No menu items!
4.9 C
Munich
Selasa, 24 November 20

LAGU BUGIS : LISU MASSIKOLA PAIMENG (Kembali Bersekolah Lagi)

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Gerakan Nasional Lisu Massikola Paimeng (Gernas Limas) merupakan program nasional yang bertujuan untuk mengajak dan memotivasi anak-anak Indonesia yang putus sekolah.

Untuk membantu pemerintah Kabupaten Bone dalam sosialisasi untuk mengajak kembali sekolah bagi anak-anak kita yang putus sekolah, maka saya (Mursalim) menciptakan sebuah lagu yang berjudul: LISU MASSIKOLA PAIMENG

Dari pantauan di lapangan banyak anak-anak kita yang putus sekolah bahkan tidak pernah sekolah. Mereka yang putus sekolah (pernah sekolah tapi tidak tamat) dipicu oleh kenakalan dan kurang perhatian dari orangtua, dll.

Ada pula anak-anak kita yang memang belum pernah bersekolah karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di kampungnya. Meskipun sebenarnya anak itu memiliki potensi kecerdasan. Sehingga anak tersebut daripada menganggur terpaksa harus ikut membantu orangtua mengolah sawah ataupun menggembala.

Anak-anak kita baik yang tinggal di kota maupun di perdesaan sebenarnya masalahnya sama, yaitu ujung-ujungnya merujuk persoalan makan dan hidup.

Menurut saya, anak yang tidak pernah bersekolah ataupun putus sekolah disebabkan tiga faktor, yaitu faktor ekonomi, bimbingan orantua, dan kesempatan.

Nah, menyikapi permasalahan putus sekolah ini pemerintah tidak tinggal diam dengan melakukan berbagai upaya bagaimana anak-anak kita bisa sekolah atau bersekolah kembali bagi yang putus tengah jalan (tidak tamat).

Pemerintah kabupaten Bone telah melakukan langkah yang saat ini tengah berjalan dengan program yang dikenal “Lisu Massikola Paimeng” atau Kembali Bersekolah Lagi.

Nah, untuk itu saya mencoba menyusun sebuah lagu yang berjudul ” Lisu Massikola Paimeng”. Lirik lagu ini sengaja saya susun untuk bisa dikonsumsi anak-anak di kabupaten Bone. Dengan gaya bahasa Bugis yang mudah dicerna.

Lisu Massikola Paimeng

Lao manenni mai
maccumpene maddanda
Massalona majekka
Anrikku macenningnge

Lisu manenni mai
Joppa Sitinro tinro
Laoni massikola
Daengku mapatoe

Massikola … lisu paimeng
Anrikku
Massikola .. lisu paimeng
Daengku
Massappa paddissengeng
Mattajenni gurutta

Alamasea-masea
Sessekale munrie
Alla polo kallanna
Dememeng nassikola

O anri o daengku
iyamaneng wawakku
Laoni massikola
Massappa paddissengeng

TERJEMAHAN:

Kembali Bersekolah Lagi

Marilah semua
Bermain cumpene dan maddanda
Massallo dan bermain engrang
Wahai Adikku yang manis

Kembalilah semua
Berjalan beriringan
Kita berangkat sekolah
Wahai kakakku yang rajin

Bersekolah … kembali lagi
Wahai Adikku
Bersekolah … kembali lagi
Wahai kakakku

Mencari ilmu pengetahuan
Guru kita sudah menunggu

Alangkah sia-sianya
Penyesalan belakangan
Aduh tidak berilmu
Karena memang tak pernah sekolah

Oh … Adik dan Kakak ku
Semua teman-teman ku
Mari kita sekolah
Mencari ilmu pengetahuan

Ciptaan: Mursalim
Bone, 16 Juni 2020

Back to School Again

Come on all
Play Cumpene and Maddanda
Massallo and bermain engrang
O my sweet sister

Come back everyone
Go hand in hand
We go to school
O my diligent brother

Go to school … come back again
O my brother
Go to school … come back again
O my brother

Looking for knowledge
Our teacher is waiting

What a waste
Regret later
Ouch, not knowledgeable
Because you never go to school

Oh … My brother and sister
All my friends
Let’s go to school
Looking for knowledge

Creation: Mursalim
Bone, June 16, 2020

Description:

Lisu Massikola Paimeng National Movement (Gernas Limas) is a national program that aims to encourage and motivate Indonesian children who drop out of school.

From observation in the field many of our children who drop out of school never even go to school. Those who drop out of school (never attended school but did not graduate) are triggered by delinquency and lack of attention from parents, etc.

There are also our children who have never attended school because of the limited facilities and infrastructure in their village. Even though the child actually has intelligence potential. So that the child rather than unemployed is forced to have to help parents cultivate fields or herding.

Our children, both those who live in cities and in rural areas, actually have the same problem, which ultimately refers to the problem of eating and living.

In my opinion, children who have never attended school or dropped out of school are caused by three factors, namely economic factors, parental guidance, and opportunity.

Now, addressing the problem of dropping out of school, the government does not remain silent by making various efforts on how our children can go to school or go back to school for those who drop out midway (not graduating).

The district government of Bone has taken a step that is currently underway with a program known as “Lisu Massikola Paimeng” or Back to School Again.

Well, for that I tried to compile a song called “Lisu Massikola Paimeng”. I composed the lyrics of this song to be able to be consumed by children in Bone district. With a Bugis style that is easy to digest.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...