No menu items!
14.4 C
Munich
Senin, 21 September 20

Melukis Sunyi pada Sketsa Sepi

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

PAINTING QUIET ON THE QUIET SKETCHES

In a tired silence, do not worry about persuading restlessly. I feel the excitement of you who are not able to deceive the taste, as a witness to the stroke of a blue character to spell a name.

You keep hiding in time, but don’t want you.

When tears and laughter erupt ripple ways on the brink of certainty. When feeling and hope eroded by the blows of time in the valley of regret. Tears are the only choice, washing away traces of loss.

There is no pain of boredom, except waiting waiting.

Your eyebrows are looking for fragments of soul as a foothold. Addressing all the reasons, to find one answer. You and I paint quietly, on a quiet sketch

Boisterous raindrops, quietly asking away questions. Wash away the puddle of answers in the fog of desire.

In the Meaning of Gagu, I Keep Waiting in Longing

The sound of the wind once invited me, pet a dew trapped in the dry season.

At that time, the ticking of time invited you to drink one stopover point. Leaving the blue poems longing, leaving miserable poems about loss.

One by one, you never know.

If existence merges in nothingness. I will gather the erasers of anxiety, so as not to give birth to words of hope.

During the wilderness of dreams, embrace you tightly in unexpected happiness. No trace, your shadow drifted away without me ever expecting.

In the doubtful meaning, I keep missing in waiting.

Dalam hening yang lelah, angan berjalan risau membujuk resah. Kurasakan debar inginmu yang tak mampu menipu rasa, sebagai saksi goresan aksara biru mengeja gagu sebuah nama.

Diammu bersembunyi dalam waktu, tapi tidak inginmu.

Ketika tangis dan tawa tergerus riak cara di tepi jurang kepastian. Ketika rasa dan asa terkikis hempasan masa di lembah penyesalan. Airmata adalah satu-satunya pilihan, membasuh jejak-jejak kehilangan.

Tak ada kepedihan jemu, selain penantian tunggu.

Manik matamu mencari pecahan-pecahan sukma sebagai pijakan. Merajah segala alasan-alasan, untuk menemukan satu jawaban. Kau dan aku melukis sunyi, pada sketsa sepi

Riuh butiran hujan, diam-diam mengajak pergi pertanyaan. Menghanyutkan genangan jawaban dalam kabut keinginan.

Pada Makna yang Gagu, Kusimpan Tunggu dalam Rindu

Desau angin pernah mengajakku, menimang sebutir embun yang terperangkap di musim kemarau.

Saat itu, detak waktu mengajakmu mereguk satu titik persinggahan. Meninggalkan syair-syair biru kerinduan, menyisakan sajak-sajak pilu tentang kehilangan.

Satu persatu, tanpa pernah kau tahu.

Jika keberadaan menyatu dalam ketiadaan. Akan kuhimpun aksara-aksara penghapus keresahan, agar tak melahirkan kata-kata pengikat harapan.

Saat belantara impian, memelukmu erat dalam kebahagiaan yang tak disangka. Tak berjejak, lesatan bayangmu menjauh tanpa pernah kuduga.

Pada makna yang gagu, kusimpan rindu dalam tunggu.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...