Toko Internasional yang sebelumnya bernama Bang Hong Liong dibangun dalam tahun 1920. Dalam usia 100 tahun bangunan yang terletak di Jalan Tana Bangkalae Watampone tersebut masih berdiri kukuh.

Hamid Kok si pemilik toko menuturkan ” saya lahir tahun 1949 toko ini dibangun pada saat saya masih berumur 29 tahun” tuturnya, Jumat 10 Januari 2020.

Seraya menjelaskan, awalnya Tana Bangkalae berukuran 2 x 2 meter di tengahnya terdapat lubang sedalam 2 meter yang berisi tanah warna kemerah-merahan karenanya disebut bangkala’.

“Saya tahu sedikit sejarahnya karena semasa orangtua masih hidup sering bercerita tentang keanehan tempat ini” kisah Hamid Kok.

Lanjutnya, kalau letak Tana Bangkalae itu yang di sudut toko, dan memang di situ, jadi kalau ada orang mengatakan di samping toko itu tidak benar, “tapi semasa Bupati Andi Syamsu Alam diduplikasi di situ” kisahnya sambil menunjuk hasil duplikasi Tana Bangkalae yang hanya berjarak sekitar 4 meter dari posisi aslinya.

“salah-salah jug dipindahkan pak karena mengambil bahu jalan, sebaiknya geser lagi ke arah tengah biar lebih pas, dan di sini biasa terjadi kecelakaan gara-gara itu karena dibangun di bahu jalan” tuturnya.

“Dulu pak, di Tana Bangkalae kalau tengah malam saya kerapkali mendengar bunyi gemerincing kemudian muncul sekelebat sosok bayangan putih seperti bersurban, tapi karena sudah terbiasa saya juga tak merasa takut” kisahnya.

” Jadi di sini ada penunggunya pak, kalau terdengar ramai barangkali ada pertemuan arwah dari raja Bone, Luwu, dan Gowa. Karena di sini dahulu tempat pertemuannya” kisah Hamid Kok.

“Arwah-arwah penunggu itu tidak menggangu kita seperti arwah jahat lainnya. Namun akhir-akhir ini tak pernah lagi menampakkan diri karena sudah ramai lalu lintas” tuturnya.

Lanjut mengatakan, “Sampai saat ini Tana Bangkalae ini sering dikunjungi orang dari luar Bone-Luwu-Gowa sambil bawa dupa dan makanan, mungkin itu keturunan raja” tutupnya.

 

BAGIKAN