No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Belanja di Warung Tetangga Wujud Kearifan Lokal Bugis

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Agar pelaku usaha warung klontong dan kios tetap eksis dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya di tengah pandemi covid-19.

Ajakan tersebut berdasarkan Imbauan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 443.2/2930/DK-UKM dan Imbauan Bupati Bone Nomor 700/822/V/EKON

Ajakan kepada khalayak ramai untuk kembali membudayakan berbelanja di warung tradisional milik tetangga, salah satu kearifan lokal yang perlu dilestarikan dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan usaha kecil menengah.

Sebenarnya apa keuntungan yang kita peroleh jika kita belanja di “Warung Tetangga”. Ketika kita membeli di warung tetangga, selain dekat, juga ada interaksi sosial bukan sekadar transaksi barang.

Kelebihan lain, yaitu harga di warung tetangga yang relatif lebih murah, hemat ongkos parkir, bensin serta waktu. Dari sisi perekonomian kita dapat menumbuhkan, membantu pemerataan perekonomian, serta memberdayakan masyarakat.

Bayangkan betapa bahagianya tetangga pemilik warung saat kita belanja senilai misalnya 50 ribu, padahal nilai ini tidak ada artinya jika kita belanja di swalayan besar.

Melalui warung tetangga pula ratusan sales berdatangan, sehingga membantu mempertahankan lapangan pekerjaan.

Selain itu terdapat nilai silaturahmi antar tetangga sehingga lebih mengetahui kondisi tetangga, bisa mengerti kondisi kampung serta perubahan-perubahan yang terjadi di kampung.

Terlebih di tengah pandemi covid-19 Inilah wujud kepedulian kita dari sisi kemanusiaan jika berbelanja di Warung Tetangga.

Belanja di warung tetangga salah satu bentuk kearifan lokal Bugis di masa lalu yang pernah dicanangkan La Temmassonge Raja Bone ke-22 yang memerintah dalam tahun 1749-1775 Masehi. Beliau pula yang memasyarakatkan siar-siar ekonomi dengan membangun pasar-pasar tradisional.

Dalam Bugis dikenal konsep ekonomi SIPATUO artinya terciptanya interaksi antar satu sama lain dan saling membantu memenuhi kebutuhan hidup. Hal itu sesuai pula falsafah Sipatuo Sipatokkong yakni saling menghidupkan dan menegakkan. (Murs).

Berita sebelumyaAmarah Manusia Bugis (Puisi)
Berita berikutnyaPappaseng Bugis
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...