No menu items!
0.6 C
Munich
Kamis, 26 November 20

Adab Bersendawa yang Perlu Diketahui

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Bersendawa (bugis : Mattingkaro) biasanya terjadi setalah kita selesai makan atau minum sesuatu. Bersendawa akan muncul spontan saat kita merasa kenyang. Sebenarnya hal ini sangat lah wajar dan ilmiah.

Namun tergantung bagaimana orang melakukannya, yang pada dasarnya kegiatan ini (bersendawa) itu termasuk etika atau attitude seseorang.

Apabila melakukannya dengan sembarangan dalam keadaan ramai atau sengaja memain-mainkannya maka hal tersebut di cap tidak sopan dan tidak pantas dilakukan.

Adab bersendawa dalam Islam sendiri? Mari kita bahas.

Setidaknya, ada tiga adab dalam Islam yang perlu diperhatikan ketika seseorang bersendawa. Ketiga adab tersebut sebagai berikut:

Pertama, merendahkan suara. Saat bersendewa, seseorang disunahkan agar merendahkan suaranya dan dilarang mengeraskan suaranya sehingga mengganggu orang lain.

Selain itu, setan sangat senang terhadap seseorang yang bersendawa dengan suara keras. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam al-Dailami, bahwa Nabi SAW bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian bersendawa atau bersin, maka jangan mengeraskan suara dengan keduanya. Karena setan senang terhadap salah seorang dari kalian yang mengeraskan suara saat bersin dan bersendawa.”

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Umar, dia berkisah;
“Ada orang yang bersendawa di dekat Nabi SAW.

Kemudian Nabi SAW berkata, Tahan sendawamu di hadapan kami. Karena orang yang paling sering kenyang di dunia, maka paling lama laparnya kelak di hari Kiamat.”

Kedua, tidak mendongak ke atas. Pada saat seseorang bersendawa, maka sebaiknya tidak melihat atau mendongak ke atas. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin berikut:
“Jika seseorang bersendawa, maka sebaiknya jangan mengangkat kepalanya ke atas meskipun karenanya mengakibatkan serbannya jatuh.”

Ketiga, membaca hamdalah setelah bersendawa. Lafadznya sebagai berikut:
“Segala puji bagi Allah atas semua keadaan.

Doa ini berdasarkan sebuah riwayat yang disebutkan oleh Sayid Abdurrahman bin Muhammad dalam kitabnya Bughyatul Mustarsyidin berikut:

“Terdapat keterangan bahwa orang yang bersin atau sendawa dan kemudian mengucapkan kalimat, ‘Alhamdulillahi ‘ala kulli halin,’ maka Allah menghilangkan darinya 70 penyakit. Dan penyakit paling ringan adalah kusta.”

Itulah adab yang harus kita lakukan sebagai umat muslim saat kita hendak bersendawa. Jadi jangan sembarangan melakukannya ya, karena segala sesuatu tindakan kita itu ada etika.

Dan hal tersebut akan menjadi penilaian seseorang terhadap bagaimana sikap dan kepribadian kita.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...