No menu items!
2 C
Munich
Kamis, 3 Desember 20

Mantra Bugis

Must read

Sejarah Situs Gua Mampu

As.Al.Wr.Wb. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan tentang sejarah Gua Mampu yang berada di Dusun Aluppang Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe Kab.Bone Sulawesi Selatan. Saya akan...

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Mantra Bugis merupakan susunan kata-kata mengandung kekuatan gaib. Mereka sangat percaya akan adanya kekuatan gaib yang terkandung dalam mantra untuk merealisasikan tujuannya ke dalam wujud nyata.

Ada beberapa jenis mantra Bugis yakni Mantra adat istiadat, mantra pengobatan, mantra pemikat, dan mantra pelindung diri.

Sementara itu fungsi mantra Bugis di antaranya untuk mendirikan rumah, untuk menyimpan uang, mudah melahirkan, untuk mengobati sakit, untuk memanggil kekasih hati, untuk menundukan istri, untuk keberanian, untuk pelindung diri, untuk menambah kekuatan pukulan.

Makna mantra Bugis, yakni pertama, berkenaan dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Kedua, berkenaan dengan hubungan manusia dengan sesamanya. Ketiga, berkenaan dengan hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi nilai jaga diri, dan keempat, berkenaan dengan hubungan manusia dengan makhluk lainnya.

Kata-kata mantra dipilih secermat-cermatnya, kalimatnya tersusun dengan rapi, begitu pula dengan iramanya. Isinya dipertimbangkan sedalam-dalamnya. Ketelitian dan kecermatan memilih kata-kata, menyusun larik, dan menetapkan iramanya itu sangat diperlukan, terutama untuk menimbulkan tenaga gaib.

Hal ini dapat kita pahami karena suatu mantra yang diucapkan tidak dengan semestinya, kurang katanya, tidak akan dapat menimbulkan tenaga gaib lagi, sedangkan tujuan utama dari suatu mantra ialah untuk menimbulkan tenaga gaib.

Mantra merupakan salah satu tradisi yang berkembang secara lisan dan tergolong ke dalam salah satu bentuk tradisi lisan. Mantra merupakan jenis sastra lisan yang berbentuk puisi dan bagian dari genre sastra lisan kelompok folklor.

Fungsi mantra adalah untuk memengaruhi alam semesta atau binatang. Mantra muncul karena adanya keyakinan terhadap makhluk (hantu, jin, setan) serta benda-benda keramat dan sakti. Makhluk dan benda-benda tersebut diyakini ada yang jahat dan ada yang baik.

Makhluk yang jahat dianggap bisa mengganggu manusia, sedangkan makhluk yang baik diyakini bisa membantu manusia. Mahluk jahat ini dalam kalangan Bugis terbagi atas yang kasat mata dan tidak kasat mata.

Contoh yang kasat mata adalah mahluk pengganggu yang dapat dilihat secara nyata. Sementara yang tak kasat mata adalah yang tidak dapat dilihat dengan mata, misalnya hantu, jin, setan, virus, dan sejenisnya.

Jenis dan Struktur Mantra Bugis Terbagi Empat, yaitu Mantra Adat, Mantra Mantra Pengobatan, dan Mantra Pemikat. Mari kita simak satu persatu.

1. Jenis Mantra Adat

Mantra adat istiadat adalah mantra yang digunakan dalam kegiatan adat sehari-hari yang sudah menjadi kebiasaan secara turun-temurun. Contoh Mantra adat yaitu:

a. Patettong Bola (Membangun Rumah). Berikut bacaannya :

Salam 3x
Ukkung aseng tonge-tongemmu tanae
Ikkung aseng tonge-tongenna taue
Nabi Adam kaeko

Artinya:

Salam 3x
Ukkung nama sebenar-benarmu tanah
Ikkung nama sebenar-benarnya manusia
Nabi Adam yang menggali kamu.

b. Mattaro Do’i (Menyimpan Uang). Berikut bacaaannya :

Arase kursia aseng tonge-tongenna doie
Alipuna Allah taala taroko
Onrommo diondrong maradde
Mu mollii manengngi
Rangemmu maegae

Artinya:

Arase Kursia nama sebenar-benarnya uang
Alif Allah taala yang menyimpan kamu
Tempatmu ditempat yang tenang
Kamu panggil semua
Rekanmu yang banyak

Mantra ini dibacakan pada saat menyimpan uang di dalam kempu, yaitu sebutan tempat uang dalam suku bugis yang terbuat dari besi berbentuk celengan.

2. Jenis Mantra Pengobatan

Mantra pengobatan adalah mantra Bugis yang digunakan untuk mengobati penyakit. Mantra ini tergolong mantra pengobatan karena di dalamnya terdapat segala jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan membaca mantra.
Contoh Mantra Pengobatan yaitu:

a. Pabbura Parakang (Obat Kuyang)

Bismillah
Pettang-pettang teppe tau
Wanniarakko
Uwala pabbura parakang
Ampamparangeng
Coe-coereng
a, i, u

Artinya:

Bismillah
Gelap-gelap percaya orang
kuniatkan kujadikan obat kuyang
karena keteguran
karena diikuti
a i u

Mantra ini dibacakan pada 7 butir beras dan 7 potongan kecil kunyit kemudian dimasukkan ke dalam air sambil membaca mantra tersebut. Setelah dibaca kemudian air diminumkan dan diusapkan di bagian perut.

b. Pabbura 41 Lasa (Pengobati 41 Jenis Penyakit)

Bismillah
Ataka pole ripong Allahu taala
Ummaka pole nabi muhammad
Mata atinna nabi muhammad uwala pabbura
(sebut nama penyakit dan nama orang)
Upasiala miccu putena Allah taala
Barakka lailahaillah

Artinya:

Aku budak dari Allah taala
Aku ummat dari Nabi Muhammad
Mata hati Nabi Muhammad kuambil obat
(sebut nama penyakit dan nama orang)
Kuambil bersama ludah putihnya Allah taala
Semua ini berkat lailaha illallah

Mantra ini digunakan untuk mengobati 41 jenis penyakit seperti sakit gigi, sakit kepala, sakit perut dan sebagainya. caranya dengan meletakan jari tengah dan ibu jari ke langit-langit sambil membaca mantra, setelah selesai membaca mantra usapkan kebagian yang sakit).

3. Jenis Mantra Pemikat:

Mantra pemikat adalah mantra yang digunakan sebagai sarana magis untuk mengguna-gunai siapa saja supaya jatuh hati. Selain itu, mantra pemikat juga digunakan untuk menundukkan orang lain supaya orang tersebut tunduk dan patuh.

Apabila mantra ini diucapkan maka orang yang dituju akan terpikat kepadanya. Contoh mantra pemikat yaitu:

a. Panggobbi Tau Ripoji (Memanggil Kekasih)

Anging lao anging rewe
Mattuppu seppe-seppe
Palettukengnga uddaniku lao ri (nama)
Narekko matindroi teddurekka
Narekko motoi obbisengnga
Narekko teai lao
Iyapa lao

Artinya:

Angin datang angin pulang
Berhembus perlahan
Sampaikan salamrinduku kepada (nama)
Jika tidur bangunkan
Jika bangun panggilkan
Jika tidak mau pergi
Saya yang mendatangi

Mantra ini ditujukan untuk kekasih, dibaca pada saat petang di depan pintu.

b. Patunru Baine (Menundukkan Istri)

Tubu alusuku malai tubu alusumu
Ati alusuku malai ati malusumu
Nyawa malusuku malai nyawa malusumu
Rahasia alusuku malai rahasia alusumu
Urantei tubummu
Ubalenggui nyawammu

Artinya:

Tubuh haluskumengambil tubuh halusmu
Hati halusku mengambil hati halusmu
Nyawa halusku mengambil nyawa halusmu
Rahasia halusku mengambil rahasia halusmu
Kurantai tubuhmu
Kupenjara nyawamu

Mantra ditujukan untuk istri/suami agar tidak suka marah. mantra ini dibaca pada saat sasaran tidur dengan mengambil nafas sasaran kemudian dibacakan mantra.

4. Jenis Mantra Pelindung Diri

Mantra pelindung diri adalah mantra yang digunakan untuk melindungi diri dan menolak segala marabahaya yang datang mengancam keselamatan baik terhadap diri sendiri, terhadap rumah atau pun terhadap usaha. Mantra ini digunakan supaya orang tidak bisa membinasakan dan membuat orang yang berniat buruk tidak berkehendak untuk menaklukkan pengguna mantra.

Contoh Mantra pelindung diri sebagai berikut:

a. Aseggekeng (Keberanian)

Nurung Muhammad
Alepuka rilaleng
Risaliweng alepuka nabali
Singinna malellae masekka
Rilaleng kota bessina Allah taala
Nadokoka nasalipurika rilale
Risaliweng waju rantena
Bagajali kupasang taseppah
Uwalah barakka kunfayakun
Asyhadu Allahu Adam

Artinya:

Nurung muhammad
Alif dalam diri
Di luar alif dilawannya
Semua yang terbuka menyebutku
Didalam kotak besi Allah taala
Membungkus menyelimuti di dalam
Diluar baju rantae
Bagajali kupasang menyambar
Kuambil berkat kunfayakun
Ashadu Allahu adam

Mantra tersebut di ucapkan ketika hendak berhadapan dengan musuh, mantra ini
diyakini bisa menahan rasa sakit ketika berhadapan dengan musuh.

b. Passappo Kolo-Kolo (Pelindung dari Hewan)

Bismillah
Ya Bagindale
Ya Basitrami
Ya Basi Tumbu
Ya Qursani
Ya Yakkuni
Ya Raja Maula
Aja muandreka, massilesurekki
Tama manekko ri tubukku.

Artinya:

Bismillah
Ya Bagindale
Ya Basitrami
Ya Basi Tumbu
Ya Qursani
Ya Yakkuni
Ya Raja Maula
Jangan makan aku, kita bersaudara
Masuk semua ke dalam tubuhku

Mantra ini digunakan untuk menghindarkan diri dari hewan buas supaya tidak dimangsa. Dibaca setiap kali mau mandi ambil air di dalam gayung kemudian dibaca 3x dan
siramkan ke tubuh. Ulangi sampai 3x.

FUNGSI MASING-MASING MANTRA

A. Patettong Bola (Mantra untuk mendirikan rumah)

Nabi Adam yang menggali kamu
mantra di atas berfungsi sebagai pelindung rumah agar terhindar dari bahaya yang mengancam rumah. Selain itu, fungsi mantra ini diyakini masyarakat untuk memperindah penglihatan orang terhadap rumah kita.

B. Mattaro Doi (Mantra menyimpan uang)

Mantra ini merupakan mantra untuk menyimpan uang. Sesuai dengan artinya mantra ini digunakan untuk menyimpan
uang agar uang tidak diganggu lagi dan diyakini dengan antra ini maka rezeki akan bertambah.

C. Mantra pengobatan

Mantra pengobatan digunakan untuk menolong anggota keluarga atau orang lain baik digunakan sendiri atau dibacakan oleh dukun, berarti berniat untuk menolong orang lain dari penyakit yang dideritanya. Biasanya masyarakat Bugis lebih percaya dengan pengobatan dengan mantra dibanding dengan medis karena disana sendiri fasilitas medis bisa dikatakan masih belum memadai.

Mantra memiliki cara-cara dan media pengobatan tersendiri bergantung dari sakit yang diderita oleh penderitanya. Adapun mantra pengobatan dapat disajikan sebagai berikut:

1) Pabbura Parakang (Mantra untuk mengobati gangguan kuyang)
Fungsi mantra ini adalah untuk mengobati penyakit akibat gangguan kuyang yang biasanya mengganggu anak-anak keci dan ibu hamil. Mantra ini dipercayai dapat menyembuhkan penyakit seperti disentuh dan diikuti oleh kuyang. Media yang digunakan berupa air yang sudah dibacakan mantra kemudian diminumkan dan diusapkan kepada si penderita.

2) Pabbura 41 lasa (Mantra untuk mengobati 41 jenis penyakit)

Mantra ini berfungsi untuk mengobati 41 jenis penyakit diantaranya sakit perut, sakit gigi, sakit kepala, dan berbagai macam sakit yang lain.Dengan mengambil air liur dari pembaca mantra kemudian diusapkan di bagian yang sakit dipercaya dapat menyembuhkan penyakit yang dialami seseorang.

D. Mantra Memikat/Pemikat

Mantra memikat difungsikan sebagai sarana magis untuk mengguna-gunai lawan jenis atau orang lain yang dianggap berpengaruh agar menjadi semakin bertambah kasih atau tunduk kepada penggunanya. Mantra memikat dapat kita lihat sebagai berikut:

1. Panggobbi Tau Ripoji (Mantra pemanggil kekasih hati)

Mantra ini berfungsi untuk memanggil kekasih agar datang kepadanya dan menemuinya. Biasanya mantra ini hanya digunakan untuk kekasih hati yang berada ditempat jauh.

Mantra ini dibacakan untuk kekasih ketika merasa rindu ingin bertemu dan sudah lama tidak berjumpa. Mantra dibacakan pada waktu menjelang malam atau pada saat petang dibaca didepan pintu.

2. Patunru Baine (Mantra untuk menundukkan istri)

Mantra ini difungsikan untuk membuat istri agar tidak mudah marah. Mantra ini berguna mengikat jiwa istri dan membuat istri tunduk dan mengikuti semua perinta suami. Jadi mantra ini dibacakan ketika istri sedang tidur dan mengambil nafas istri yang keluar dari hidungnya. Mantra ini dipercaya dapat meredam amarah istri untuk tidak marah kepada suami. Selain itu mantra ini juga difungsikan agar kurangnya pertengkaran antara suami dan istri dalam membina rumah tangga.

E. Mantra Pelindung Diri

Mantra pelindung diri adalah mantra yang difungsikan sebagai sarana magis untuk melindungi diri dari marabahaya yang akan mengganggu dan menghindarkan diri dari kejahatan orang lain, yaitu:

1. Aseggekeng (Mantra keberanian)

Mantra ini difungsikan untuk menghilangkan rasa sakit ketika terkena pukulan musuh. Mantra ini juga dapat menambah keberanian pembaca untuk tidak gentar dalam menghadapi musuh.

2. Passappo Kolo-Kolo (mantra pelindung dari hewan)

Mantra ini difungsikan untuk melindungi diri dari hewan buas. Dan mantra ini tergolong dalam mantra pelindung karena adanya keinginan meminta perlindungan. Nama-nama yang diucapkan dalam mantra ini merupakan sandaran dan di situlah letak kekuatan magis pada mantra ini.

Itulah jenis mantra Bugis yang sampai saat ini masih kerap digunakan utamanya di daerah pedalaman kampung Bugis.

Makna yang terkandung di dalam mantra Bugis ini memiliki makna yang sangat luas dan berbeda-beda. Mantra Bugus berkenaan dengan hubungan manusia dengan Tuhan meliputi nilai pengaruh islam misalnya dalam mantra banyak terdapat nama Allah, nabi Muhammad, dan nabi Adam.

Selain itu mantra Bugis berkenaan dengan hubungan manusia dengan sesamanya meliputi nilai tolong-menolong, kasih sayang, dan menghormati seseorang;

Kemudian mantra Bugis berkenaan dengan hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi nilai jaga diri dan selalu berhati-hati; dan keempat adalah berkenaan dengan hubungan manusia dengan makhluk lainnya.

Dalam tulisan ini terdapat kata UKKUNG dan IKKUNG. Di mana Ukkung berarti Tanah sedang Ikkung berarti Manusia. Di kampung Bugis ada nama kampung seperti Lamurukung artinya Tanah Lamuru.

(Berbagai Sumber)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Sejarah Situs Gua Mampu

As.Al.Wr.Wb. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan tentang sejarah Gua Mampu yang berada di Dusun Aluppang Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe Kab.Bone Sulawesi Selatan. Saya akan...

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...