Sejak dalam kandungan rahim bunda dan lahir ke dunia hingga akhir hayatnya, dalam diri manusia telah bersemayam yang namanya kerinduan.

Rindu muncul karena adanya keinginan rasa tidak hanya untuk bertemu. Selain rasa ingin bertemu juga rindu akan suasana nyaman, damai, tenang, sentosa, dan lain-lainnya.

Jiwa yang tenang adalah harapan semua orang. Namun sebagian orang mengatakan untuk mencapainya sama susahnya membalik telapak kaki.

Sudah menjadi kodrat manusia ingin mencintai dan dicintai, ingin merasakan dan dirasakan, ingin mengenang dan dikenang. Tapi di balik itu semuanya membutuhkan perjuangan hidup.

Bagaimana seandainya ketika Anda berada dalam situasi antara benci dan rindu? benci tapi rindu? rindu tapi benci? berarti di sini ada yang tidak beres yang memerlukan perhatian tapi janganlah terlalu serius menanggapi yang berakibat keputusasaan.

Bagaimana menghadapi fenomena rindu dendam seperti itu? tergantung cara berpikir Anda.

Mungkin Anda mengatakan, andai kutahu ini akan terjadi mungkin aku memilih untuk tidak pernah mengenal dirimu. Mengapa terjadi pertemuan kalau akhirnya terjadi seperti ini. Rasanya ingin lenyap saja biar berakhir derita ini.

Meski begitu, jangan ragu kawan, tenangkan hati, ada cara Orang Bugis untuk menghadapi suasana seperti itu. Ambillah secarik kertas lalu tulis dan tuangkan perasaan yang Anda alami.

Coba senandungkan lirik demi lirik seperti yang dilakukan Orang Bugis berikut ini.

AJA’NA TOSIRAMPE

Laoni tau mabelae
Sengereng mattulu tellu
Nataro wangengi doko

Tau ripaseng tea mette
Tenna pole iye paseng
Nateai makkutana

Purana melo mutea
Nabukeni uwae mata 2x
Mappasisajang rennue 2x

Pada sappani laingnge
Tapada riwiring langi
Ajana natosirampe

Terjemahan bebas:

Tlah pergi orang jauh
meninggalkan kenangan mendalam
menyisakan derita

Orang yang dipesan pun membisu
Lain diharap lain kenyataan
ia pun enggan bertanya

Aku tlah mau tapi kau menolak
sampai ku mengucur air mata
hanya menghancurkan harapanku

Biarlah kita saling melupakan
dengan dunia kita masing-masing
tak usah lagi saling mengenang

Gitar dan Vokal : Mursalim

BAGIKAN