No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Ketika lawan sudah di depan, Tak ada lagi Waktu saling Menyalahkan, Ikuti Pemimpinmu

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Penyebaran virus corona (covid-19) yang bersifat global (pandemi) dan menurut data WHO sampai tanggal 17 April 2020 telah merenggut nyawa sebanyak 139.378 kematian di 212 Negara Terjangkit. Di Indonesia sendiri 520 meninggal dari 34 provinsi.

Dalam situasi dan kondisi demikian itu masing-masing negara berusaha dan berjibaku sekuat tenaga untuk melawan penyebaran virus corona tersebut untuk melindungi warganya.

Banyak negara telah mengeluarkan kebijakan yang tidak populer mulai physical distancing, pembatasan sosial berskala besar, lock down, sampai penutupan tempat-tempat ibadah.

Pemerintah Indonesia tak ketinggalan berusaha pula melindungi rakyatnya dari serangan virus mematikan itu. Dengan bekerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan maklumat yang sepanjang sejarah NKRI baru pertama kali terjadi.

Salah satu kebijakan yang ditempuh dengan pelarangan berkumpul di tempat-tempat ibadah. Langkah ini ditempuh semata-mata bertujuan demi keselamatan warganya.

Tentunya pemberlakuan itu berdasarkan pertimbangan yang matang oleh para ulama. Namun sayangnya masih ada di antara saudara-saudara kita sendiri yang merasa hebat dari pemerintah dan para ulama.

Mereka merasa aman dari Virus Corona karena merasa dekat dengan Allah yang tentunya pendapat ini KELIRU BESAR!!!

Ketahuilah Wahai Saudaraku …

Rasulullah adalah manusia yang paling dekat dengan Allah, bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran Kafir Quraisy. Bukan karena dia takut atau pengecut,tapi RISALAH AGAMA ini harus sampai ke generasi berikutnya …

Nabi Musa Alaihi Salam adalah salah satu Ulul Azmi, salah satu manusia yang paling dicintai oleh Allah Subhanawataala berlari menyeberangi laut mati menghindari kejaran Firaun. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi Agama ini tidak menginginkan umatnya mati konyol.

Nabi Ibrahim Alaihi Salam adalah manusia kedua yang paling dicintai oleh Allah Subhana waataala pernah berlari dari kejaran Namrudz. Bukan karena dia takut atau pengecut tapi agama ini kadang harus mengalah untuk menang.

Khalifah Umar Radhiyallahu Anhu adalah manusia yang dijamin masuk syurga pernah menghindari kampung yang terkena wabah (tha’un). Bukan karena dia takut atau pengecut tapi beliau berpendapat bahwa berlarilah dari takdir buruk ke takdir yang baik.

Dan kalian yang bukan Rasul, bukan Nabi, bukan pula manusia yang dijamin Syurga dengan pongah seolah menantang wabah (tha’un) dengan berkata jika kita dekat dengan Allah maka wabah itu tidak akan mendekati kita.

Ketahuilah Saudaraku … Jangan engkau JAHIL dengan ilmumu, bukankah lebih baik menghindari Mudharat daripada mengambil Manfaat ??

Apa yang diputuskan MUI itulah yang terbaik untuk saat ini. Insya Allah sudah sesuai tuntunan. Yakin dan percaya para Ulama dalam mengambil keputusan di hati kecilnya pasti menangis sama seperti kita.

Wahai Saudaraku …

Berhentilah mengeluarkan nalar dan opini sendiri yang ujung-ujungnya dapat memprovokasi saudara-saudara kita yang lainnya. Karena Anda tidak lebih dari ilmu para ulama.

Ketika lawan sudah di depan bukan lagi waktunya saling menyalahkan, ikuti pemimpinmu.

(Tim Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bone)

Berita sebelumyaAngkara Murka
Berita berikutnyaCorona dan Sumpah Serapah
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...