No menu items!
2.6 C
Munich
Rabu, 25 November 20

Mengemas ”Cinta” Dalam Bahasa Bugis

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Mengutarakan cinta adalah sesuatu yang wajar-wajar saja dalam kehidupan ini. Cinta merupakan aset dan milik asasi setiap mahluk hidup. Bayangkan kalau tidak ada rasa ingin cinta dan dicintai dunia akan menjadi hening.

Ketika hendak mengutarakan rasa ingin dan cinta kepada seseorang, kerap kali kita berhadapan dalam situasi yang tidak menentu.
Muncul keingintahuan jawaban sesegera mungkin “DITERIMA atau DITOLAK”.

Apabila kata yang datang “diterima” mengalir di telinga biasanya tak tak terasa dengan spontan serasa hati pun berbunga-bunga seolah dunia ini milik pribadi. Namun sebaliknya manakala yang datang itu kata “ditolak” spontan pula sekujur tubuh lunglai, tulang-tulang seperti remuk seketika tiada berdaya.

Pernahkah Anda mencoba mengutarakan perasaan dengan menggunakan bahasa daerah seperti bahasa Bugis?

Banyak cara Orang Bugis “TempoDoeloe” menyampaikan rasa cinta terhadap seseorang. Apakah melalui perantara (pangurusu’), lewat surat, atau bahkan disampaikan secara langsung.

Kalau disampaikan secara langsung ia menggunakan ungkapan dengan kata-kata kias. Misalnya ” tasapparengnga balitudangeng, kiya rekko eloki aja’na” artinya carikan saya pasangan hidup tapi kalau engkau mau tidak usah. Maksudnya kalau engkau mau sama saya tidak perlu dicarikan.

Ungkapan tersebut disampaikan seorang lelaki kepada seorang perempuan untuk dibantu mencarikan PACAR atau CANRING kelak menjadi pasangan hidup. Namun dalam hati sebenarnya sudah menaruh hati kepada perempuan itu.

Nah, untuk menambah kosa-kata serta upaya pelestarian bahasa daerah mari kita simak ungkapan-ungkapan cinta dalam bahasa Bugis seperti berikut ini. Sedikit terdengar unik tapi nyata.

Gellang riwata’ majjekkoe anre-anrena Menre’e balinna ulunna balewe.

Artinya: Besi gelang yang dibengkokkan
makanan orang Menre’ (mandar) kebalikan dari kepala Ikan.

Kail dalam bahasa Bugis disebut “meng”, sedangkan pisang disebut “loka atau utti” dan ekor ikan, “ikko”. Jika ketiga simbol di atas digabungkan akan menghasilkan rangkaian meng-loka-ikko’.

Dengan menerapkan aturan fonem Lontara’ maka “meng” dapat dibaca “me”, sedangkan loka dapat berubah loka’ dan ikko’ dapat dibaca iko. Hasilnya menjadi meloka’ iko yang berarti: Aku menginginkanmu.

Contoh berikutnya :

1. Teawa’ naparampaki teddung makape’-kape’ tenna pacinaongi. Artinya Saya tidak akan menumpahkan kasih kepada orang yang tidak bertanggung jawab.

2. Mauni ri Malesia monro, nyawa situjue teppaja rirampe. Artinya walaupun tingal di Malaysia bila hati sudah bertaut terkenang selalu.

3. Taroki’ melle’ mallebbang, tinulu mappesona, natea malegga. Artinya Kebaikanmu yang menawan, kesetiaanmu nan rajin tidak akan kulupakan.

4. Sipongemmu upacokkong ribola tudangenmmu, teana’ mawela. Artinya Sejak kita bertemu di rumahmu, sejak itulah aku kenang selalu / tak dapat kumelupakanmu.

5. Duppa mata nini tokko, ennau mata tokko, aja’ murikapang. Artinya Jika kita bertemu pandang, berusahalah menghilangkan kesan yang dapat mencurigakan.

6. Sipongekku mupacokkong ricamming nawa-nawa, tekku tepu ale. Artinya Sejak cinta meracun nan dilara, hatiku merintih, jiwaku merana, badanku kurus kering.

7. Rekkua tennungngi’ melle’, taroi temmasakka napodo malampe. Artinya Bila menaruh kasih jangan berlebihan, agar tambah bersemi lebih lama.

8. Polena palele winru tenri kutuju mata padammu sagala. Artinya Saya telah menelusuri celah-celah kehidupan belum ada taramu/bandinganmu.

9. Toripaseng tea mette, to napolei paseng tea makkutana. Artinya Yang datang membawa pesan membisu, yang didatangi pesan tercengang membisu juga.

10. Tekku sappa balancae, uparanru’ sengereng, nyawami kusappa. Artinya Saya tidak cinta harta, tidak ingin kecantikan, tetapi yang saya cari adalah budi bahasa nan halus.

11. Tellu memeng sia sitinro, cinnae udaanie, napassengereng. Artinya Tidak dapat dipisahkan antara Cinta, rasa rindu, dan kenangan yang indah.

12. Lele akkutana muki’ ala tebbulu ekki’ naleworo’ tasi’. Artinya Boleh tanyakan betapa lembut jiwaku, betapa bulan hatiku, tak perlu diragukan.

13. Melle’ko melle’ mutowa’, tengnginang upogau’ melle sewalie. Artinta Jika engkau senang padaku, sayapun senang padamu sebaba saya tidak pernah bertepuk sebelah tangan.

14. Agana ugaukengngi, pakkadang teppadapi, nabuwa makacenning. Artinya Hasrat hatiku menggelora untuk memilikinya, tapi kemampuanku sangat terbatas.

15. Mauni luttu massuwaja, tatteppa rewe’mua tosiputotor. Artinya Walaupun pergi jauh kemana-mana, bila sudah jodoh pasti surut kembali.

16. Lempupa na ada tongeng, sanreseng nawa-nawa, tenna pabelleang. Artinya Orang yang baik dan jujur merupakan tumpuan harapan yang tidak mengecewakan.

17. Iyyaro mai melle’ku, tebbulu tettanete, lappa manenmua. Artinya Kasih sayang yang kuberikan padamu tak satupun dapat menghalangi/memisahkan.

18. Melle’ki tapada melle’, tapada mamminanga tasialabuang. Artinya Mari kita saling menjalin hubungan mesra supaya cita-cita segera menjadi kenyataan.

19. Iyya sia menasakku, mattonra jori tokki’, lete ri manipi. Artinya Harapanku sudah jelas ingin hidup semati denganmu.

20. Iyya memeppa romai purae lejja’i addenekku, mattaro pura-e. Artinya Yang ingin menjalin kasih sayang padaku adalah mereka yang mencurahkan sepenuh hatinya.

21. Mamasepi dewata-E, nalolang sitalleang tosipominasae. Artinya Menantikan ridha Tuhan semoga kita dipertemukan.

Begitulah contoh-contoh ungkapan kata-kata cinta dalam bahasa Bugis. Apabila kata-kata ini dilisankan dengan aksen secara tepat, niscaya Anda berucap “Bugis Memang Luar Biasa” dibalik karakternya yang keras ternyata hatinya selembut bagai salju.

Berita sebelumyaGumbang Kearifan Lokal yang Hilang
Berita berikutnyaMantra Bugis
- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...