No menu items!
13.9 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Mappanretasi kearifan lokal Bugis

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Mappanretasi artinya memberi makan laut atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan Pesta Laut atau Pesta Pantai. Acara mappanretasi ini merupakan adat suku Bugis yang diturunkan secara turun temurun khususnya yang berdomisili di tepi laut.

Bahkan kegiatan mappanretasi ini masih dilaksanakan orang Bugis yang sudah menetap di tahah rantau seperti halnya di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia.

Acara mappanretasi ini dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rezeki yang dilimpahkan dari laut yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat Bugis yang berprofesi sebagai nelayan (pakkaja).

Pelaksana utama Mappanretasi ini adalah seorang Sanro, yaitu gelar tokoh yang diberikan kepada seseorang yang memiliki ilmu dan kemampuan khusus. Gelar sandro merupakan kearifan lokal Bugis yang diperoleh secara turun temurun. Karena itu tidak sembarangan orang bisa menjadi sanro.

Secara umum, pelaksanaan Mappanretasi ini dilakukan dengan melarungkan atau menghanyutkan beberapa jenis makanan tertentu atau sajen, seperti pisang raja, nasi ketan putih, hitam, kuning, dan merah jambu yang melambangkan unsur di bumi, serta ayam.

Selanjutnya sajen dan ayam-ayam ini dinaikkan di atas kapal nelayan yang sudah disiapkan, disambut Sanro. Sementara Sanro memberi aba-aba agar kapal bertolak dari pantai menuju ke titik tengah pantai. Biasanya posisi ini telah ditentukan sebelumnya pada malam hari sebelum acara puncak dilaksanakan.

Setelah posisi tepat berada di titik tengah pantai yang telah ditentukan, upacara pemotongan ayam dan melarutkan sajenpun dilakukan, diiringi oleh doa selamat atau darari.

Acara mappanretasi kerap juga dilaksanakan suku Bajo Kabupaten Bone. Biasanya dilakukan sebelum menurunkan perahu ke laut yang baru saja dibuat. Acara itu disebut mallorolopi (menurunkan perahu). Dan yang kerap melakukan mallorolopi di Bulukumba di sana memang dikenal tempat pembuatan perahu.

Sebelum mallorolopi biasanya didahului mappanretasi. Hal itu dilakukan dengan tujuan minta izin dan memohon perlindungan Tuhan agar perahunya bisa dipergunakan dengan selamat untuk mencari reseki dengan hasil melimpah.

Mappanretasi dan mallorolopi ini merupakan kearifan lokal Bugis yang hingga sekarang masih dipelihara oleh orang Bugis termasuk yang berdomisili dan menetap di perantauan.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...