No menu items!
13.9 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Tiga Pembicara Internasional Ikut Launching Virtual Festival Aksara Lontara’ 2020

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Kegiatan tahunan Festival Aksara Lontara’ 2020 bertema “Mengembalikan Kejayaan Aksara dan Budaya Lontara’ ” yang akan dilaunching 25 Juni 2020, bakal diikuti sejumlah peneliti lontaraq kelas dunia.

Sejauh ini sudah ada tiga pembicara internasional yang dipastikan ikut. Sharyn Graham Davies dari Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru, kemudian ada Alwi bin Daud dari University Malaya, Malasyia, dan Dr. Kathryn Wellen dari Researchers di KITLV Leiden University, Belanda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Mohammad Hasan Sijaya mengatakan keikutsertaan para pembicara internasional ini membuktikan Aksara lontaraq bukan saja menjadi milik Sulsel, tapi juga dunia.

“Kehadiran para peneliti internasional ini mengindikasikan bahwa lontaraq adalah warisan dunia. Ini tugas kita menjaga aksara dan budaya Lontaraq melalui Festival Tahunan Aksara Lontaraq yang dimulai tahun ini. Doakan semoga dilancarkan,” kata Mohammad Hasan Sijaya, Minggu 21 Juni 2020.

Sharyn Graham Davies, Alwi bin Daud dan Dr. Kathryn Wellen adalah pakar bahasa yang selama ini meneliti keberadaan Aksara Lontaraq. Mereka adalah ahli bertaraf dunia yang peduli akan sejarah dan keunggulan-keunggulan aksara lontara’. Bahkan beberapa di antaranya, sudah bolak balik ke Makassar melakukan kunjungan dan penelitian.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah Festival Aksara Lontara’, Prof. Dr Nurhayati Rahman mengatakan, bahwa masyarakat Sulsel memiliki peradaban yang sangat maju sejak dahulu.

Karenanya, kata dia, tidak banyak bangsa di dunia yang memiliki aksara. “Aksara ini bukan saja menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi penegasan tingginya nilai-nilai kebudayaa. Apa yang kita lakukan ini adalah sebuah gerakan kebudayaan dan peradaban buat generasi kita di masa mendarang,” kata Ahli Filologi Universitas Hasanuddin ini.

Kegiatan ini sendiri adalah prakarsa beberapa pihak, baik lembaga, person yang peduli akan gerakan pelestarian aksara lontara’ selama ini. Gagasan ini sendiri sudah dimulai tahun lalu, dan sempat tertunda pelaksanaanya di bulan Maret karena pandemi Covid-19.

Tim Panitia dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, dan KGI Network, serta sejumlah tokoh budayawan dan pemerhati lontara’, antara lain Yudisthira Sukatanya, Rusdin Tompo, Bachtiar Adnan Kusuma, Idwar Anwar, Syahruddin Umar dan Heri Rusmana ikut dalam gerakan kebudayaan Gotong Royong anak negeri ini.

Launching ini sendiri juga didukung sejumlah musisi dan seniman lokal milenial yang mempopulerkan budaya lokal. Muhammad Alifi dari Jeneponto, Duo Arman Pio dan Andi Putri Ananda Ahmad, Komika Makassar Idris Baba Ong dan Duta Baca Sulsel Rezki Amaliah Syafiin.

Humas Panitia Pelaksana, Marlon mengatakan kegiatan Festival Aksara Lontaraq 2020 dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. H.M.Nurdin Abdullah dan diikuti oleh sejumlah tokoh Sulsel dan nasional.

“Ada Kepala Perpustakaan Nasional, Pak Muhammad Syarif Bando, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, Prof. Dr Nurhayati Rahman, Founder dan CEO KGI Network Upi Asmaradhana dan tiga pembicara internasional,” kata Marlon.

Ia mengatakan jika kegiatan ini sebagai wujud tanggung jawab dari panitia dan masyarakat peduli Aksara Lontara’ untuk berkonstribusi menjaga, merawat dan melestarikan kearifan lokal daerah.

“Khususnya tradisi literasi Aksara Lontara’ yang banyak peneliti memprediksi bakal punah jika tidak dilestarikan,” pungkasnya.

Peluncuran Festival akan dimulai 25 Juni 2020, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga 29 Agustus 2020 mendatang.

Kegiatan festival antara lain Launching Virtual, Lomba literasi Aksara dari SD-Mahasiswa dan Umum 11-30 Juli, Tudang sipulung dan Seminar Internasional Aksara dan Penetapan Hari Lontara’, 29 Agustus siang, dan Malam Anugerah Kebudayaan pada Puncak Acara Festival Aksara Lontara’.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...