No menu items!
2.6 C
Munich
Rabu, 25 November 20

Prof. Quraish Shihab: Salat Tarawih di Masjid Saat Corona Hukumnya Mendekati Haram

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A. lahir di Rappang, Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944 adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al-Qur’an.

Quraish Shihab meminta umat islam mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak salat Tarawih di masjid selama Ramadan 1441 Hijriah.

Menurutnya, aksi seorang muslim yang tetap memaksakan salat berjemaah di masjid di tengah pandemi Corona bisa mendekati haram.

“Jangan memaksakan diri, boleh jadi pergi kita berkata pergi salat berjemaah di masjid untuk salat Tarawih atau salat apa pun itu bisa mendekati haram. Kalau tidak haram, paling sedikit dia makruh,” kata Quraish Shihab saat siaran langsung BNPB, Jumat (24/4/2020).

Menurut mantan Menteri Agama itu, dalam konteks ini, agama menetapkan memelihara kesehatan menjadi kewajiban. Namun, bukan berarti masyarakat tidak bisa beribadah.

Masyarakat tetap bisa salat Tarawih di rumah masing-masing. Salat Tarawih di rumah tak mengurangi substansi ibadah.

Quraish mencontohkan sikap Nabi Muhammad SAW selama menjalani salat Tarawih di bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad, kata Quraish, hanya pergi salat Tarawih di masjid pada 3 hari pertama Ramadhan. Sisanya, yakni selama 27 hari, Nabi Muhammad beribadah di rumah. Untuk itu, Quraish mengimbau masyarakat tidak mempermasalahkan kebijakan ibadah di rumah.

“Nabi hanya melakukannya tiga kali, tiga malam berturut-turut. Kemudian setelah itu, beliau melaksanakannya di rumah. Jika demikian, kalau kita tidak ke masjid, itu tidak jadi masalah. Bahkan kita bisa berkata, kalau kita salat di rumah, justru meneladani Rasul SAW yang salat di rumah,” jelasnya.

Selain Tarawih, umat Islam yang terbiasa iktikaf di masjid bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT di rumah. Pada dasarnya, iktikaf menjadi momen merenung dan introspeksi diri.

“Di masjid itu sebenarnya hanya agar kita tidak terganggu dengan orang lain. Jadi, tidak ada alasan untuk bersikeras harus ke masjid,” tegas Quraish.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...