No menu items!
Minggu, 12 Juli 20

Aksara Lontara’ Bisa Masuk Program Legislasi Daerah

Aksara lontaraq, yang merupakan aksara khas masyarakat Sulawesi Selatan, bisa diusulkan untuk jadi program legislasi daerah (prolegda).

Dengan catatan, perlu pengkajian mendalam dan melibatkan berbagai kalangan supaya naskah akademik yang dihasilkan layak dibahas menjadi Rancangan Peraturan Daerah (ranperda).

“Perlu dibuatkan naskah akademik yang bagus, jangan sekadarnya saja, sehingga jika menjadi perda akan efektif diterapkan,” pesan Andi Ina Kartika, S.H., M.Si. Ketua DPRD Sulsel, saat menerima Panitia Festival Aksara Lontara’ 2020, di ruang kerjanya, gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Senin, 22 Juni 2020 kemarin.

Bahkan, menurut perempuan pertama yang jadi Ketua DPRD Sulsel itu, aksara lontara’ ini bisa jadi ranperda inisiatif DPRD melalui Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat. Mitra kerja Komisi E, antara lain Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Dinas Pendidikan.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu menaruh perhatian terhadap lontaraq karena banyak arsip lontaraq kita justru berada di Belanda. Ia juga prihatin ketika mengetahui bahwa pengajaran lontara’ di sekolah-sekolah bukan merupakan pembelajaran wajib dengan berbagai alasan.

“Perlu ada kebijakan sebagai dasar hukun yang nanti bisa jadi rujukan pembelajaran dan penerapan aksara lontara’,” imbuhnya.

Ketua Panitia Festival Aksara Lontara’ 2020, Upi Asmaradhana, menyampaikan bahwa festival ini merupakan sebuah gerakan bersama dengan leading sektor Dinas Pendidikan dan Kearsipan Sulsel.

Karena itu, ada banyak pihak terlibat, mulai dari seniman, budayawan, akademisi, penggiat literasi, dan mereka yang peduli terhadap pentingnya menyelamatkan dan mengaktualisasikan aksara lontara’ agar tidak punah.

Disampaikan bahwa Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H. bertekad menjadikan Festival Aksara Lontara’ ini sebagai agenda tahunan yang ikonik.

“Festival ini merupakan gotong royong kebudayaan bagi kemajuan peradaban Sulsel dan Indonesia,” jelas Founder dan CEO KGINetwork.

Ketika beraudiensi untuk menyampaikan perkembangan Festival Aksara Lontara’ 2020, Upi Asmaradhana di dampingi Syahruddin Umar dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, serta Rusdin Tompo dan Idwar Anwar,

Keduanya adalah penulis dan penggiat literasi. Sejumlah tokoh memainkan peran penting dalam kegiatan ini seperti Prof. Dr. Nurhayati Rahman, sebagai Ketua Dewan Pengarah Festival Aksara Lontara’ 2020, seniman Yudisthira Sukatanya, dan penggerak perpustakaan lorong, Bachtiar Adnan Kusuma.

Demi kelancaran acara peluncuran yang akan dilakukan pada Kamis, 25 Juni 2020, sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Festival Aksara Lontara’ 2020, hari ini (Selasa, 23/6/2020), diadakan gladi bersih di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Susel.

Saat launching virtual nanti akan tampil sejumlah pembicara, Prof. Dr. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. (Gubernur Sulsel), Andi Ina Kartika, S.H., M.Si. (Ketua DPRD Sulsel), Drs. Muhammad Syarief Bando, M.M.(Kepala Perpustakaan Nasional RI), Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H. (Kepala Dinas Perpustkaan dan Kearsipan Sulsel), Prof. Dr. Nurhayati Rahman (Pakar Filologi dan Naskah La Galigo) dan Upi Asmaradhana (Founder dan CEO KGINetwork).

Tampil juga tiga pembicara internasional, masing-masing Sharyn Graham Davies, Ph.D (Associate Professor Sekolah Bahasa dan Ilmu Sosial, Universitas Teknologi Auckland, Selandia Baru), Alwi bin Daud, MA, cand. Ph.D. (University Malaya, Malasyia) dan Dr. Kathryn Wellen (Researchers di KITLV Leiden University, Belanda).

Setelah peluncuran, akan ada kegiatan Lomba literasi Aksara mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi, termasuk masyarakat umum.

Juga Tudang Sipulung dan Seminar Internasional Aksara Lontara’, tanggal 29 Agustus 2020, yang rencananya akan menelorkan rekomendasi penting, yakni penetapan Hari Lontaraq dan butir-butir pemikiran yang bakal dijadikan rujukan kebijakan terkait aksara lontara’.

Selain itu akan ada Malam Anugerah Kebudayaan pada Puncak Acara Festival Aksara Lontaraq. (Rusdin Tompo).

Must read

Kawasan Peruntukan Pariwisata Kabupaten Bone

Peruntukan pariwisata di Kabupaten Bone terdiri pariwisata budaya, pariwisata alam, dan pariwisata buatan. Hal ini berdasarkan Rancangan Perda Kabupaten Bone Nomor 2 Tahun 2013 Tentang...

Sejumlah Seniman Jadi Juri Lomba Festival Aksara Lontara’ 2020

Sejumlah seniman senior akan mengambil peran sebagai juri dalam kegiatan lomba serangkaian Festival Aksara Lontara' 2020. Lomba ini digelar selain memeriahkan Festival Aksara Lontara', sekaligus...

Cara La Patau Membangun Benteng Cenrana

Situs Cenrana Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone merupakan peninggalan La Patau Matanna Tikka raja Bone ke-16. La Patau Matanna Tikka lahir pada Tanggal 3 November 1672...

Sejarah Situs Cenrana Kabupaten Bone

Sejak berabad-abad yang lalu wilayah Cenrana memainkan peranan penting dalam pembentukan sejarah budaya di Sulawesi Selatan. Cenrana sebagai kelanjutan sungai Walennae memiliki lembah-lembah sungai yang...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles

Latest article

Lirik Tana Ugi

Tana ugi tana sumange rilipuna sulawesi Tenribali tenrisumpala ana ugi simaseang Rilaona somperenna Wanua mabelae Ref: Tana ugi wanuakku Tana ancajingekku sompe'na lipu laingnge Onrong simelleperi Muare dewatae kitanreang sala...ssana ritengnga bitarae Tana ugi tana sumange rilipuna sulawesi nasereang belo...

Sejarah Bola Subbi’e atau Bolampare’e Bone

Bola Subbie atau Bolampare'e atau rumah berukir dibangun pada masa pemerintahan ratu Bone ke-30 We Fatimah Banri antara tahun 1871-1895. Di Istana ini sang...

Balada Bugis Rantau

kerangka-kerangka berkubur palungj asad-jasad terdiam di buritan Itu bukan diriku tapi penghinaku darah bugisku tak diam begitu saja tidak begitu ku ikut angin buritan aku akan putar kemudiku lebih baik...