No menu items!
2 C
Munich
Selasa, 24 November 20

Ketika lawan sudah di depan, Tak ada lagi Waktu saling Menyalahkan, Ikuti Pemimpinmu

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Penyebaran virus corona (covid-19) yang bersifat global (pandemi) dan menurut data WHO sampai tanggal 17 April 2020 telah merenggut nyawa sebanyak 139.378 kematian di 212 Negara Terjangkit. Di Indonesia sendiri 520 meninggal dari 34 provinsi.

Dalam situasi dan kondisi demikian itu masing-masing negara berusaha dan berjibaku sekuat tenaga untuk melawan penyebaran virus corona tersebut untuk melindungi warganya.

Banyak negara telah mengeluarkan kebijakan yang tidak populer mulai physical distancing, pembatasan sosial berskala besar, lock down, sampai penutupan tempat-tempat ibadah.

Pemerintah Indonesia tak ketinggalan berusaha pula melindungi rakyatnya dari serangan virus mematikan itu. Dengan bekerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan maklumat yang sepanjang sejarah NKRI baru pertama kali terjadi.

Salah satu kebijakan yang ditempuh dengan pelarangan berkumpul di tempat-tempat ibadah. Langkah ini ditempuh semata-mata bertujuan demi keselamatan warganya.

Tentunya pemberlakuan itu berdasarkan pertimbangan yang matang oleh para ulama. Namun sayangnya masih ada di antara saudara-saudara kita sendiri yang merasa hebat dari pemerintah dan para ulama.

Mereka merasa aman dari Virus Corona karena merasa dekat dengan Allah yang tentunya pendapat ini KELIRU BESAR!!!

Ketahuilah Wahai Saudaraku …

Rasulullah adalah manusia yang paling dekat dengan Allah, bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran Kafir Quraisy. Bukan karena dia takut atau pengecut,tapi RISALAH AGAMA ini harus sampai ke generasi berikutnya …

Nabi Musa Alaihi Salam adalah salah satu Ulul Azmi, salah satu manusia yang paling dicintai oleh Allah Subhanawataala berlari menyeberangi laut mati menghindari kejaran Firaun. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi Agama ini tidak menginginkan umatnya mati konyol.

Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah manusia kedua yang paling dicintai oleh Allah Subhana waataala pernah berlari dari kejaran Namrudz. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi agama ini kadang harus mengalah untuk menang.

Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu adalah manusia yang dijamin masuk syurga pernah menghindari kampung yang terkena wabah (tha’un). Bukan karena dia takut atau pengecut tapi beliau berpendapat bahwa berlarilah dari takdir buruk ke takdir yang baik.

Dan kalian yang bukan Rasul, bukan Nabi, bukan pula manusia yang dijamin Syurga dengan pongah seolah menantang wabah (tha’un) dengan berkata jika kita dekat dengan Allah maka wabah itu tidak akan mendekati kita.

Ketahuilah Saudaraku … Jangan engkau JAHIL dengan ilmumu, bukankah lebih baik menghindari Mudharat daripada mengambil Manfaat ??

Apa yang diputuskan MUI itulah yang terbaik untuk saat ini. Insya Allah sudah sesuai tuntunan. Yakin dan percaya para Ulama dalam mengambil keputusan di hati kecilnya pasti menangis sama seperti kita.

Wahai Saudaraku …

Berhentilah mengeluarkan nalar dan opini sendiri yang ujung-ujungnya dapat memprovokasi saudara-saudara kita yang lainnya. Karena Anda tidak lebih dari ilmu para ulama.

Ketika lawan sudah di depan bukan lagi waktunya saling menyalahkan, ikuti pemimpinmu.

(Tim Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bone)

Berita sebelumyaAngkara Murka
Berita berikutnyaCorona dan Sumpah Serapah
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...