No menu items!
2.6 C
Munich
Rabu, 25 November 20

Data Perkembangan Pasca Bencana Masamba

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Perkembangan Pasca Bencana Banjir Bandang Sabtu 18 Juli 2020 pukul 7.00 wita di Kecamatan Masamba dan Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara.

Banjir Bandang terjadi pada Senin 13 Juli 2020 Pukul 20.15 wita.

I. Adapun data sementara korban jiwa dan materil sampai saat ini :

A. Korban Jiwa :

1. Meninggal Dunia : 36 orang

a. Kec. Masamba = 12 orang

1) Dandi, 35 thn, Pontaden
2) Askar, 49 thn, Pontaden
3) Dra. Siti Wahyu, 47 thn, Sapek
4) Sabarina, 56 thn, Pontaden
5) A. Nina Saad, 23 thn, Pontaden
6) Disya, 10 thn, Masamba
7) Amri, 43 thn, Bone tua
8) Muh. Idris, 83 thn, Masamba
9) A. Nabil Wais, 10 thn, Pontaden
10) Belum dikenal, Kampung Kurra
11) M. Taufik, Patila
12) Arkam, 45 thn, Masamba

b. Kec. Baebunta = 24 orang

1) Nahmu, 47 thn, Radda
2) Mahmud, 47 thn, Radda
3) Putra Adrean, 18 thn, Petambua
4) Yanti, 20 thn, Radda
5) Nurmiati, 50 thn, Radda
6) Marwiah, 60 thn, Radda
7) Baharudin, 70 thn, Radda
8) Zaenap, 2,5 thn, Radda
9) Belum dikenal, Radda
10) Belum dikenal, Radda
11) Nurul Azhari, 34 thn, Radda
12) Belum dikenal, Meli
13) Fatmawati, 40 thn, Radda
14) Hadera, 60 thn, Radda
15) Sadya, 60 thn, Petambua
16) Kandolo, 43 thn, Petambua
17) Belum dikenal, Radda
18) Belum dikenal, Radda
19) Jaungan, 60 thn, Radda
20). Salem, 75 thn, Radda
21) Belum dikenal, Radda (P)
22) Belum dikenal, Radda (P)
23) Belum dikenal, Radda (L)
24) Belum dikenal, Mel (P)

2. Korban Luka/Dirawat : 51 orang

a. Kec. Masamba = 24 orang
b. Kec. Baebunta = 25 orang
c. Kec. Sabbang = 1 orang
d. Kec. Malangke barat = 1 orang

3. Data korban yang dilaporkan hilang : 67 orang

a. Kec. Masamba = 20 orang
b. Kec. Baebunta = 45 orang
c. Kec. Malangke = 2 orang

4. Jumlah Pengungsi : 14.483 Jiwa

a. Kec. Sabbang = 238 KK/
927 Jiwa.
b. Kec. Masamba = 1.937 KK/
7.748 Jiwa.
c. Kec. Baebunta = 1.452 KK/
5.808 Jiwa.

B. Korban Materil :

1. Fasilitas Militer :
a. Kantor Koramil = 1 unit
b. Mobil Dinas = 1 unit
– Plat 611183-XIV Jenis OZ
c. Motor Dinas = 2 unit
– Plat 61118-XIV Yamaha Vixion
– Plat 62104-XIV Honda Megapro
d. Rumah Personil = 7 unit
2. Sekolah = 9 unit
3. Rumah Warga = 4.202 unit
4. Rumah Ibadah = 13 unit
a. Mesjid = 12 unit
b. Gereja = 1 unit
5. Fasilitas Kesehatan = 3 unit
a. Puskesmas
b. Lab Kesda
c. PSC
6. Kantor Pemerintahan = 8 unit
7. Jalan Terdampak = 12,8 Km
a. Jln Nasional Rumah Sakit –
Tugu Masamba Affair = 0,8 Km
b. Jln Lingkar Kota Masamba =
4,2 Km
c. Jln Nasional Tugu Cokelat – SD
Radda = 1 Km
d. Jln Radda – Meli = 4,6 Km
e. Jln Sabbang – Tallang = 1 Km
f. Jln Masamba – Kamiri = 1,2 Km
8. Jembatan = 9 unit
a. Jembatan Beton Desa Kamiri
= 1 unit Panjang 35 M
b. Jembatan Gantung Dusun
Pongo = 1 unit Panjang 100 M
c. Jembatan Gantung Dusun
Padang = 1 unit Panjang 75 M
d. Jembatan Gantung Desa
Maipi = 1 unit Panjang 75 M
e. Jembatan Gantung Desa Meli
= 3 Unit Panjang 60 M
f. Jembatan Gantung Kamiri = 1
unit Panjang 50 M
g. Jembatan Beton Maroa Desa
Maipi = 1 unit Panjang 10 M
9. Fasilitas Umum/RTH = 2 Unit
a. Taman Sulikan
b. Taman Pintar
10. Jaringan Pipa PDAM = 100 M
11. Bendungan/Irigasi = 2 unit
Panjang 60 M
12. Pasar Tradisional = 1 unit
13. Unit Usaha Mikro = 61 unit
14. Unit Perbankan = 2 unit
a. BTPN
b. BRI
15. Unit usaha perbengkelan = 4 unit
16. Bandara = 1 unit
17. Rujab Bupati/Wakil = 2 unit
18. Lahan pertanian = 219 Ha
19. Lahan perkebunan = 241 Ha
20. Hewan Ternak = Masih dalam pendataan.
21. Kendaraan Mobil = Ratusan unit (Masih dalam pendataan)
22. Kendaraan Motor = Ratusan unit (Masih dalam pendataan)

II. Adapun Personil/Relawan yang terlibat membantu Penanganan Bencana Alam Banjir Bandang sejumlah *1.299 orang* rincian :

1. TNI-Polri : 431 orang
a. Yonif 721 : 90 org
b. Kodim 1403 : 70 org
c. Pol Airud : 11 org
d. Polri : 100 org
e. Bek Ang : 23 org
f. Korem 142 : 27 org
g. Polkes : 19 org
h. Marinir : 20 org
i. Paskhas : 64 org

2. SIPIL : 868 orang
a. Pemkot Palopo : 250 org
b. Pemkot Luwu : 200 org
c. Basarnas : 157 org
d. Mancani : 25 org
e. Porpa : 40 org
f. Buah Hati : 20 org
g. Gamapala : 40 org
h. Pemuda Kamba : 40 org
i. FTI Umi : 40 org
j. Pemuda Pancasila : 26 org
k. Pol PP : 30 org

III. Adapun Base Camp Pengungsi :

1. Desa Radda = 2 Titik
2. Desa Meli = 2 Titik
3. Kelurahan Baliase = 1 Titik

IV. Adapun Tenda Penampungan yg sudah didirikan :
1. TNI = 13 unit
2. POLRI = 4 unit

V. Adapun Rumah Sakit yg Menangani Pasien :
1. RSU Andi Djemma Masamba
2. RSU Hikmah Masamba
3. Puskesmas Sabbang
4. Puskesmas Baebunta

VI. Situasi saat ini dilokasi bencana Banjir Bandang sbb :

1. Akses jalan Trans Sulawesi masih tidak bisa dilewati kendaraan karena masih banyak material lumpur menutupi jalan.

2. Terdapat Jalan alternatif yg bisa dilalui oleh kendaraan kecil Roda 4 dan Roda 2.

3. Saluran Listrik PLN :

A. Kec. Masamba masih Padam
B. Kec. Baebunta sudah hidup

4. Warga yang terkena bencana banjir bandang yg mengungsi di tempat tempat pengungsian maupun dirumah keluarga masing-masing.

5. Daerah yg terkena Banjir :

A. Di Kec. Masamba Terdapat 2
kelurahan dan 1 Desa yang
terkena bencana banjir bandang :

1). Kelurahan Bone
2). Kelurahan Bone Tua
3). Desa Laba

B. Di Kec. Baebunta terdapat 2
Desa yang terkena bencana banjir
bandang :

1). Desa Radda
2). Desa Meli

6. Alat berat yg di gunakan :

A. 9 Unit Exapator membersihkan
lumpur di Kec. Masamba.

B. 6 Unit Exapator membersihkan
Lumpur di Kecamatan Baebunta.

Bencana Banjir Bandang terjadi pada Hari Senin Tanggal 13 Juli 2020 Pukul 20.15 wita.

– Banjir terjadi di 2 Titik dan bersamaan yaitu di Kec. Masamba dan Kec. Baebunta, Jarak kedua tempat tersebut kurang lebih 1 Km.

– Materil Banjir berupa lumpur yang menimbun rumah warga dengan ketinggian lumpur sekitar 2 meter dan menutupi Askes jalan provinsi Palopo – Masamba belum selesai dibersihkan.

– Adapun MCK masih dalam Proses pembuatan sudah sampai 25%.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...