No menu items!
0.9 C
Munich
Kamis, 26 November 20

Doja Penabuh Bedug dari Kampung Bugis

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Tahun 70-an Doja bertugas sebagai penjaga masjid selain itu pada saat tiba salat lima waktu sebagai penabuh bedug masjid atau langgar. Bila bedug masjid ditabuh sebanyak empat kali menandakan rakaat dalam salat. Misal pada pukulan terakhir beduk bunyi dua kali menandakan salat subuh, apabila empat kali menandakan duhur, ashar, dan isya, dan pukulan terakhir tiga kali menandakan magrib. Namun sebelumnya ditabuh berulang-ulang sebagai tanda bersiap-siap.

Bedug masjid terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.

Fungsi sosial bedug yaitu sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas. Tahun 80-an bedug digantikan oleh pengeras suara namun di kampung-kampung tertentu masih tetap mempertahankan bedug (genrang).

Di kampung Bugis, orang yang bekerja sebagai Doja disebut Paddoja selain menjaga masjid dan menabuh beduk ia juga yang mengumandangkan azan setiap waktu salat tiba. Doja secara harfiah artinya begadang yang bermakna menunggu waktu.

Doja ditunjuk berdasarkan hasil musyawarah yang kemudian ditentukan oleh Imam/Khatib. Tidak sembarang orang bisa menjadi Doja. Seorang Doja harus memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, disiplin dan harus bisa mengatur waktu dengan baik. Dua jam sebelum tiba waktu salat sudah harus berada di masjid.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya biasanya mendatangi rumah warga di sekitar masjid untuk minta sedekah. Jadi seminggu dua kali yaitu hari Rabu dan Kamis dengan mendatangi tiap-tiap rumah di lingkungan mesjid yang dijaganya minta sedekah. Apa saja yang diberikan oleh warga diterimanya dengan segala senang hati.

Pada bahunya tergantung sehelai kain yang telah dijahitnya buat menaruh apa-apa yang didapatnya pada tiap-tiap rumah yang dikunjunginya. Biasa juga menggunakan “balasse” atau kesek sebagai wadah.

Warga setempat sudah tahu hari kedatangannya, sedekah untuk Paddoja memang sudah disiapkan sebelumnya. Biasanya pak Doja tidak naik ke rumah warga hanya menunggu di depan pintu atau tangga sambil mengucapkan salam. Ada yang memberi bantuan berupa beras, jagung, bahkan ada juga warga memberikan uang kalau beras lagi kurang.

Doja di masa lalu tidak pernah kekurangan kebutuhan sehari-hari seperti makanan. Apabila ada warga yang melakukan hajatan, biasanya makanan dibungkuskan atau disisihkan juga untuk Paddoja.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...