No menu items!
13.9 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Asal usul Nama Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Cenrana adalah salah satu kecamatan dalam wilayah kabupaten Bone. Nama Cenrana lahir tidak lepas dari potensi alamiah daerah tersebut.

Sebagai mana diketahui kata Cenrana dalam bahasa Indonesia disebut Cendana, yaitu merupakan kayu bahan membuat wangi-wangian. Di masa lalu komoditi cendana ini sangat mahal.

Bau harum kayu cendana ini bisa bertahan sampai berabad-abad lamanya. Pada masa kerajaan Bone kayu ini biasa dibuat menjadi minyak dan baunya harum yang disebut “minynya’ cenrana” atau minyak cenrana.

Tak heran apabila jenasah-jenasah masa lalu dibalsem dengan minyak cenrana. Selain itu kayu cenrana (bugis:aju cenrana) digunakan sebagai rempah-rempah, bahan untuk dupa, bahkan kayunya dibuat untuk sarung badik dan keris.

Pohon cendana sebagaimana banyak juga yang tumbuh di daerah lain hidup dan tumbuh secara alamiah serta liar di hutan-hutan wilayah Bone khususnya di kawasan Cenrana.

Oleh karena itu, penamaan Cenrana tidak lepas dari kondisi dan potensi alamiah yang dimiliki wilayah tersebut. Banyaknya pohon cendana yang tumbuh di daerah tersebut sehingga menjadi nama daerah/tempat.

Selain tumbuhan cenrana, padi juga salah satu komuditas unggulan kerajaan Bone masa lalu. Padi sebagai produk pertanian telah diusahakan secara intensif mulai abad ke-16.

Olehnya itu kerajaan Bone dikenal mempunyai kantong-kantong pertanian yang salah satunya di sekitar sungai Cenrana dan wilayah sekitarnya.

Orang-orang dari kerajaan Mampu datang ke kerajaan Cenrana untuk membentuk lahan-lahan pertanian seperti ladang, kebun dan persawahan. Hal ini tidak lepas keberadaan sungai Cenrana yang menyuplai air.

Sungai Cenrana mempunya peran sangat besar, tak heran La Patau Matanna Tikka Raja Bone ke-16 fokus mempertahankan wilayah tersebut, bahkan ia membuat benteng dan dijadikan wilayah Cenrana sebagai ibukota kerajaan.

Konon, sebelumnya istana kerajaan berada di Tibojong namun karena wilayah Cenrana yang stategis untuk perdagangan La Patau Matanna Tikka memindahkan pusat pemerintahannya di Cenrana.

Keberadaan sungai cenrana yang bermuara di Teluk Bone menjadi jembatan perdagangan lokal dan internasional. Pedagang-pedagang dari Aceh, Cina, Vietnam, Jepang, dan Thailand masuk ke Cenrana melalui Teluk Bone.

Tak heran fragmen seperti serpihan keramik banyak ditemukan di sekitar bekas istana kerajaan Bone Balla. Bahan-bahan tersebut dibawa pedagang dari negeri Cina yang negerinya lebih dahulu berkembang.

Konon wilayah Cenrana ini sebelumnya merupakan wilayah kerajaan Soppeng. Hal itu berdasarkan cerita rakyat.

Dahulu kala masa pemerintahan raja Bone ke-7 La Tenrirawe Bongkangnge mempunyai seorang ahli bicara yaitu La Mellong.

Di mana saat itu diadakan sayembara antara kerajaan Bone dan Soppeng yang intinya dimenangkan oleh Bone atas kepiawaian La Mellong.

Cerita rakyat itu dikenal “arengnga Cenrana Walai Ganra ” artinya berikan cenrana kuambil ganra.

Ganra saat ini merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Soppeng sebelumnya masuk wilayah kerajaan Bone.

Dalam bahasa Bugis kuno Ganra diartikan sebagai alat pemintal benang yang berbentuk melingkar. Bahan untuk membuat ganra adalah kayu cendana atau aju cenrana.

Kecamatan Cenrana awalnya hanya sembilan desa, yaitu Panyiwi, Pacubbe, Watu, Nagauleng, Cenrana, Labotto, Pallime, Laoni, dan Latonro.

Dalam perkembangannya beberapa desa di Kecamatan Cenrana mengalami pemekaran sehingga sekarang ini terdiri 16 desa/kelurahan, yakni 1 kelurahan dan 15 desa.

Adapun daftar desa/kelurahan di kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone antara lain :
1. Kelurahan Ujung Tanah
2. Desa Pacubbe
3. Desa Panyiwi
4. Desa Latonro
5. Desa Watu
6. Desa Nagauleng
7. Desa Awang Cenrana
8. Desa Pallime
9. Desa Laoni
10.Desa Labotto
11.Desa Cakkeware
12.Desa Lebongnge
13.Desa Ajanglasse
14.Desa Pusungnge
15.Desa Pallae
16.Desa Watang Ta

Adapun keberadaan kecamatan Cenrana diperkuat oleh Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Bone.

Itulah hal ikhwal nama Cenrana sehingga menjadi nama salah satu kecamatan di kabupaten Bone hingga sekarang ini.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...