No menu items!
0.9 C
Munich
Kamis, 26 November 20

Syair Terakhir Menjelang Kematian

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Syair jiwa manusia menembus dimensi ruang dan waktu yang tak berbatas. Ia memiliki kekuatan batin, energi alam semesta dan getar kehidupan. Tutur dari lidah penyair apalagi ulama bisa menjadi doa yang didengar Tuhan Yang Tiada Duanya.

Jangan khawatirkan sehatku. Cita-citaku, kalau tidak mati di depan Ka’bah, ya mati di atas panggung. Jangan pikirkan siapa aku, kalau tidak tersungkur di atas sajadah, ya aku mati di atas mimbar masjid.

Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Barangkali satu denyut lepas, oh satu denyut lepas. Tepat di saat tak jelas batas-batas, sayangku. Segalanya terhempas, oh segalanya terhempas!

Laut masih berombak, gelombangnya entah ke mana. Angin masih berhembus, topannya entah ke mana. Bumi masih beredar, getarnya sampai ke mana? Semesta masih belantara, sunyi sendiri ke mana?

Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku? Barangkali hilir-mudik di suatu titik tumpang-tindih merintih dalam satu nadi, sayangku. Sampai tetes embun pun selesai, tak menitik!

Gelombang lain datang begitu lain. Topan lain datang begitu lain. Gelap lain datang begitu lain. Sunyi lain begitu datang sendiri tak bisa lain!

Aku lemas tapi berdaya. Aku tidak pernah sesak nafas. Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi sandar yang wajar. Insya Allah, tuhanku akan mewajarkan.

Aku ingin membasuh tubuhku dari racun kimia dunia. Aku ingin kembali pada jalan alam. Aku ingin melanjutkan pengabdian kepada tuhanku. Allah Yang Maha Esa.

Tuhan, di bawah matahari-Mu yang hangat meledak-ledak. Begitu dingin melumuri tangan-tangan malaikat. Dan aku yang terpingsan-pingsan dekat tungku yang penuh kehangatan dan cinta.

Tuhan, beri aku waktu sebelum nyawa merengang meninggalkan tanah lapang duniawi yang kimiawi. Sementara segala adat pangadereng sedang tertatih-tatih menuju gusur di tepi tanah yang amat landai.

Bahwa bertolak dalam falsafah sastra Bugis dalam syair klasik rilalenna galigoe rimakkedanna:

cokkong mua minasae
nakkelo dewata seuwwae
naiyya maddupa

berpucuk jua harapan
kehendak tuhanlah yang berlaku
maka itulah yang menjadi kenyataan

Akkatana:
Atabbakkarenna minasae paddennuangnge idi mua napolei. Naekulle, elo kulle simata-na mua puang marajae Talle majjajareng naiyya mua mannessa.

Batu kecubung warnanya ungu. Ditatah berlian batunya bermutu. Kebiasaan orang Bugis menyongsong tamu. Hamparkan tikar lebarkan pintu. Duduk bersila perkuat silaturahmi.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...