No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Hawa Nafsu dan Babak Penghancuran

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Berjihad mengendalikan hawa nafsu dan syahwat adalah jihad yang paling mendasar bagi manusia. Jihad adalah berjuang, berusaha, ataupun berikhtiar dengan sungguh-sungguh.

Tak mungkin kita dapat melakukan jihad manakala kita tidak mampu mengendalikan hawa nafsu sendiri. Mustahil pula sebuah negara menjadi kuat aman tenteram manakala pemimpinnya tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya.

Pada hakikatnya manusia tidak dapat melawan hawa nafsu akan tetapi manusia itu harus mampu mengendalikannya. Sebab tanpa hawa nafsu kita tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk mengejar cita-cita diperlukan hawa nafsu, namun hawa nafsu yang terlalu kuat dan bergejolak dapat menjadi penghancur sebuah cita dan harapan.

Seorang pemimpin kelompok dengan hawa nafsu tak terkendali kemudian mengajak orang lain anggota kelompoknya untuk melakukan demo perlawanan terhadap sebuah kebijakan biasanya akan mengalami kegagalan. Ia hanya menuruti kehendak pribadinya yang menggebu-gebu tanpa pertimbangan akhirnya orang lain pun ikut terjerumus bahkan tak jarang berujung kematian.

Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia yang berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang.

Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut.

Hawa nafsu dapat berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya; namun pada umumnya dihubungkan dengan hawa nafsu seksual.

Secara harfiah “Hawa nafsu” terdiri dari dua kata: hawa dan nafsu. Nafsu bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik.

Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.

Hawa, Nafsu dan Syahwat berasal dari bahasa Arab yang diartikan sebagai berikut:

Hawa : sangat cinta, kehendak.
Nafsu : roh, nyawa, jiwa, tubuh, diri seseorang, kehendak,niat, selera, usaha.
Syahwat: keinginan untuk mendapatkan yang lezat, berahi.

Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai “syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia,” yang bertugas untuk mengusung manusia kepada pengingkaran.

Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang.

Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya.

Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan atau dalam realita kehidupan. Maka dari itu menyucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut.

Rasa tidak suka yang diakhiri kebencian yang berlebihan, di sinilah cela masuknya iblis menggoda dan mendorong hawa nafsu untuk bergerak mengobrak-abrik kehidupan manusia itu sendiri. Ketika hawa nafsu tetap berjalan pada koridornya akan menciptakan kedamaian. Sebaliknya bisa pula menciptakan kehancuran seperti yang terjadi sekarang ini.

Di mana-mana di atas bumi ini telah mulai terjadi babak penghancuran baik dari sisi penghancuran manusia, agama, maupun peradaban, yang kesemuanya ini diakibatkan hawa nafsu tanpa kendali. (BUGINESSE)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...