No menu items!
11.8 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Lapangan Merdeka Bone Tahun 2013

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lapangan Merdeka Bone yang saat ini disebut Lapangan Merdeka Watampone sudah ada sejak zaman kerajaan Bone.

Pada zaman kerajaan lapangan ini merupakan alun-alun atau tanah lapang dalam bahasa Bugis disebut tana lappa, yaitu tanah yang datar.

Sebagai tanah lapang berfungsi untuk alun-alun kota yang digunakan para pembesar Kompeni Belanda, yaitu Tuan L.J.J. Karon serta Raja Belanda di Nederland pada waktu itu bernama A.C.A de Graff.

Setiap ada kegiatan pemerintahan dan acara keluarga pembesar Belanda di Bone dilaksanakan di tanah lapang tersebut.

Misalnya peringatan kelahiran ratu Belanda Putri Beatrix, maka para pembesar Belanda yang ada di Bone merayakan ulang tahun kelahiran ratunya.

Lapangan merdeka ini letaknya cukup strategis karena berada di tengah-tengah kota Watampone. Sehingga saat ini menjadi pilihan alternatif bagi sebagian orang untuk melepas lelah dari kesibukan aktivitas disiang hari.

Setelah dipugar tahun 2016 Lapangan Merdeka ini dilengkapi Tribun mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Bone. Di mana setiap sore dan malam hari dijadikan tempat berkumpul serta berfoto-ria bersama keluarga.

Bahkan apabila Anda ke kota Watampone serasa tidak lengkap bila tidak mengunjungi Lapangan Merdeka. Apalagi lapangan ini bersebelahan dengan Taman Bunga Arung Palakka.

Sempurna, itulah sebuah ungkapan terlontar yang sering menyempatkan diri singgah menikmati kesejukan udara segar di lapangan merdeka.

Bila senja hari deretan pedagang kaki lima seperti pisang dan canggoreng maddetto’ di seputaran lapangan menambah suasana asik berada di tempat tersebut.

Rasa haus, lapar serta kerinduan dengan suasana damai akan bisa terobati jika berada di seputaran lapangan.

Bila dipotret dari udara, Lapangan Merdeka Watampone ini layaknya disebut “segi empat emas” karena kelap kelip lampu kota.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...