No menu items!
11.8 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Mengenal Kayu Seppang (Aju Seppang)

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Kayu Sepang dalam bahas Bugis disebut ” aju seppang. Disebut seppang karena warnanya coklat kemerahan. Bagi orang Bugis kayu seppang bukan barang baru, sejak dahulu nenek moyang Bugis sudah mengenal barang super khasiat ini.

Kayu seppang banyak tumbuh di emper bukit dan semak-semak serta menjadi pembatas tanah ladang kebun warga di pedalaman Bugis sampai sekarang. Kayu seppang termasuk tumbuhan perdu, yaitu tumbuhan berkayu yang bercabang-cabang, tumbuh rendah dekat dengan permukaan tanah, dan tidak mempunyai batang yang tegak. Tingginya bisa mencapai antara 3-5 meter.

Tanaman seppang termasuk jenis pohon berduri dengan daun yang berukuran kecil. Buahnya mirip petai cina yang berwarna kehijauan, tapi buah seppang akan berubah warna menjadi merah kecoklatan ketika matang. Selain itu, terdapat bunga berwarna kuning atau oranye di puncaknya..

Kayu seppang umumnya digunakan sebagai minuman penyegar dan kulitnya bisa dibuat rempah untuk obat tradisi. Kayu seppang yang sudah matang dikeringkan kemudian dimasukkan barang sepotong dua potong di dalam gumbang kecil atau teko berisi air yang sudah dimasak. Tunggu 3-5 menit air dalam teko berangsur menjadi kemerahan / kuning oranye

Air berwarna merah itu Orang Bugis menyebut “wae seppang”. Apabila diminum rasanya hambar tapi kalau sudah bermalam rasanya menjadi gurih. Karena itu, apabila ingin membuat “wae seppang” yang baik maka carilah kayu seppang yang sudah matang/tidak terlalu tua.

Menurut cerita orang tua, salah seorang Raja Bone yang paling gemar minum “wae seppang” adalah La Maddaremmeng. Ketika ia berkeliling melakukan syiar Islam selalu membawa teko yang berisi air seppang. Minum air seppang bisa bertahan lama tidak cepat kehausan.

Air seppang juga sangat baik untuk berbuka puasa begitu pula saat makan sahur akhiri dengan minuman “wae seppang” insya Allah tidak merasa kehausan di siang hari. Hal ini penulis sudah membuktikannya.

Wae seppang memang banyak khasiatnya digunakan sebagai obat tradisional untuk batuk, disentri, diare, luka dalam, batuk berdarah, darah kotor, penyakit kelamin/spilis, buang air besar berdarah, muntah darah, memar berdarah, luka berdarah, tetanus, malaria, dan tumor, dan lainnya.

Rasa “wae seppang” cukup menyegarkan sehingga rempah yang satu ini menjadi minuman favorit juga bagi “pengantin baru” tempo lalu . Selain sebagai minuman, juga digunakan sebagai pewarna alami untuk makanan karena kulit kayu seppang bisa memberikan warna merah.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...