No menu items!
19.8 C
Munich
Senin, 21 September 20

Makna lirik lagu Sumange’na Watampone

Must read

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Sumange’na Watampone merupakan lagu Bugis dari Kabupaten Bone yang diciptakan oleh Mursalim pada tahun 2019. Meskipun lagu ini tergolong baru, namun lirik-liriknya menggunakan kosakata bahasa Bugis kuno.

Apabila dicermati secara saksama lirik dan kosakata dalam lagu ini bernafaskan sejarah, semangat, dan cinta.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat lirik-lirik serta terjemahannya seperti di bawah ini.

Sumange’na Watampone

Riawana cora keteng Watampone
Rilipuna Arung Palakka masumange’

Artinya:
Sinar purnama di kota Watampone
Negeri Arung Palakka

Sitangngani dua lino maruddani
Siporio siperennu laleng mpenni

Artinya:
Bertatapan dua insan yang saling merindu
Bersenda gurau hingga tengah malam

Nasereang sere bosara
Turunni to tangke’
Pattukkuna teddung pulaweng

Artinya:
Dihibur dengan tari bosara
Turunlah kedua mempelai
Dipayungi payung emas

Rekko matti uddanie simellereng
Sumange’na Tanah Bone teallara

Artinya:
Bila suatu masa hati merindu
Semangat negeri Bone takkan surut

Makna lirik :

Bone sebagai salah satu daerah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan memiliki keindahan alam yang luar biasa. Wilayah geografis daerah ini terdiri gunung, daratan, dan laut.

Layanan pemerintahan terpusat di kota Watampone sebagai ibukota. Di kota ini berdiri gedung-gedung pemerintahan dan pusat-pusat perekonomian.

Di tengah kota Watampone tersedia sarana publik seperti taman kota Arung Palakka serta lapangan merdeka yang cukup refresentatif untuk bersantai bersama keluarga, sahabat, dan terkasih.

Saat cahaya matahari tersingkir sinar rembulan, Watampone tampak kelap kelip lampu kota. Hal ini tentu menambah semarak saat dua anak manuasia menikmati indahnya malam.

Sebagai negeri yang berjaya sejak masa kerajaan hingga bergabung NKRI, Bone memiliki sejarah tersendiri. Salah satu raja Bone yang mempunyai kharisma tak lekang masa adalah La Tenritatta Arung Palakka.

Taman Arung Palakka waktu malam

Untuk menghargai jasa-jasanya itu, pemerintah dan rakyat Bone mengabadikan namanya sebagai nama jalan di kota Watampone. Tidak hanya itu, taman yang ada di pusat kota diberi nama Taman Arung Palakka.

Patung Arung Palakka

Di taman itulah kedua insan bertemu setelah sejak lama berpisah. Keduanya adalah keturunan Bugis Bone tapi lahir dan besar di perantauan. Mereka sepakat bertemu di negeri luhurnya … Bone.

Keduanya pun sepakat melanjutkan ke jenjang pernikahan untuk menjalani kehidupan baru. Di mana disaksikan keluarga dan kerabat duduk bersanding di pelaminan baruga sesuai adat kebudayaan Bugis.

Setelah keduanya sah sebagai suami istri, iapun kembali ke tanah rantau dan berjanji ingin kembali ke Bone untuk mengenang pertemuannya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Apakah Anda masih menggunakan buku dan pena untuk mencatat hal hal penting?

Ketika tangan sedang menggunakan suatu alat maka otak juga menggunakannya. Mencatat dengan tangan adalah cara yang ampuh untuk memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Mencatat...

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...