No menu items!
2.6 C
Munich
Rabu, 25 November 20

Kosakata Baru dalam KBBI

Must read

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tak hanya yang sering digunakan dalam acara resmi, sejumlah kata di keseharian juga masuk ke daftar “kata resmi” berdasarkan KBBI. Berikut beberapa kata “kekinian” yang terdaftar di kamus.

1. Pansos

Kata pansos alias panjat sosial mulai sering digunakan ketika jejaring sosial semakin mudah diakses. Para warganet kerap menggunakan kata ini untuk menyebut orang yang mencari pengakuan dari “strata sosial” lebih tinggi dengan mendekati orang-orang tertentu.

Kata “pansos” akhirnya masuk ke dalam KBBI setelah pemutakhiran di akhir 2019. Namun dalam definisi KBBI, makna pansos mengalami penyempitan dengan terbatas di sekitar jagat maya.

Dalam keterangan KBBI, pansos didefinisikan sebagai “Panjat sosial; usaha yang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang mempunyai status sosial tinggi, dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, dan sebagainya di media sosial.”

2. Cie

Kata seruan ini sebenarnya sudah sering didengar di berbagai kesempatan, terutama ketika sedang menggoda seseorang. Namun, kata ini baru masuk ke dalam KBBI setelah pemutakhiran di akhir 2019.

KBBI mendefinisikan kata cie sebagai “kata seru yang digunakan untuk memuji atau menggoda seseorang agar tersipu.”

3. Julid

Istilah julid mulai ramai dipakai di jejaring sosial setelah penyanyi Syahrini menggunakan kata itu saat menanggapi komentar warganet.

Sejumlah pihak menganggap julid merupakan singkatan dari judes lidah. Namun, sebagian orang menyebut julid berasal dari bahasa Sunda, binjulid, yang berarti iri, dengki, dan kekanak-kanakan dalam merespons sesuatu.

Kata ini juga akhirnya masuk dalam KBBI setelah pemutakhiran pada 2019 lalu dengan keterangan arti “Iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu.”

4. Mager

Anak muda mulai sering menggunakan kata “mager” sekitar belasan tahun lalu. Saat itu, istilah mager tercipta dengan sederhana, untuk merujuk pada keadaan “malas bergerak”.

Kata itu akhirnya diadopsi menjadi bahasa Indonesia resmi dengan definisi “Malas (ber)gerak; enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas.”

5. Maksi

Belakangan, banyak orang menyingkat “makan siang” hanya dengan menyebut “maksi”. Singkatan ini akhirnya juga masuk ke dalam KBBI setelah pemutakhiran pada akhir 2019.

6. Kepo

Selain lima kata di atas, sejumlah kata lainnya ternyata sudah lebih dulu masuk ke dalam KBBI, salah satunya kepo. Sama seperti kata baru lainnya, istilah kepo juga mulai dikenal setelah warganet semakin aktif di jagat maya.

Secara umum, kepo digunakan untuk merujuk pada orang yang selalu ingin tahu tentang urusan orang lain.

Ada sejumlah perdebatan mengenai asal kata kepo. Sebagian orang menganggap kepo sebagai singkatan dari bahasa Inggris “knowing every particular object” atau tahu semua hal kecil.

Namun, sebagian orang menganggap kepo berasal dari bahasa sehari-hari di Singapura. Banyak warga Singapura kerap mengombinasikan bahasa Inggris dan Mandarin.

Kata “kepo” disebut-sebut berasal dari istilah “kay po” yang dalam bahasa Mandarin berarti orang dengan kebiasaan selalu ingin tahu urusan pihak lain.

Pada kesehariannya, orang Singapura sering berkata, “Eh, don’t be so kay po laaa.”

Dalam KBBI, kepo berarti “Rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain.”

7. Baper

Sebagai singkatan yang juga berkembang di era media sosial, kata baper alias bawa perasaan juga kini sudah masuk ke dalam KBBI.

Dalam KBBI, baper diartikan sebagai “(ter)bawa perasaan; berlebihan atau terlalu sensitif dalam menanggapi suatu hal.”

8. Lebay

Kata lebay awalnya berkembang dari kata “lebih” dalam bahasa Indonesia untuk merujuk pada orang yang berlebihan dalam menanggapi sesuatu.

Dalam KBBI, definisi lebay adalah “Berlebihan (tentang gaya berbicara, penampilan, dan sebagainya).”

9. Alay

Istilah alay berkembang dari stereotip “anak layangan” yang dianggap kerap berperilaku norak. Kata ini kemudian mengalami perluasan makna sebagai orang yang berperilaku berlebihan untuk menarik perhatian.

Kata ini mulai populer sekitar tahun 2008. Saat itu, kata “alay” sempat masuk dalam daftar topik tren di Twitter. KBBI akhirnya mengadopsi kata itu dengan definisi “Anak layangan; gaya hidup yang berlebihan untuk menarik perhatian.”

10. Gebetan

Kata gebetan bermula dari istilah di era 1970-an, yaitu GBT alias gerakan bawah tanah. Istilah ini merujuk pada orang yang diincar untuk menjadi kekasih.

Karena kerap digunakan, kelamaan orang menyebutnya dengan singkat “gebet” dan akhirnya menjadi kata benda “gebetan”.

KBBI mendefinisikan gebetan sebagai “Seseorang yang sedang ditaksir atau disukai.”

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Muhammad Nur Atis, Ketua KKSS Kabupaten Tabalong Pulang Kampung

Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan Selatan Bapak Muhammad Nur Atis berencana membentuk Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) di setiap...

Sejarah Kecamatan Ajangale

As.Al.Wr.Wbr. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Ajangale. Namun, sebelumnya saya mohon maaf atas segala kekhilapan. Ajangale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten...

Kosakata Baru dalam KBBI

Seiring waktu, banyak istilah yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata tersebut akhirnya masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tak hanya yang sering digunakan...

Sejarah Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

As.Al.Wr.Wb. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Namun sebelumnya kami mohon maaf atas segala kekurangan. Cenrana adalah salah...

Sejarah Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone

Ass.Al.Wr.Wb.. Pada kesempatan ini, saya akan mengutarakan sejarah singkat kecamatan Awangpone Kab.Bone provinsi Sulawesi Selatan. Awangpone adalah sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Bone. Kecamatan Awangpone...

Terpopuler

Filosofi huruf lontara

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...

Benarkah Ada Wali Tujuh di Sulawesi Selatan?

Apabila di Jawa ada istilah "Wali Songo" atau "Wali Sembilan", maka di Sulawesi Selatan dikenal istilah "Wali Pitu" atau "Wali Tujuh" yang bahkan lengkap...