No menu items!
13.9 C
Munich
Jumat, 18 September 20

Survei KIP: Hanya Tiga Kabupaten di Sulsel Masuk Kategori Menuju Informatif

Must read

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Berbicara keterbukaan informasi publik masih menjadi persoalan serius di Sulawesi Selatan.

Di mana sistem penyebaran informasi yang diharapkan dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP) belum berjalan optimal.

Anggota Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan Benny Mansyur membuka hasil monitoring dan evaluasi atau Monev 2019.

Monitoring itu terkai Ihwal pemeringkatan keterbukaan informasi publik tingkat PPID kota atau kabupaten, dan PPID OPD Provinsi Sulsel.

Dari 23 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan peringkat keterbukaan informasi publik tahun 2019 belum ada yang berada pada kategori informatif. Kategori informatif mensyaratkan poin di atas 90-100.

Sementara berdasarkan hasil monev hanya ada tiga kabupaten yang mendapat kategori menuju informatif, yakni Kabupaten Luwu Utara dengan poin 86,19 kemudian Kabupaten Bone 82,26, dan Parepare dengan hasil Monev 82, 40.

Di mana sesuai aturan kategori menuju informatif menargetkan poin 80- 89,99.

“Selain itu, 7 kota atau kabupaten berada pada kategori cukup informatif dengan poin 60-79,99 yaitu Enrekang, Makassar, Bantaeng, Pangkep, Sinjai, Luwu Timur, dan Toraja Utara. Sementara ada 2 kabupaten atau kota yang kurang informatif dengan poin 40-59,99 yaitu Barru dan Palopo,” kata Benny, Selasa 25 Agustus 2020.

Terakhir, Benny menyebut ada 11 kabupaten atau kota yang berada pada kategori tidak informatif yang mendapatkan poin di bawah 39, 99.

Adapun kota atau kabupaten yang sama sekali tidak Informatif, yaitu Bulukumba, Pinrang, Soppeng, Maros, Sidrap, Luwu, Gowa, Wajo, Selayar, Takalar, dan Jeneponto.

Benny menyebut indikator dan presentasi penilaian terkait penilaian Monev 2019, yakni pengembangan website, pengumuman informasi publik, pelayanan Informasi publik dan penyediaan informasi publik, serta presentasi dan visitasi.

“Dari 24 SAQ yang disebar di kabupaten kota hanya 23 yang mengembalikan SAQ,” kata dia.

Survei OPD di Sulawesi Selatan
Monev keterbukaan informasi publik Badan Publik tahun 2019 terhadap 52 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sulsel, hanya 27 OPD mengembalikan Self Assesment Questionnaire atau SAQ. Dari situ, hanya 26 OPD yang presentasi.

“Secara keseluruhan tidak ada OPD yang mencapai kategori Informatif, cukup informatif, dan menuju Informatif,” ujar Benny.

Sementara hanya ada 3 OPD yang berada pada kategori kurang informatif, antara lain, Dinas Kelautan dan Perikanan dengan poin 59,25, Dinas Pemuda dan Olahraga dengan hasil Monev 55, 05, dan Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Pertiwi dengan skor 54,98.

Selain itu, 7 OPD berada pada kategori tidak informatif, seperti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pengelolaan dan Keuangan Daerah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar.

Tim penilai Monev 2019 ini menjelaskan bahwa rendahnya perolehan kriteria penilaian keterbukaan informasi publik di badan publik atau ODP disebabkan beberapa hal.

Seperti, masih ada badan publik atau OPD yang belum membentuk pejabat pengelola informasi dan dokumen (PPID) pembantu atau pelaksana, termasuk uraian tupoksi, visi, misi, dan maklumat Keterbukaan Informasi, bahkan ada yang belum memiliki website PPID.

“Juga masih ada OPD yang belum menyusun daftar informasi publik secara berkala, masih banyak yang belum melakukan uji konsekuensi untuk menetapkan suatu informasi untuk dikecualikan,” kata Benny.

Selain itu, masih banyak PPID atau ODP yang belum menyiapkan meja layanan informasi, menyusun SOP layanan dan penyediaan informasi publik.

“Argumen lain dari ODP seperti tidak memiliki PPID, dokumen yang diminta tidak ditemukan karena pejabat berganti, dan masyarakat tidak memahami, khawatir informasi dalam dokumen disalahgunakan,” paparnya.

Sementara, Komisioner KIP Khairul Mannang menyebut persolan keterbukaan adalah persoalan cara pandang.

Hakikat keterbukaan informasi publik, kata dia, bukan karena tuntutan Undang-Undang, namun sebab itu kebutuhan dan hak masyarakat.

Padahal, Undang-Undang Ihwal keterbukaan Informasi publik sudah ada sekitar sepuluh tahun lalu, namun belum ada badan publik atau OPD yang mencapai kategori Informatif.

“Beberapa badan publik ada yang sudah menganggap mendesak, juga ada yang masih menganggap persoalan nomor sekian,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana menyebut keterbukaan informasi publik mampu mensejahterakan masyarakat. Hal itu berdasarkan kajian dari bank dunia.

Bagi bank dunia, kata Gede, kemiskinan adalah mereka yang tidak memiliki pilihan-pilihan.

“Dengan keterbukaan informasi seperti informasi soal bansos itu dapat membantu masyarakat. Jadi keterbukaan informasi sangat berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mampu memberikan pilihan kepada masyarakat,” pungkasnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Lagu Anak : Gembira di Desa

Lagu Anak: GEMBIRA DI DESA Sungguh indah alam di desa Kampung halamanku berseri-seri Bila malam menjelang tiba Kududuk menanti bulan purnama Ayah Bunda pun bernyanyi Menghibur hatiku Esok hari berganti Seruling gembala...

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini...

Masjid Tua di Amerika yang Masih Berdiri Kukuh Sampai Sekarang

Seberapa besar jumlah penduduk Muslim di Amerika bukanlah pertanyaan yang mudah dijawab. Pemerintah Federal sendiri tidak punya angka yang resmi, sebagian karena Jawatan Sensus...

Daftar Masjid Tua di Indonesia

Berikut ini daftar Masjid Tua dan Bersejarah di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber. Dan dimungkinkan masih banyak yang tidak tercatat di sini begitu...

Lagu Bugis Seddi Pariama

Seddi Pariama Lagu Bugis dengan judul Seddi Pariama diciptakan oleh Mursalim. Seddi Pariama artinya sepuluh tahun atau satu dekade. Lagu ini mengisahkan tentang budaya Bugis di...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...