Sungguh mulia yang dilakukan Pak Polisi ini

Di Sulawesi Selatan dan Barat berdiam empat etnik besar, yaitu Bugis, Makassar, Mandar, dan Tana Toraja. Mereka masing-masing mempunyai bahasa pengantar keseharian disertai berbagai dialek. Meskipun keempat etnik memiliki bahasa tersendiri namun tidak berdiri sendiri, tetapi saling terpengaruh antara satu bahasa dengan yang lainnya.

Akibat saling pengaruh bahasa tersebut terkadang kita menemukan kesamaan maksud dan makna yang hanya berbeda dari aksen, intonasi, dan cara pengucapannya. Dengan demikian mereka saling melengkapi antara satu dengan lainnya. Hal itu disebabkan sejak dahulu telah terjadi kontak sosial para leluhur mereka.

Dalam hal lahirnya bahasa Bugis selain karena adanya pengaruh bahasa etnik lain juga lahir atas peristiwa-peristiwa alam, sejarah dan perilaku warga yang berdiam di suatu wilayah tertentu. Karenanya banyak di antara kosa kata Bugis yang menimbulkan interpretasi yang berbeda sehingga membutuhkan pemahaman dan pemaknaan yang lebih detail akan maksud dan tujuannya.

Tidak semua bahasa Bugis bisa dibahasaindonesiakan tetapi semua bahasa Infonesia dapat dibahasabugiskan. Seperti halnya ketika seorang teman menanyakan, apa bahasa Bugisnya Tanggung Jawab? Berikut jawabannya:

Bahasa Bugis dari Tanggung Jawab adalah Sopponrenge yang berasal dari kata Soppo dan renge. Soppo, yaitu memikul beban pada kedua pundak. Sedangkan Renge, yaitu membawa beban yang bertumpu pada kedua tulang selangka.

Jadi kalau Soppo dan Renge disatukan menjadi SOPPONRENGE. Bermakna sebuah amanah yang diberikan untuk dilaksakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Dalam bahasa Bugis juga dikenal dengan istilah MALLEMPA, yaitu membawa beban dengan menggunakan tungkai. Beban bagian depan dan belakang harus seimbang.

Terdapat pula istilah MABBULE, yaitu membawa beban  secara bersama-sama yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih.

Ada pula istilah MANGEPA, yaitu membawa beban yang bertumpu pada pinggang. Sedang MAJJUJUNG, yaitu membawa beban di kepala. Kemudian MATTOTTONG, yaitu membawa beban dengan menggunakan tungkai / tongkat kayu, beban bertumpu pada punggung. Selanjutnya MABBICCANG, yaitu membawa beban dengan tangan/lengan menggantung. (Semoga bermanfaat)

BAGIKAN