beserta 600 prajurit pembantu pribumi untuk menghukum Bone.

Pasukan tersebut dipimpin oleh letnan kolonel Hubert Joseph Jean Lambert de Stuers, yang tiba di Tanete pada tanggal 15 Juli 1824, pasukan laut dipimpin oleh kapten letnan Buys. Meskipun telah mencoba mendekati kerajaan, pasukan tersebut masih saja gagal ketika mendarat dan Tanete mengadakan gerakan perlawanan.

Sebelum penyerbuan ke ibukota dilakukan, Hubert de Stuers dapat mendekati musuh kembali dan penguasanya dijatuhkan dan di tempat itu, We Imaniratu menyerahkan diri.

We Imaniratu tertawan akan tetapi sebagian laskar Bone lari ke pedalaman dan bergabung bersama penduduk untuk melancarkan serangan atas Belanda. Namun masalah di Tanete cepat dibereskan Belanda dengan baik. Meskipun Suppa masih kuat. LetKol. Reeder melancarkan serangan bersama 240 prajurit yang dipersenjatai sejumlah moncong senjata.

Pada tanggal 14 Agustus 1824 serangan Belanda diperbaharui. Orang Bugis membiarkan pasukan Belanda mendekat tanpa ancaman apapun hingga di kaki sebuah bukit dan barulah mereka melancarkan serangan dengan cara bergerilya. Setelah kehilangan sepertiga pasukannya, Belanda harus mundur.

Selanjutnya, De Stuers menyerbu bersama komisaris pemerintahan Tobias ke Suppa dan makin mendekat. Pada pagi hari tanggal 30 Agustus 1824 operasi itu berhasil diselesaikan, setelah tembakan meriam peringatan ke benteng musuh, tetapi kekuatan yang dibawa De Stuers tak cukup kuat.

Setelah berhasil menguasai Suppa, maka Belanda berpikir Bone juga melemah, maka We Imaniratu dibebaskan. Namun di luar perhitungannya, We Imaniratu kembali menggalang kekuatan. Dengan korban tewas sebanyak 14 jiwa dan 60 korban luka-luka, pasukan Belanda harus kembali dan harus melancarkan ekspedisi lain ke Bone. Belanda mengalami kegagalan dalam ekspedisi pertama ini.

Rujukan:

1. 1876. A.J.A. Gerlach. Nederlandse heldenfeiten in Oost Indë. Gebroeders Belinfante, Den Haag.

2. 1900. W.A. Terwogt. Het land van Jan Pieterszoon Coen. Geschiedenis van de Nederlanders in oost-Indië. P. Geerts. Hoorn

3. 1900. G. Kepper. Wapenfeiten van het Nederlands Indische Leger; 1816-1900. M.M. Cuvee, Den Haag.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...