Meskipun manusia sebagai mahluk yang paling sempurna diciptakan Tuhan, namun manusia tak luput dari segala kekurangannya. Dalam menjalani hidup, manusia dituntut melakukan hubungan sosial antara satu dan yang lainnya.

Tentu saja dalam hubungan sosial itu tidak terbatas hanya dalam pemenuhan jasmani saja melainkan kebutuhan rohani juga harus menjadi perioritas yang tidak bisa disepelekan.

Cinta adalah salah satu contoh kebutuhan rohani, yang meskipun sifatnya abstrak namun bisa berdampak pada jasmani manusia itu sendiri. Manusia hanya berencana Tuhan yang menentukan.

Rezeki dari sesama manusia Tuhan jua yang menentukan. Jodoh Tuhan pula yang menentukan namun manusia harus berusaha mencarinya. Kalaupun usaha itu gagal Anda harus memulai lagi. Kalau gagal lagi itulah nasib. Jalani dengan sabar dan tabah.

Tapi jangan dulu cepat bersedih dan berputus asa apabila kita menghadapi dan selalu dirundung kegagalan. Banyak cara melawannya, salah satunya senantiasa berpikir positif tanpa harus menyalahkan diri sendiri dan orang lain.

Hiburlah diri sendiri sebagaimana cara orang Bugis menantang rindu seperti lirik lagu di bawah ini.

TUDANG ALE-ALE

tudangnga ale-aleku
napole anging laloe
kuengerangngi jancitta
jancitta purallaloe

narekko wenni polei
tabbajo riolo matakku
wenni mancaji nippi
esso mancaji sengereng

marunnu wae matakku
turung mitti ripiliku

ucapu campa aroku
pura makkuni totoku

sabbara mana’ usukkuru
umattunru-tunru toto
tea sara ininnawa
nakutudang takkajenne

Terjemahan bebas:

kala kududuk sendiri
angin datang berembus
tiba-tiba teringat janji
janji kita yang telah lalu

kala malam tiba
terbayang di depan mataku
malam jadi mimpi
siang jadi kenangan

berlinang air mataku
jatuh membasahi pipiku
kuhanya dapat mengelus dada
beginilah nasibku

Kuhanya bersabar dan bersyukur
menjalani hidup ini
tanpa rasa penyesalan
terpesona dalam kenang

Gitar dan Vokal: Mursalim

BAGIKAN