Sejarah Kecamatan Dua Boccoe

1196

Dua Boccoe adalah sebuah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibukota kecamatan adalah Uloe. Terletak di Bone Bagian utara Kabupaten Bone.

Awalnya kecamatan Dua Boccoe hanya terdiri 13 desa yaitu: Desa Pattiro, Laccori, Pakkasalo, Uloe, Tawaroe, Ujung, Padacenga, Melle, Sailong, Sanrangeng, Cabbeng, Panyili, dan Mario.

Namun seiring perkembangannya hingga saat ini kecamatan Dua Boccoe terdiri 1 kelurahan dab 21 desa yaitu:

1. Kelurahan Unyi
2. Desa Mario
3. Desa Laccori
4. Desa Pattiro
5. Desa Cabbeng
6. Desa Panyili
7. Desa Sanrangeng
8. Desa Sailong
9. Desa Melle
10.Desa Pakkassalo
11.Desa Tawaroe
12.Desa Uloe
13.Desa Ujung
14.Desa Padacenga
15.Desa Lallatang
16.Desa Kampoti
17.Desa Praja Maju
18.Desa Tocina
19.Desa Tempe
20.Desa Solo
21.Desa Watang Padacenga
22.Desa Matajang

Kecamatan Dua Boccoe memiliki potensi wisata yang cukup dikenal antara lain Gua Mampu, Pemandian Alam Sailong, Pemandian Alam Tempe, dan Pemandian Alam Panyili, serta Bendungan Teppo’e di Desa Tempe.

Selain itu, kecamatan Dua Boccoe dikenal memiliki dua pegunungan yaitu gunung Mampu dan gunung Sailong. Kedua gunung tersebut merupakan asal muasal penyebutan nama Dua Boccoe artinya dua gunung. Dalam bahasa Bugis wilayah ketinggian disebut bocco. Dua ketinggian/bocco itu adalah gunung Mampu dan gunung Sailong yang diantarai oleh sungai tempe (salo tempe).

Dahulu kala di kecamatan Dua Boccoe terdapat dua kerajaan yaitu kerajaan mampu dan kerajaan Sailong. Kedua kerajaan bertetangga itu masing-masing mempunyai pemerintahan (akkarungeng) yang dipimpin seorang Sulewatang. Selanjutnya berdiri kelompok lainnya yaitu Sulewatang Melle dan Sulewatang Ujung. Bahkan Sulewatang Ujung salah satu anggota Hadat Tujuh yang pernah ada di kerajaan Bone.

Setelah itu Sulewatang Ujung menjadi Matoa Ujung yang selanjutnya disebut Arung Ujung, Arung Melle, dan Arung Sailong. Ratu Bone We Tenrituppu adalah Mangkau’ yang mula-mula mengangkat Arung Pitu (tujuh pemegang adat/ade’ pitu) di Bone, di antaranya:

1. ARUNG UJUNG, bertugas Mengepalai Urusan Penerangan Kerajaan Bone
2. ARUNG PONCENG, bertugas Mengepalai Urusan Kepolisian/Kejaksaan dan Pemerintahan
3. ARUNG TA, Bertugas Bertugas Mengepalai Urusan Pendidikan dan Urusan Perkara Sipil
4. ARUNG TIBOJONG, Bertugas Mengepalai Urusan Perkara / Pengadilan Landschap/ Hadat Besar dan Mengawasi Urusan Perkara Pengadilan Distrik.
5. ARUNG TANETE RIATTANG, Bertugas Mengepalai Memegang Kas Kerajaan, Mengatur Pajak dan Mengawasi Keuangan
6. ARUNG TANETE RIAWANG, Bertugas Mengepalai Pekerjaan Negeri (Landsahap Werken-LW) Pajak Jalan Pengawas Opzichter.
7. ARUNG MACEGE, Bertugas Mengepalai Pemerintahan Umum Dan Perekonomian.

Pada zaman kerajaan Mampu salah satu sungai tempat permandian raja yaitu sungai tempe atau Salo Tempe yang saat ini terletak di sekitar kampung yang bernama Tolecceng sementara di kerajaan Sailong terdapat sungai yang mata airnya di kaki gunung Sailong, mata air tersebut biasa disebut “uttangnge ri Sailong”.

Sementara Arung Melle biasa menggunakan air sungai yang terletak di sekitar Batu Lenggae yang di sekitar itu ada juga yang disebut Salo Lakebbong. Sementara Arung Ujung menggunakan air sumur yang disebut “bubung paranie”. Sementara daerah sekitarnya seperti Uloe, Pakkasalo, Tawaroe, dan lainnya menggunakan air sungai Walennae.

Selain itu di wilayah Dua Boccoe terdapat pula komunitas adat sejenis Sulewatang yakni Sulewatang Panynyili atau Arung Panynyili. Di daerah itu terdapat pula “uttang” atau mata air. Kemudian di antara Panynyili, Palla Kawu-kawue, dan Tolecceng terdapat bendungan yang disebut “Teppo”.

Karena kurangnya data-data pendukung sehingga kehidupan masyarakat Dua Boccoe yang mempunyai peradaban yang cukup tinggi tidak terpublikasi secara luas. Padahal di wilayah ini mempunyai banyak pengaruh atas kebesaran kerajaan Bone di masa lampau.

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi arkeolog atau peneliti yang tidak hanya meneliti keberadaan Gua Mampu namun bukan tidak mungkin masih ada situs-situs lainnya yang belum diketahui. Bahkan di wilayah Dua Boccoe ada sebuah kampung yang bernama Unynyi yang merupakan tempat perjanjian dua kerajaan besar yakni Bone dan Luwu. Perjanjian itu disebut “Perjanjian Polo Malelae ri Unynyi”.

Itulah kilasan sejarah singkat tentang penamaan Dua Boccoe menjadi nama kecamatan hingga sekarang ini.

Nah, sebagai tambahan dapat pula disimak tentang Dasar Hukum Terbentuknya Organisasi Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Bone

Perda Kab.Bone Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Bone

Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai perangkat Daerah kabupaten Bone, dan Kelurahan adalah merupakan wilayah Kerja Lurah sebagai perangkat Daerah Kabupaten Bone dalam Wilayah Kecamatan.

Kecamatan yang dimaksud, yaitu:

1. Kecamatan Ajangale
2. Kecamatan Amali
3. Kecamatan Awangpone
4. Kecamatan Barebbo
5. Kecamatan Bengo
6. Kecamatan Bonto Cani
7. Kecamatan Cenrana
8. Kecamatan Cina
9. Kecamatan Dua Boccoe
10. Kecamatan Kahu
11. Kecamatan Kajuara
12. Kecamatan Lamuru
13. Kecamatan Lappariaja
14. Kecamatan Libureng
15. Kecamatan Mare
16. Kecamatan Palakka
17. Kecamatan Ponre
18. Kecamatan Patimpeng
19. Kecamatan Salomekko
20. Kecamatan Sibulue
21. Kecamatan Tanete Riattang
22. Kecamatan Tanete Riattang Barat
23. Kecamatan Tanete Riattang Timur
24. Kecamatan Tellu Limpoe
25. Kecamatan Tellu Siattinge
26. Kecamatan Tonra
27. Kecamatan Ulaweng

Kelurahan yang dimaksud yaitu:

1. Kelurahan Bukaka
2. Kelurahan Watampone
3. Kelurahan Walanae
4. Kelurahan Manurunge
5. Kelurahan Biru
6. Kelurahan Pappolo
7. Kelurahan Masumpu
8. Kelurahan Ta
9. Kelurahan Macanang
10. Kelurahan Majang
11. Kelurahan Macege
12. Kelurahan Jeppe’e
13. Kelurahan Polewali
14. Kelurahan Watang Palakka
15. Kelurahan Matirowalie
16. Kelurahan Bulu Tempe
17. Kelurahan Cellu
18. Kelurahan Tibojong
19. Kelurahan Bajoe
20. Kelurahan Lonrae
21. Kelurahan Toro
22. Kelurahan Panyula
23. Kelurahan Waetuo
24. Kelurahan Pellette
25. Kelurahan Tana Batue
26. Kelurahan Lalebata
27. Kelurahan Unyi
28. Kelurahan Cenrana
29. Kelurahan Tokaseng
30. Kelurahan Otting
31. Kelurahan maccope
32. Kelurahan Tanete
33. Kelurahan PalattaE
34. Kelurahan Kahu
35. Kelurahan Padaelo
36. Kelurahan Maroanging
37. Kelurahan Pancaitana
38. Kelurahan Cinnong
39. Kelurahan Awang Tangka

Oleh : Mursalim