Tudang Sipulung dan Tudang Pangadereng adalah wujud demokrasi Raja-raja Bugis dalam memutuskan kebijakan publik

Dalam kebudayaan Bugis dikenal “tudang sipulung” dan ” tudang pangadereng”. Kedua istilah ini masing-masing memiliki makna yang berbeda.

Persamaannya adalah kegiatan berkumpulnya beberapa orang untuk membicarakan dan memutuskan sesuatu perkara/permasalahan yang telah,  sedang, dan akan terjadi. Mereka melakukan rapat guna mencari solusi yang terbaik dalam menyikapi suatu permasalahan dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan tudang sipulung biasanya dilaksanakan ketika menghadapi musim tanam dan kegiatan lainnya yang menyangkut kepentingan bersama. Dalam pertemuan ini para yang hadir berhak mengeluarkan pendapat tanpa ada tekanan.

Sementara tudang pangadereng merupakan kegiatan pertemuan terbatas yang hanya dihadiri oleh perwakilan kelompok guna menetapkan keputusan bersama secara resmi. Hasil musyawarah tudang sipulung ditetapkan secara resmi pada pertemuan ini.

Acara tudang sipulung dan tudang pangadereng ini merupakan kebudayaan Bugis yang sudah berlangsung sejak lama dan masih sering dilaksanakan sampai sekarang ini. Bahkan dilakukan bidang pemerintahan dan kelompok sosial masyarakat lainnya.

Secara harfiah tudang artinya duduk dan sipulung berarti bersama. Jadi tudang sipulung artinya duduk bersama. Karena di masa lalu belum ada kursi sehingga para tamu umumnya duduk melantai dalam bahasa Bugis disebut tudang meppo.

Sementara tudang pangadereng bermakna duduk secara adat dan bersifat resmi di mana tempat duduk orang tertentu sudah dipersipakan sebelumnya. Di masa lalu, tudang pangadereng ini diterapkan di lingkungan kerajaan-kerajaan Bugis.

Bahkan apabila menghadap raja, ia wajib duduk bersimpuh ataupun duduk bersila dan pada saat hendak pamit ia harus duduk sambil mundur beberapa langkah ke belakang. Apabila ini dilanggar dianggap sebagai orang kurang beradat.

Sudah menjadi tradisi di zaman kerajaan untuk menetapkan suatu kebijakan publik maka hanya melalui dua kali pertemuan yaitu tudang sipulung dan tudang pangadereng.

Demikian pengertian tudang sipulung dan tudang pangadereng, semoga bermanfaat. Mari kita hidupkan kearifan lokal untuk kehidupan kita yang damai dan tenteram. Dan berbanggalah karena tudang sipulung ini adalah warisan Bugis dan merupakan salah satu warisan budaya takbenda Indonesia.

BAGIKAN