No menu items!
24.7 C
Watampone
Minggu, 7 Juni 20

Doja Penabuh Bedug dari Kampung Bugis

Artikel Terbaru

Lirik Lagu Beu Puppu

BEU PUPPU Beu puppunaro kasi Tengindokku tengambokku Monrona ale-aleku Rilino makkasi-asi Pura makkoni totoku Pura makkoni jello'ku Tenginang tesselessureng Detona paccarinnae Guttuni marellung rellung Billa'ni tassiseng-siseng Ucapu campa aroku Upakkuru'na sungekku Rekko ritu wengngerangngi Indo'ku na ambo'ku Nakutudang ri...

Pappaseng Kearifan Lokal Manusia Bugis

Kearifan lokal dalam bahasa asing dikonsepsikan sebagai kebijakan setempat (local wisdom) atau kecerdasan setempat (local genius). Istilah local genius dilontarkan pertama kali oleh Quatritch...

Belanja di Warung Tetangga Wujud Kearifan Lokal Bugis

Agar pelaku usaha warung klontong dan kios tetap eksis dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya di tengah pandemi covid-19. Ajakan tersebut berdasarkan Imbauan Gubernur Sulawesi Selatan...

Amarah Manusia Bugis

Kami manusia Bugis adalah keturunan yang diajarkan menjaga harga diri dan martabat orang lain. Kami manusia Bugis adalah keturunan berabad-abad ditempa dengan gelombang dahsyat. Kami manusia...

Tetaplah semangat nikmati hidup tanpa kemurungan

Akhir-akhir ini kita hanya disibukkan dengan kata corona, negatif, dan positif. Kata-kata itu bagaikan ratnamutumanikam yang menghiasi langit. Bahkan kita dan dunia bagai terhipnotis...

Corona mengajak kita hidup sederhana

Dampak wabah virus Corona tidak hanya merugikan sisi kesehatan, bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ekonomi dunia dipastikan melambat, menyusul...

Luas Kabupaten di Sulawesi Selatan Tahun 2015

Luas Sulawesi Selatan pada 2015 mencapai 45.765 km². Adapun kabupaten terluas yaitu kabupaten Luwu Utara yaitu 7.503 km² Sementara wilayah terluas kedua adalah Luwu Timur,...

Jumlah Penduduk Sulawesi Selatan Tahun 2019

Jumlah penduduk Sulawesi Selatan pada 2019 mencapai 8.815.197 (8,8 juta) jiwa. Adapun penduduk terbanyak berada di Kota Makassar, yakni 1,5 juta jiwa. Sementara wilayah dengan...

Ungkapan Bugis Selamat Memasuki Bulan Ramadan

Limang tessiratte, watakkale tessiolong, rupa tessitangnga, ada tessilele, masseddiati sipaccingi, sipakatau, sipakalebbi, sipakainge', padatta rupatau. Ucuku' mariawa, kuaddampeng kitanreang, engka ammo melle' sisakka tessikua lao ri idi', baeccu' kiarega maraja. Passelle watakkale, assisompung teppettu, iya mua werekkada, salama' tapada salama' madduppa Uleng...

Kemenhan dan BNPT Larang Penggunaan Aplikasi Zoom

Kementerian Pertahanan (kemenhan) menerbitkan surat edaran berisi larangan untuk menggunakan aplikasi Zoom dalam video konferensi. Surat bernomor SE/57/IV/2020 itu ditandatangani Sekjen Kemhan, Laksamana Madya...

Tahun 70-an Doja bertugas sebagai penjaga masjid selain itu pada saat tiba salat lima waktu sebagai penabuh bedug masjid atau langgar. Bila bedug masjid ditabuh sebanyak empat kali menandakan rakaat dalam salat. Misal pada pukulan terakhir beduk bunyi dua kali menandakan salat subuh, apabila empat kali menandakan duhur, ashar, dan isya, dan pukulan terakhir tiga kali menandakan magrib. Namun sebelumnya ditabuh berulang-ulang sebagai tanda bersiap-siap.

Bedug masjid terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.

Fungsi sosial bedug yaitu sebagai alat komunikasi atau petanda kegiatan masyarakat, mulai dari ibadah, petanda bahaya, hingga petanda berkumpulnya sebuah komunitas. Tahun 80-an bedug digantikan oleh pengeras suara namun di kampung-kampung tertentu masih tetap mempertahankan bedug (genrang).

Di kampung Bugis, orang yang bekerja sebagai Doja disebut Paddoja selain menjaga masjid dan menabuh beduk ia juga yang mengumandangkan azan setiap waktu salat tiba. Doja secara harfiah artinya begadang yang bermakna menunggu waktu.

Doja ditunjuk berdasarkan hasil musyawarah yang kemudian ditentukan oleh Imam/Khatib. Tidak sembarang orang bisa menjadi Doja. Seorang Doja harus memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, disiplin dan harus bisa mengatur waktu dengan baik. Dua jam sebelum tiba waktu salat sudah harus berada di masjid.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya biasanya mendatangi rumah warga di sekitar masjid untuk minta sedekah. Jadi seminggu dua kali yaitu hari Rabu dan Kamis dengan mendatangi tiap-tiap rumah di lingkungan mesjid yang dijaganya minta sedekah. Apa saja yang diberikan oleh warga diterimanya dengan segala senang hati.

Pada bahunya tergantung sehelai kain yang telah dijahitnya buat menaruh apa-apa yang didapatnya pada tiap-tiap rumah yang dikunjunginya. Biasa juga menggunakan “balasse” atau kesek sebagai wadah.

Warga setempat sudah tahu hari kedatangannya, sedekah untuk Paddoja memang sudah disiapkan sebelumnya. Biasanya pak Doja tidak naik ke rumah warga hanya menunggu di depan pintu atau tangga sambil mengucapkan salam. Ada yang memberi bantuan berupa beras, jagung, bahkan ada juga warga memberikan uang kalau beras lagi kurang.

Doja di masa lalu tidak pernah kekurangan kebutuhan sehari-hari seperti makanan. Apabila ada warga yang melakukan hajatan, biasanya makanan dibungkuskan atau disisihkan juga untuk Paddoja.

Artikel Berikutnya

Baca Juga

Tulisan Populer

Filosofi huruf lontara’

Lontara' adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. Lontara sendiri berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. Istilah lontara...

Contoh Percakapan Bugis

Berikut ini disajikan contoh percakapan bahasa Bugis sehari-hari beserta artinya. Agar kosakata yang disajikan dapat diucapkan dengan baik dan benar maka terdapat 3 poin...

Mengungkap Misteri Kerajaan Gaib Sungai Walenae

Sungai Walenae yang melintasi wilayah kabupaten Bone, Wajo, dan Soppeng, berhubungan erat dengan sungai Cenrana di wilayah Bone yang bermuara di Teluk Bone. Kedua...

Pepatah Bugis Klasik

Pepatah merupakan pribahasa yang berisi nasihat atau ajaran yang diwariskan dari orang-orang terdahulu. Pepatah ini biasanya diungkapkan dalam berbagai kegiatan dalam suasana riang gembira. Contoh: Baik...