Osong Petta Ponggawae Bone

418

Abdul Hamid adalah putra Raja Bone La Pawawoi Kareng Sigeri dari hasil perkawinanya dengan I Karimbo Daeng Tamene, putri Arung Mangempang (Barru). Sebagai anak pattola bukan hanya dapat diangkat menjadi mangkau (raja) di Kerajaan Bone, tetapi juga sebagai arung (raja) di Kerajaan Barru.

Perlawanan Abdul Hamid Petta Ponggawae dalam menentang kekuasaan pemerintah Belanda dilatari oleh akumulasi dari pertentangan-pertentangan antara Bone dengan Belanda. Mencapai puncaknya ketika Belanda bermaksud menguasai secara langsung Bone.

Terjadi pertempuran antara pasukan Belanda dan pasukan Kerajaan Bone. Pasukan Kerajaan Bone terdesak. Pasukan Belanda melakukan pengejaran terhadap raja Bone, akhirnya berhasil mengepung Raja Bone La Pawawoi Karaerng Sigeri bersama pengawalnya di pegunungan Awo (Tana Toraja) pada 18 November 1905.

Pada pertempuran tersebut, Abdul Hamid Petta Ponggawae gugur bersama puluhan laskar Bone. Sementara raja Bone ditangkap kemudian diasingkan ke Bandung oleh pemerintah Belanda. Berikut osong Petta Ponggawae:

taroi siya mattonrong
Kompania Balandae
apa’ masiri wegangnga
taroangngi pau temmate
ripadakku sulangali
padakku leba risompa

tellu memengngi ponratu
kutoddo kuteallara
ata memengnga ri Bone
kurilanti’si ponggawa mangkau
ritengnga padang
jajiangnga riperi nyamenna Bone

iya arena labela betta massolasolae
temmennajai sunge
mattekka ri pammassareng
inappa memengngi bela
paranru’ rukka mawekke’
allingereng mangkakku
batara tungke’na Bone
namasallena ri maje
sumange bannampatikku
wajo-wajo mani lolang
ri wanua lino

kuwinreng tommiro bela
tonangeng passingara’ku
kuana maccappu bello
riwala-wala bessie
ri appasareng kannae

Terjemahan bebas:

Biarkanlah Belanda menyerang
Sebab aku malu meninggalkan
kesan yang buruk
Terhadap sesamaku laki-laki
sesamaku pemberani

Ada tiga hal kupegang teguh
sehingga tidak akan goyah
Saya adalah warga asli Bone
diangkat lagi sebagai Panglima Perang
Saya dilahirkan dalam suka
dan dukanya Bone

Sayalah pemberani yang bebas
Tidak menyayangi jiwaku
menyeberang ke alam baqa
Setelah baginda mengumumkan perang
Ayahanda sekaligus rajaku
penguasa tunggal di Bone
Semangatku sudah ada di akhirat
tinggal bayang-bayangku
yang nampak di dunia

Memang saya hanya meminjam
tubuh kasar ini
Saya akan memperlihatkan kelincahan
di panggung medan perang

BAGIKAN