No menu items!
11.8 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Cingarana Ugie, Usaha Menghindari Kepunahan Bahasa Bugis

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Teluk Bone. Di Indonesia terdiri dari berbagai kelompok etnik atau suku. Berdasarkan data lebih kurang 300 kelompok etnik dengan 1.340 suku. Di antaranya suku Bugis, Makassar, Mandar, Tator, Jawa, Sunda, Batak, Betawi, Madura, Minangkabau, Melayu, Arab, Banten, Bali, Sasak, Banjar, Dayak, Tionghoa, dan lainnya.

Dari sekian banyak suku itu merupakan aset tak ternilai yang dimiliki NKRI yang tidak hanya dari sisi sumber daya manusia melainkan segi pertahanan negara. Mereka tentunya setiap suku juga mempunyai bahasa dan adat istiadat masing-masing sehingga semakin menambah pula khazanah kebudayaan nasional Indonesia.

Pernahkah kita bertanya negara mana yang memiliki bahasa daerah terbanyak di dunia? Jawabannya adalah bahasa terbanyak di dunia kini ditempati oleh negara Papua Nugini dengan jumlah mencapai 867 bahasa. Sedangkan Indonesia menempati posisi kedua dengan sebanyak 742 bahasa.

Sebagian bahasa daerah di Indonesia telah punah, sebagian lagi terancam punah. Kalau kita tidak merawatnya bisa saja yang ada sekarang ini akan hilang ditelan teknologi atau pindah ke negeri lain.

Distribusi 742 bahasa di seluruh Indonesia rupanya berbanding terbalik antara jumlah bahasa dengan jumlah penduduk. Pulau Jawa dengan jumlah penduduk 123 juta orang memiliki tidak lebih dari 20 bahasa. Sebaliknya, Papua Barat yang penduduknya berjumlah 2 juta orang saja memiliki jumlah bahasa mencapai 271 bahasa.

Menurut jumlah penuturnya, bahasa yang terbanyak digunakan di Indonesia adalah:

bahasa Jawa
bahasa Melayu-Indonesia
bahasa Sunda
bahasa Madura
bahasa Batak
bahasa Minangkabau
bahasa Bugis
bahasa Aceh
bahasa Bali
bahasa Banjar
bahasa Makassar

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 742 bahasa yang ada di Indonesia.

Dengan memperoleh gambaran menyeluruh dari situasi kebahasaan di Indonesia, setidaknya diharapkan mampu menjadi bentuk pencegahan yang dapat dilakukan generasi kini untuk menghindarkan kepunahan bahasa yang ada saat ini.

Untuk mencegah terjadiny kepunahan bahasa tersebut, dibutuhkan pemahaman ekolinguistik, sebagai ilmu linguistik yang memperhatikan daya hidup bahasa itu sendiri.

Hal tersebut nyatanya membawa pengaruh pada kemungkinan kepunahan suatu bahasa di daerah yang ada di Indonesia, akibat dari kurangnya jumlah penutur bahasa di daerah yang memiliki jumlah ragam bahasa begitu banyak.

Terdapat bahasa yang berpotensi dalam tingkatan berbahaya. Bahasa tersebut secara sosial dan ekonomi tergolong minoritas dan memperoleh tekanan dari bahasa mayoritas.

Bahasa yang berada dalam kondisi bahaya dan terancam punah adalah bahasa yang tidak memiliki generasi muda yang menggunakan bahasa ibu. Generasi dewasa adalah satu-satunya kelompok yang masih menjadi penutur fasih.

Berbeda dengan kondisi bahasa yang masuk dalam klasifikasi kondisi berbahaya yang serius. Mereka adalah bahasa-bahasa yang penuturnya berasal dari generasi tua, usia 50 tahun ke atas.

Kondisi bahasa yang benar-benar sekarat karena penuturnya yang sedikit hanya dituturkan dari orang-orang berusia 70 tahun ke atas.

Suatu bahasa dikatakan punah jika ia sudah tak memiliki penutur. Kemungkinan hanya memiliki satu penutur, mengingat sang penutur tak memiliki rekan atau komunitas yang berkomunikasi dalam bahasa tersebut.

Sementara ini tata nilai budaya, terutama yang dimiliki oleh Indonesia tersimpan dalam kosakata, pantun, puisi, cerita rakyat, mitos, legenda, dan ungkapan lainnya.

Nah bukan kebetulan penulis adalah Suku Bugis, oleh karena itu untuk menghindari kepunahan bahasa Bugis yang bukan mustahil tergolong berpotensi terancam punah.

Oleh karena itu perlu memperoleh perhatian khusus sebelum benar-benar menghilang dari kehidupan ini. Berikut salah satu cara kami untuk melawan kepunahan itu.

Simak saja berikut ini namun kami tidak menuliskannya dalam huruf lontara melainkan dituturkan dalam huruf latin untuk memudahkan membacanya.

CINGARANA UGIE

pasibukke’ sai
lise’ cenranae
na irita sonrae

pasitumba’ sai
lise’na sampo genoe
na irita milla’e

pasiburu’ sai
sadda mparanie
na irita mpatie

pasilanro sai
poppa bune’e
na irita reppa’e

itawa’ !!!
sangadi maretto tellui
lise’na cenranae
kuaddampeng soro

TERJEMAHAN BEBAS

CINGARANA UGIE
(amarah bugis)

peradukan
badik dari sarungnya
kita lihat yang miring

perhadapkan
jimat di leher
kita lihat yang berkilau

peradu abukan
teriak yang berani
kita lihat yang menangis

adu benturkan
paha teguh kukuh
kita lihat yang pecah

tatap aku !!!
ku tak mundur setapakpun
kecuali senjata
sudah patah tiga

Oleh : Mursalim

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...