Teluk Bone, Masyarakat Desa Galung Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone menggelar acara budaya yang disebut sebagai “Ritual Mappaddaung Arajang”.

Kegiatan budaya tersebut digelar pada Senin, 9 Desember 2019 yang dihadiri sejumlah tokoh dari Dewan Adat Bone, pejabat OPD Kabupaten Bone, Jajaran Forkopimcam Ulaweng, dan ribuan masyarakat setempat.

Mappaddaung arajangĀ  berasal dari kata daung atau daun yang bermakna menjaga, merawat atau melestarikan kerajaan. Tidak hanya itu tapi juga sebagai ajang silaturahmi bagi warga.

Selain pelestarian budaya, pusaka peninggalan masa lalu menjadi simbol kebersamaan warga Galung untuk membangun desanya.

Kegiatan budaya Mappadaung Arajang ini merupakan warisan turun temurun leluhur dari Tanah Galung dimasa kerajaan Ulaweng masa lampau.

Ritual diawali dengan mengarak arajang berupa pusaka Selendang, Pedang, Sarung, dan Potongan Rambut. Benda-benda pusaka tersebut sudah berusia ratusan tahun.

Benda pusaka dibawa di kerumunan warga, disertai atraksi memmang danĀ  sere maggiri oleh para Bissu turut menjadi pelengkap acara yang sangat disakralkan masyarakat Ulaweng.

Menurut kepala Desa Galung Abd Rahman mengatakan kegiatan ritual Mappaddaung Arajang ini merupakan kecintaan masyarakat terhadap leluhur mereka dan berharap ke depan dapat terus dilaksanakan.

Andi Ikhwan Burhanuddin selaku tokoh masyarakat asal Ulaweng mengatakan kegiatan budaya seperti ini perlu dijaga untuk terus dilestarikan, dan tentunya ini bukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama, karena masyarakat Ulaweng dari dulu dikenal sangat religius.

BAGIKAN