No menu items!
11.8 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Syair Terakhir Menjelang Kematian

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Syair jiwa manusia menembus dimensi ruang dan waktu yang tak berbatas. Ia memiliki kekuatan batin, energi alam semesta dan getar kehidupan. Tutur dari lidah penyair apalagi ulama bisa menjadi doa yang didengar Tuhan Yang Tiada Duanya.

Jangan khawatirkan sehatku. Cita-citaku, kalau tidak mati di depan Ka’bah, ya mati di atas panggung. Jangan pikirkan siapa aku, kalau tidak tersungkur di atas sajadah, ya aku mati di atas mimbar masjid.

Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Barangkali satu denyut lepas, oh satu denyut lepas. Tepat di saat tak jelas batas-batas, sayangku. Segalanya terhempas, oh segalanya terhempas!

Laut masih berombak, gelombangnya entah ke mana. Angin masih berhembus, topannya entah ke mana. Bumi masih beredar, getarnya sampai ke mana? Semesta masih belantara, sunyi sendiri ke mana?

Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Barangkali hilir-mudik di suatu titik tumpang-tindih merintih dalam satu nadi, sayangku. Sampai tetes embun pun selesai, tak menitik!

Gelombang lain datang begitu lain. Topan lain datang begitu lain. Gelap lain datang begitu lain. Sunyi lain begitu datang sendiri tak bisa lain!

Aku lemas tapi berdaya. Aku tidak pernah sesak nafas. Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi sandar yang wajar. Insya Allah, tuhanku akan mewajarkan.

Aku ingin membasuh tubuhku dari racun kimia dunia. Aku ingin kembali pada jalan alam. Aku ingin melanjutkan pengabdian kepada tuhanku. Allah Yang Maha Esa.

Tuhan, di bawah matahari-Mu yang hangat meledak-ledak. Begitu dingin melumuri tangan-tangan malaikat. Dan aku yang terpingsan-pingsan dekat tungku yang penuh kehangatan dan cinta.

Tuhan, beri aku waktu sebelum nyawa merengang meninggalkan tanah lapang duniawi yang kimiawi. Sementara segala adat pangadereng sedang tertatih-tatih menuju gusur di tepi tanah yang amat landai.

Bahwa bertolak dalam falsafah sastra Bugis dalam syair klasik rilalenna galigoe rimakkedanna:

cokkong mua minasae
nakkelo dewata seuwwae
naiyya maddupa

berpucuk jua harapan
kehendak tuhanlah yang berlaku
maka itulah yang menjadi kenyataan

Akkatana:
Atabbakkarenna minasae paddennuangnge idi mua napolei. Naekulle, elo kulle simata-na mua puang marajae Talle majjajareng naiyya mua mannessa.

Batu kecubung warnanya ungu. Ditatah berlian batunya bermutu. Kebiasaan orang Bugis menyongsong tamu. Hamparkan tikar lebarkan pintu. Duduk bersila perkuat silaturahmi.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...