Indo’ Logo adalah sebuah lagu Bugis yang tak lekang masa yang sampai saat ini belum diketahui siapa pengarangnya. Namun, seingat penulis awal tahun 70-an lagu ini kerap terdengar melalui kotak kecil yang disebut “radio transistor”. Tahukah apa itu radio transistor?

Radio Transistor adalah jenis penerima radio portabel kecil yang menggunakan sirkuit berbasis transistor yang diproduksi sekitar tahun 1954. Awalnya bentuknya agak besar namun muncul produksi baru tahun 1957 sehingga ringan dibawa-bawa. Bahkan paling populer di dunia dari tahun 60-an sampai 70-an.

Sewaktu aku di SD guruku kerap menyanyikan lagu Indo’ Logo rupanya salah satu lagu favoritnya selain ala masea-sea dan ininnawa sabbarae. Yang pasti ketika itu tiada hari tanpa indo’ logo.

Saat hendak pulang sekolah biasanya guruku menunjuk satu persatu muridnya untuk naik menyanyi. Akupun kerapkali menyanyikan lagu ini sambil berdiri sembunyi di belakang papan tulis, maklum setengah hafal hi…hi…hi.

Bila disimak lirik dan syair indo’ logo memiliki makna yang bernuansa filofis, di mana keinginan bertemu diartikulasikan sebagai syair dan lirik.

Apabila dicermati liriknya, lagu indo’ logo mengisahkan kenangan terpendam dalam hati dua insan. Kenangan mereka berdua ternyata menciptakan kerinduan yang dahsyat. Di mana kerinduannya itu diibaratkan sebagai gunung menjulang. Ia posisikan rasa rindunya itu sebagai gunung berjiwa.

Gunung diibaratkan sebuah metafora dari suatu keangkuhan dan ketinggian hati yang disebabkan karena adanya jarak sosial dan kultural yang membentang bak nagarai dan lembah di antara dua insan anak manusia.

Kenangan terkadang membuat seseorang menutup diri dan tidak mau bertegur sapa. Namun, saat tegur sapa itu sudah mencair, gunung sekukuh dan sekuat apapun akan runtuh oleh lahar yang mengalir keluar dari sela-selanya, yang akan menghancurkan segalanya.

Sejatinya di saat-saat kerinduan itu mencair ia akan mengalir mengalahkan hukum anomali air yang memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Rupanya rindu yang mencair itu meskipun dipanasi ia tak mungkin lagi menyusut dan membeku.

Namun apa daya, tidak seperti yang dialami kedua insan yang terbelenggu malapetaka kultur itu “ambo logo” tinggal menghayal dan “indo logo” hanya merenung.

Cinta memang indah untuk dikenang tapi kerap pula menjadi mesiu yang membombardir menyakitkan hingga relung hati yang terdalam.

Oh “ambo logo” Rasa takut hanya akan membuatmu lemah dan kehilangan kepercayaan. Abaikan ketakutanmu dan lanjutkan langkahmu! masih banyak indo’ logo yang lain.

Berikut Sebagian lirik lagu Indo’ logo

Dua bulu samanna mattettongeng, indo’ logo
Dua bulu samanna mattettongeng, indo’ logo
Kegasi samanna rionroi, ala rionroi
Palettu sengereng

Sengeremmu samanna pada bulu, indo’ logo
Sengeremmu samanna pada bulu, indo’ logo
Adammu samanna silappae, ala silappae
Ruttungeng manengngi

Terjemahan:

Dua gunung bagaikan berdampingan,
bunda logo
Yang manakah lagi yang kita tempati
Untuk melabuhkan kenangan indah

Kenanganmu bagaikan setinggi gunung
bunda logo
Tutur sapamu walau hanya sepatah
Meruntuhkan segalanya

BAGIKAN