No menu items!
14.8 C
Munich
Minggu, 20 September 20

Raja Bone Dari Masa Kemasa

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Sejak Bone terbentuk sebagai sebuah kerajaan tahun 1330 dipimpin sebanyak 33 raja/ratu. Masa kerajaan berakhir tahun 1951. Berikut daftar nama-nama yang pernah menjadi raja/ratu di kerajaan Bone.

1. Manurunge ri Matajang, Mata Si Lompoe, 1330-1365 (Pria)
2. La Ummasa, Petta Panre Bessie, 1365-1368 (Pria)
3. La Saliyu Korampelua, 1368-1470 (Pria)
4. We Banrigau, Mallajangnge ri Cina, 1470-1510 (Wanita)
5. La tenrisukki, Mappajungnge, 1510-1535 (Pria)
6. La Uliyo Bote’e, Matinroe ri Itterung, 1535-1560 (Pria)
7. La Tenrirawe Bongkange Matinro ri Gucinna, 1560-1564 (Pria)
8. La Inca, Mattinroe ri Addenenna, 1564-1565 (Pria)
9. La Pattawe, Mattinroe ri Bettung, 1565-1602 (Pria)
10. We Tenrituppu, Matinroe ri Sidenreng, 1602-1611 (Wanita)
11. La Tenriruwa, Sultan Adam, Matinroe ri Bantaeng, 1611-1616 (Pria)
12. La Tenripale, Matinroe ri Tallo, 1616-1631 (Pria)
13. La Maddaremmeng, MatinreE ri Bukaka, 1631-1644 (Pria)
14. La Tenriaji Tosenrima, Arung Awampone, Matinroe ri Siang, Pangkep,1644-1672 (Pria)
15. La Tenritatta, Daeng Serang Malampee Gemme’na Arung Palakka, 1672-1696 (Pria)
16. La Patau Matanna Tikka, Matinroe ri Nagauleng, 1696-1714 (Pria)
17. We Bataritoja, Sultanah Zainab Zukiyahtuddin, Datu Talaga Arung Timurung, 1714-1715 (Wanita)
18. La Padassajati, To Appeware Sultan Sulaeman, Petta Rijalloe, 1715-1718 (Pria)
19. La Pareppa To Sappewali Sultan Ismail Matinroe ri Sombaopu 1718-1721 (Pria)
20. La Panongi,To Pawawoi Arung Mampu Karaeng Bisei, 1721-1724 (Pria)
21. We Bataritoja, Sultanah Zainab Zukiyahtuddin, Datu Talaga Arung Timurung, 1724-1749 (Wanita)
22. La Temmasonge, To Appawali Sultan Abdul Razak Matinroe ri Mallimongeng, 1749-1775 (Pria)
23. La Tenritappu, Sultan Ahmad Saleh, 1775-1812 (Pria)
24. La Mappasessu, To Appatunru, Sultan Ismail Muhtajuddin, Matinroe ri Lalebbata 1812-1823 (Pria)
25. We I Maniratu, Arung Data, Sultan Rajituddin Matinroe ri Kessi, 1823-1835 (Wanita)
26. La Mappaselling, Sultan Adam Najamuddin Matinroe ri Salassana, 1835-1845 (Pria)
27. La Perenrengi, Sultan Akhmad Muhiddin Arung Pugi Matinroe ri Ajang Benteng, 1845-1857 (Pria)
28. We Tenriawaru, Sultanah Ummulhuda, Pancaitana Besse Kajuara Matinroe ri Majennang 1857-1860 (Wanita)
29. La Singkeru Rukka, Sultan Akhmad Idris Matinroe ri Topaccing, 1860-1871 (Pria)
30. We Fatimah Banri, Datu Citta Matinroe ri Bolampare’na,1871-1895 (Wanita)
31. Lapawawoi, Karaeng Sigeri Matinroe ri Bandung 1895-1905 (Pria)
32. La Mappanyukki, Sultan Ibrahim Matinroe ri Gowa,1931-1946 (Pria)
33. La Pabbenteng, Matinroe ri Matuju,1946-1951 (Pria)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...